Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Kinerja Mesin Panen Kurang Maksimal, Distan PPU Usulkan Penambahan 15 Unit Baru

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    18 Mei 2025 pukul 13:45 WITA

    Kepala Distan PPU, Andi Trasodiharto.(Foto : Agus Saputra/Seoutarfakta.com)

    Penajam - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengusulkan penambahan 15 unit mesin panen padi baru kepada pemerintah pusat.

    Usulan ini diajukan sebagai bentuk respon terhadap kondisi mesin panen yang saat ini masih digunakan oleh para petani dan dinilai sudah tidak lagi memadai.

    Menurut Kepala Distan PPU, Andi Trasodiharto, sebagian besar mesin panen yang dimiliki petani saat ini sudah usang atau berusia tua. Kondisi tersebut tentu mempengaruhi efisiensi kerja saat musim panen tiba.

    “Ada sekitar 20 mesin panen padi kita yang sudah tua dan otomatis daya kerjanya juga lambat. Maka dari itu, kita membutuhkan setidaknya 15 unit baru untuk menangani sekaligus mengantisipasi panen bersama di empat kecamatan saat waktunya tiba,” ujar Andi pada Minggu (18/5/2025).

    Ia menekankan pentingnya pembaruan mesin panen sebagai upaya mempercepat proses panen dan mengurangi risiko kehilangan hasil panen. Sebab mesin panen yang lebih modern dapat bekerja lebih cepat dan akurat, sehingga tidak ada padi yang tertinggal dan kualitas gabah pun tetap terjaga.

    Apalagi mengingat wilayah PPU memiliki lahan pertanian yang cukup luas, yakni mencapai ribuan Hektare (Ha). Kondisi itu tentu membutuhkan mesin panen baru karena apabila jumlah mesin panen kekurangan saat masa panen serentak tiba, maka akan berdampak pada keterlambatan pemanenan dan menurunkan kualitas hasil pertanian.

    “Tidak bagus kalau padi lambat dipanen karena hasil panen dan kualitas gabah akan menurun,” jelasnya.

    Distan PPU berharap agar pemerintah pusat dapat segera menindaklanjuti usulan tersebut karena ketersediaan mesin panen tambahan mampu menjaga kelancaran proses panen dan tidak mengganggu masa tanam selanjutnya.

    “Besar harapan kami usulan itu dapat direalisasikan agar tidak mengganggu masa penanaman selanjutnya,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Kinerja Mesin Panen Kurang Maksimal, Distan PPU Usulkan Penambahan 15 Unit Baru

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    18 Mei 2025 pukul 13:45 WITA

    Kepala Distan PPU, Andi Trasodiharto.(Foto : Agus Saputra/Seoutarfakta.com)

    Penajam - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengusulkan penambahan 15 unit mesin panen padi baru kepada pemerintah pusat.

    Usulan ini diajukan sebagai bentuk respon terhadap kondisi mesin panen yang saat ini masih digunakan oleh para petani dan dinilai sudah tidak lagi memadai.

    Menurut Kepala Distan PPU, Andi Trasodiharto, sebagian besar mesin panen yang dimiliki petani saat ini sudah usang atau berusia tua. Kondisi tersebut tentu mempengaruhi efisiensi kerja saat musim panen tiba.

    “Ada sekitar 20 mesin panen padi kita yang sudah tua dan otomatis daya kerjanya juga lambat. Maka dari itu, kita membutuhkan setidaknya 15 unit baru untuk menangani sekaligus mengantisipasi panen bersama di empat kecamatan saat waktunya tiba,” ujar Andi pada Minggu (18/5/2025).

    Ia menekankan pentingnya pembaruan mesin panen sebagai upaya mempercepat proses panen dan mengurangi risiko kehilangan hasil panen. Sebab mesin panen yang lebih modern dapat bekerja lebih cepat dan akurat, sehingga tidak ada padi yang tertinggal dan kualitas gabah pun tetap terjaga.

    Apalagi mengingat wilayah PPU memiliki lahan pertanian yang cukup luas, yakni mencapai ribuan Hektare (Ha). Kondisi itu tentu membutuhkan mesin panen baru karena apabila jumlah mesin panen kekurangan saat masa panen serentak tiba, maka akan berdampak pada keterlambatan pemanenan dan menurunkan kualitas hasil pertanian.

    “Tidak bagus kalau padi lambat dipanen karena hasil panen dan kualitas gabah akan menurun,” jelasnya.

    Distan PPU berharap agar pemerintah pusat dapat segera menindaklanjuti usulan tersebut karena ketersediaan mesin panen tambahan mampu menjaga kelancaran proses panen dan tidak mengganggu masa tanam selanjutnya.

    “Besar harapan kami usulan itu dapat direalisasikan agar tidak mengganggu masa penanaman selanjutnya,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)