Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Lomba Bertutur Jadi Ajang Pemkab PPU Tingkatkan Minat Baca Peserta Didik

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    25 Juli 2025 pukul 14:13 WITA

    Potret bersama antara Pemkab PPU dan pelajar dari SD serta MI dalam agenda lomba bertutur. (Dok: diskominfoppu)

    Penajam - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) terus berupaya mendorong dan meningkatkan literasi dan minat baca di kalangan anak sekolah.

    Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah daerah adalah menggelar lomba bertutur di aula lantai I Setkab PPU, Kamis (24/7/2025).

    Kegiatan diikuti 15 peserta didik dari berbagai Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di empat kecamatan, Penajam, Waru, Sepaku dan Babulu.

    Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) PPU, Muhammad Yusuf Basrah mengatakan kegiatan digelar dengan tujuan meningkatkan dan mengembangkan minat membaca anak-anak terhadap berbagai bahan bacaan.

    Tidak hanya buku cerita, anak-anak sekolah diajarkan untuk gemar membaca majalah anak, komik edukatif hingga cerita bergambar yang sesuai dengan usia dan tingkat pemahaman mereka.

    “Kami juga ingin mengangkat dan mempopulerkan buku cerita budaya lokal yang mengandung nilai-nilai kepahlawanan serta teladan yang baik, mempersiapkan generasi muda yang dapat menjadi panutan dalam menjalankan kebiasaan gemar membaca,” jelas Yusuf.

    Ia menyebut kemampuan bertutur anak-anak sekolah bisa dilihat dari pencapaian tiga level literasi dasar, seperti kemampuan membaca, memahami isi serta maksud bacaan dan menceritakannya kembali.

    “Dalam lomba ini anak-anak tidak hanya sekadar itu, tetapi sudah bisa tampil di depan umum. Dari segi teknik komunikasi, saya kira mereka sudah punya bakat yang sangat baik,” bebernya.

    Lomba bertutur yang telah menjadi agenda literasi tahunan itu diharapkan dapat berjalan efektif dalam menumbuhkan minat baca serta kemampuan bercerita anak sejak dini, sehingga bisa menciptakan generasi yang mampu berpikir kritis dan memiliki komunikasi yang baik sejak duduk di bangku sekolah. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Lomba Bertutur Jadi Ajang Pemkab PPU Tingkatkan Minat Baca Peserta Didik

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    25 Juli 2025 pukul 14:13 WITA

    Potret bersama antara Pemkab PPU dan pelajar dari SD serta MI dalam agenda lomba bertutur. (Dok: diskominfoppu)

    Penajam - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) terus berupaya mendorong dan meningkatkan literasi dan minat baca di kalangan anak sekolah.

    Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah daerah adalah menggelar lomba bertutur di aula lantai I Setkab PPU, Kamis (24/7/2025).

    Kegiatan diikuti 15 peserta didik dari berbagai Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di empat kecamatan, Penajam, Waru, Sepaku dan Babulu.

    Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) PPU, Muhammad Yusuf Basrah mengatakan kegiatan digelar dengan tujuan meningkatkan dan mengembangkan minat membaca anak-anak terhadap berbagai bahan bacaan.

    Tidak hanya buku cerita, anak-anak sekolah diajarkan untuk gemar membaca majalah anak, komik edukatif hingga cerita bergambar yang sesuai dengan usia dan tingkat pemahaman mereka.

    “Kami juga ingin mengangkat dan mempopulerkan buku cerita budaya lokal yang mengandung nilai-nilai kepahlawanan serta teladan yang baik, mempersiapkan generasi muda yang dapat menjadi panutan dalam menjalankan kebiasaan gemar membaca,” jelas Yusuf.

    Ia menyebut kemampuan bertutur anak-anak sekolah bisa dilihat dari pencapaian tiga level literasi dasar, seperti kemampuan membaca, memahami isi serta maksud bacaan dan menceritakannya kembali.

    “Dalam lomba ini anak-anak tidak hanya sekadar itu, tetapi sudah bisa tampil di depan umum. Dari segi teknik komunikasi, saya kira mereka sudah punya bakat yang sangat baik,” bebernya.

    Lomba bertutur yang telah menjadi agenda literasi tahunan itu diharapkan dapat berjalan efektif dalam menumbuhkan minat baca serta kemampuan bercerita anak sejak dini, sehingga bisa menciptakan generasi yang mampu berpikir kritis dan memiliki komunikasi yang baik sejak duduk di bangku sekolah. (Adv)

    (Sf/Lo)