Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Kabid Pariwisata dan Pemasaran Disbudpar PPU, Juzlizar Rakhman (Muhammad Sahrul/Seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Penajam Paser Utara (PPU) tengah fokus membina Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk pengembangan objek wisata.
Kepala Disbudpar PPU, Andi Israwati Latief melalui Kabid Pariwisata dan Pemasaran, Juzlizar Rakhman mengatakan ada 15 Pokdarwis yang kini aktif untuk diberikan pembinaan.
Pembinaan terhadap Pokdarwis ini dilakukan karena Pemkab PPU tak memiliki aset objek wisata untuk bisa dikelola, sehingga hanya terfokus agar Pokdarwis bisa mengelola objek wisata di daerah masing-masing secara maksimal.
“Saat ini kami hanya fokus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada 15 Pokdarwis yang ada di PPU,” kata Juzlizar, Rabu (29/5/2024).
Disebutkannya, pembinaan dilakukan berupa pelatihan-pelatihan seperti pembuatan paket wisata, memberi arahan untuk membentuk berbagai kegiatan di objek wisata dan cara pengemasan produk UKMK.
“Pelatihan itu rutin dilaksakan setiap tahun guna pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM),” tuturnya.
Mayoritas wisata di PPU, kata dia, merupakan objek pantai yang rata-rata dimanfaatkan oleh warga lokal melalui Pokdarwis.
Sementara pemerintah hanya sebatas pendampingan Pokdarwis dan memberikan imbauan untuk menjaga kebersihan area wisata. “Kami tidak punya objek wisata yang dapat dikelola penuh oleh pemerintah, jadi kami hanya fokus pada pembinaan,” pungkasnya. (adv)
(Sf/By)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Kabid Pariwisata dan Pemasaran Disbudpar PPU, Juzlizar Rakhman (Muhammad Sahrul/Seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Penajam Paser Utara (PPU) tengah fokus membina Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk pengembangan objek wisata.
Kepala Disbudpar PPU, Andi Israwati Latief melalui Kabid Pariwisata dan Pemasaran, Juzlizar Rakhman mengatakan ada 15 Pokdarwis yang kini aktif untuk diberikan pembinaan.
Pembinaan terhadap Pokdarwis ini dilakukan karena Pemkab PPU tak memiliki aset objek wisata untuk bisa dikelola, sehingga hanya terfokus agar Pokdarwis bisa mengelola objek wisata di daerah masing-masing secara maksimal.
“Saat ini kami hanya fokus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada 15 Pokdarwis yang ada di PPU,” kata Juzlizar, Rabu (29/5/2024).
Disebutkannya, pembinaan dilakukan berupa pelatihan-pelatihan seperti pembuatan paket wisata, memberi arahan untuk membentuk berbagai kegiatan di objek wisata dan cara pengemasan produk UKMK.
“Pelatihan itu rutin dilaksakan setiap tahun guna pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM),” tuturnya.
Mayoritas wisata di PPU, kata dia, merupakan objek pantai yang rata-rata dimanfaatkan oleh warga lokal melalui Pokdarwis.
Sementara pemerintah hanya sebatas pendampingan Pokdarwis dan memberikan imbauan untuk menjaga kebersihan area wisata. “Kami tidak punya objek wisata yang dapat dikelola penuh oleh pemerintah, jadi kami hanya fokus pada pembinaan,” pungkasnya. (adv)
(Sf/By)