Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Direktur RSUD Ratu Aji Putri Botung, dr Lukasiwan Eddy Saputro. (Erwin/Seputarfakta.com)
Penajam – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dr Lukasiwan Eddy Saputro pastikan tidak kekurangan dokter.
Sejauh ini telah berkecukupan dokter umum maupun spesialis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau menyesuaikan tipe rumah sakit, dokter umum dan spesialis rasa sudah mencukupi,” ungkapnya, Rabu (20/3/2024).
Berdasarkan data jumlah dokter umum di RSUD Ratu Aji Putri Botung saat ini sebanyak 18 orang sementara dokter spesialis 31 orang untuk melakukan pelayanan kepala pasien.
Meski kebutuhan dokter dinilai telah terpenuhi, namun manajemen rumah sakit milik pemerintah daerah tetap akan melakukan peningkatan pelayanan.
Rencananya bakal menambah layanan dengan mendatangkan dokter ortopedi agar layanan semakin maksimal.
“Keinginan kami tetap ditambah lagi terutama dokter spesialis ortopedi karena belum punya untuk bedah tulang,” akunya.
Lukas mengaku, jajaran pemerintah daerah telah berupaya melakukan pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan berkomunikasi ke Kementerian Kesehatan, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia maupun Universitas Gadjah Mada untuk di bantu dokter ortopedi.
(ADV)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Direktur RSUD Ratu Aji Putri Botung, dr Lukasiwan Eddy Saputro. (Erwin/Seputarfakta.com)
Penajam – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dr Lukasiwan Eddy Saputro pastikan tidak kekurangan dokter.
Sejauh ini telah berkecukupan dokter umum maupun spesialis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau menyesuaikan tipe rumah sakit, dokter umum dan spesialis rasa sudah mencukupi,” ungkapnya, Rabu (20/3/2024).
Berdasarkan data jumlah dokter umum di RSUD Ratu Aji Putri Botung saat ini sebanyak 18 orang sementara dokter spesialis 31 orang untuk melakukan pelayanan kepala pasien.
Meski kebutuhan dokter dinilai telah terpenuhi, namun manajemen rumah sakit milik pemerintah daerah tetap akan melakukan peningkatan pelayanan.
Rencananya bakal menambah layanan dengan mendatangkan dokter ortopedi agar layanan semakin maksimal.
“Keinginan kami tetap ditambah lagi terutama dokter spesialis ortopedi karena belum punya untuk bedah tulang,” akunya.
Lukas mengaku, jajaran pemerintah daerah telah berupaya melakukan pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan berkomunikasi ke Kementerian Kesehatan, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia maupun Universitas Gadjah Mada untuk di bantu dokter ortopedi.
(ADV)