Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Kemenko PMK Launching 30 Sekolah Laboratorium Pancasila di PPU

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    06 September 2024 pukul 19:42 WITA

    Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Anak, Perempuan dan Pemuda Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum saat meresmikan 30 sekolah laboratorium pancasila di PPU, Jumat (6/9/2024).(Istimewa)

    Penajam - Sebanyak 30 Sekolah Laboratorium Pancasila (SLP) di Penajam Paser Utara (PPU) baru saja launching dan diresmikan Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Anak, Perempuan dan Pemuda, Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Woro Srihastuti Sulistyaningrum di Taman Penyembolun, tepatnya di depan kantor Bupati PPU, Jumat (6/9/2024).

    Woro Srihastuti Sulistyaningrum mengatakan dengan hadirnya SLP di PPU, ini menunjukkan komitmen pemerintah yang kuat dalam mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai pancasila melalui satuan pendidikan. 

    Woro Srihastuti Sulistyaningrum menilai penerapan SLP begitu penting di dalam pendidikan karena sebagai upaya menyikapi segala bentuk dekadensi moral yang terjadi pada generasi muda. 

    SLP ini juga merupakan upaya pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan di satuan pendidikan yang biasanya kerap terjadi di kalangan generasi Z (kelahiran 1997-2012).

    “Ini merupakan langkah pemerintah memperkenalkan konsep SLP kepada generasi muda dalam upaya pencegahan tindak kekerasan, seperti kekerasan seksual, perundungan, penyalahgunaan narkoba, konsumsi miras, tawuran dan lainnya,” ucap Woro, Jumat (6/9/2024).
     
    Menurutnya, dengan melihat potensi PPU yang kini menjadi penyangga mitra Kota Nusantara, diharapkan SLP ini merupakan langkah strategis dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul untuk menyangga wilayah IKN. 

    “Makanyaa PPU diharapkan memiliki kemajuan dan perkembangan yang sama dengan IKN sebagai daerah asal ibukota bernama nusantara,” harap Woro Srihastuti.

    Dalam kesempatan ini Woro Srihastuti juga  mengapresiasi 30 SLP sebagai sekolah percontohan tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di PPU. 

    Pj Bupati PPU, Makmur Marbun mengaku sangat mendukung penuh pelaksanaan SLP di PPU. Sebab, SLP merupakan suatu model pendidikan karakter berbasiskan nilai-nilai pancasila yang mengandung kearifan lokal dengan mengadopsi pendekatan pentahelix.

    “SLP ini kita jadikan sekolah sebagai inkubator kemandirian tenaga pendidik, peserta didik dan orang tua, guna membentuk profil pelajar pancasila dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tutup Makmur Marbun. (adv)

    (Sf/By)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Kemenko PMK Launching 30 Sekolah Laboratorium Pancasila di PPU

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    06 September 2024 pukul 19:42 WITA

    Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Anak, Perempuan dan Pemuda Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistyaningrum saat meresmikan 30 sekolah laboratorium pancasila di PPU, Jumat (6/9/2024).(Istimewa)

    Penajam - Sebanyak 30 Sekolah Laboratorium Pancasila (SLP) di Penajam Paser Utara (PPU) baru saja launching dan diresmikan Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Anak, Perempuan dan Pemuda, Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Woro Srihastuti Sulistyaningrum di Taman Penyembolun, tepatnya di depan kantor Bupati PPU, Jumat (6/9/2024).

    Woro Srihastuti Sulistyaningrum mengatakan dengan hadirnya SLP di PPU, ini menunjukkan komitmen pemerintah yang kuat dalam mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai pancasila melalui satuan pendidikan. 

    Woro Srihastuti Sulistyaningrum menilai penerapan SLP begitu penting di dalam pendidikan karena sebagai upaya menyikapi segala bentuk dekadensi moral yang terjadi pada generasi muda. 

    SLP ini juga merupakan upaya pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan di satuan pendidikan yang biasanya kerap terjadi di kalangan generasi Z (kelahiran 1997-2012).

    “Ini merupakan langkah pemerintah memperkenalkan konsep SLP kepada generasi muda dalam upaya pencegahan tindak kekerasan, seperti kekerasan seksual, perundungan, penyalahgunaan narkoba, konsumsi miras, tawuran dan lainnya,” ucap Woro, Jumat (6/9/2024).
     
    Menurutnya, dengan melihat potensi PPU yang kini menjadi penyangga mitra Kota Nusantara, diharapkan SLP ini merupakan langkah strategis dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul untuk menyangga wilayah IKN. 

    “Makanyaa PPU diharapkan memiliki kemajuan dan perkembangan yang sama dengan IKN sebagai daerah asal ibukota bernama nusantara,” harap Woro Srihastuti.

    Dalam kesempatan ini Woro Srihastuti juga  mengapresiasi 30 SLP sebagai sekolah percontohan tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di PPU. 

    Pj Bupati PPU, Makmur Marbun mengaku sangat mendukung penuh pelaksanaan SLP di PPU. Sebab, SLP merupakan suatu model pendidikan karakter berbasiskan nilai-nilai pancasila yang mengandung kearifan lokal dengan mengadopsi pendekatan pentahelix.

    “SLP ini kita jadikan sekolah sebagai inkubator kemandirian tenaga pendidik, peserta didik dan orang tua, guna membentuk profil pelajar pancasila dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tutup Makmur Marbun. (adv)

    (Sf/By)