Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Kunjungan Posyandu di PPU Masih 77,91 Persen, Pemkab Canangkan Gerakan Aktifkan Posyandu

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    21 Agustus 2025 pukul 19:13 WITA

    Bupati PPU, Mudyat Noor saat mengunjungi salah posyandu (Dok: Humassetkabppu)

    Penajam - Tingkat kunjungan masyarakat di 287 posyandu yang tersebar di Penajam Paser Utara (PPU) baru mencapai 77,91 persen.

    Angka kunjungan itu masih dianggap rendah karena belum mencapai target nasional sebesar 85 persen.

    Sebagai upaya untuk meningkatkan angka kunjungan masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU mencanangkan gerakan aktifkan posyandu melalui program Integrasi Layanan Primer (ILP).

    Dalam program tersebut, keberadaan posyandu kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk menimbang berat badan dan imunisasi saja, tapi juga menjadi wadah bagi ibu hamil, anak-anak, remaja hingga lansia untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

    Gerakan ini diusung sebagai langkah strategis pemerintah daerah (pemda) dalam mendekatkan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat.

    “Posyandu merupakan salah satu gerakan nyata untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama kesehatan ibu, anak, remaja dan lansia. Mari kita manfaatkan posyandu dengan sebaik-baiknya agar dapat menjaga kesehatan sekaligus mencegah masalah kesehatan yang tidak diinginkan,” ujar Mudyat, Kamis (21/8/2025).

    Ia menyampaikan kolaborasi bersama antara Dinas Kesehatan (Dinkes) dan puskesmas sangat penting untuk mencegah sekaligus menekan stunting. Upaya yang dapat dilakukan memberi edukasi dan pemeriksaan kesehatan awal secara langsung kepada semua kelompok usia.

    ”Kiranya dalam aksi bersama ini dalam gerakan aktifkan posyandu dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat utamanya sekali terhadap kesehatan ibu dan anak, remaja serta lansia yang ada di lingkungan kita masing-masing, mengingat kesehatan merupakan penting bagi kita semua," jelasnya

    Sementara Kepala Dinkes PPU, Janse Grace Makisurat menyatakan penyelenggaraan posyandu kini telah disesuaikan dengan siklus hidup, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, usia produktif hingga lansia.

    Sistem pelaksanaan itu sejalan dengan keputusan Menkes 2015/2023 tentang penyelenggaraan posyandu. Instruksi itu meminta pelayanan di posyandu tidak hanya melayani balita, tapi mencakup semua kelompok usia.

    Berdasarkan data yang dihimpun Dinkes, PPU memiliki 287 posyandu dan 56 unit, di antaranya telah menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP). Sedangkan dari total 1.650 kader, sebanyak 739 orang telah mengikuti pelatihan 25 keterampilan dasar. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Kunjungan Posyandu di PPU Masih 77,91 Persen, Pemkab Canangkan Gerakan Aktifkan Posyandu

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    21 Agustus 2025 pukul 19:13 WITA

    Bupati PPU, Mudyat Noor saat mengunjungi salah posyandu (Dok: Humassetkabppu)

    Penajam - Tingkat kunjungan masyarakat di 287 posyandu yang tersebar di Penajam Paser Utara (PPU) baru mencapai 77,91 persen.

    Angka kunjungan itu masih dianggap rendah karena belum mencapai target nasional sebesar 85 persen.

    Sebagai upaya untuk meningkatkan angka kunjungan masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU mencanangkan gerakan aktifkan posyandu melalui program Integrasi Layanan Primer (ILP).

    Dalam program tersebut, keberadaan posyandu kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk menimbang berat badan dan imunisasi saja, tapi juga menjadi wadah bagi ibu hamil, anak-anak, remaja hingga lansia untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

    Gerakan ini diusung sebagai langkah strategis pemerintah daerah (pemda) dalam mendekatkan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat.

    “Posyandu merupakan salah satu gerakan nyata untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama kesehatan ibu, anak, remaja dan lansia. Mari kita manfaatkan posyandu dengan sebaik-baiknya agar dapat menjaga kesehatan sekaligus mencegah masalah kesehatan yang tidak diinginkan,” ujar Mudyat, Kamis (21/8/2025).

    Ia menyampaikan kolaborasi bersama antara Dinas Kesehatan (Dinkes) dan puskesmas sangat penting untuk mencegah sekaligus menekan stunting. Upaya yang dapat dilakukan memberi edukasi dan pemeriksaan kesehatan awal secara langsung kepada semua kelompok usia.

    ”Kiranya dalam aksi bersama ini dalam gerakan aktifkan posyandu dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat utamanya sekali terhadap kesehatan ibu dan anak, remaja serta lansia yang ada di lingkungan kita masing-masing, mengingat kesehatan merupakan penting bagi kita semua," jelasnya

    Sementara Kepala Dinkes PPU, Janse Grace Makisurat menyatakan penyelenggaraan posyandu kini telah disesuaikan dengan siklus hidup, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, usia produktif hingga lansia.

    Sistem pelaksanaan itu sejalan dengan keputusan Menkes 2015/2023 tentang penyelenggaraan posyandu. Instruksi itu meminta pelayanan di posyandu tidak hanya melayani balita, tapi mencakup semua kelompok usia.

    Berdasarkan data yang dihimpun Dinkes, PPU memiliki 287 posyandu dan 56 unit, di antaranya telah menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP). Sedangkan dari total 1.650 kader, sebanyak 739 orang telah mengikuti pelatihan 25 keterampilan dasar. (Adv)

    (Sf/Lo)