Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Kehadiran IKN di PPU Jadi Tantangan dan Peluang Bagi Pelaku Usaha Tani

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    26 September 2024 pukul 15:05 WITA

    Pj Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin saat membuka kegiatan Mimbar Sarasehan KLTA di Aula Lantai satu Kantor Bupati PPU, Kamis (26/9/2024). (Dok.Kasim)

    Penajam - Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Muhammad Zainal Arifin menyebut kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi tantangan serius, sekaligus peluang bagi pelaku usaha tani di Benuo Taka ini.

    Untuk itu, dia pun resmi membuka kegiatan Mimbar Sarasehan Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) dengan mengusung tema ‘Memantapkan Penguatan Potensi dan Posisi Tawar Komoditi Lokal untuk Mewujudkan Kemandirian Pangan Berkelanjutan Menuju PPU sebagai Lumbung Pangan IKN’ yang digelar di aula lantai satu kantor Bupati PPU.

    “Sebagai wilayah serambi Nusantara atau beranda depan IKN, wilayah PPU harus  berbenah lebih cepat lagi terutama di sektor pertanian. Sebab, akselerasi peningkatan produktivitas sektor pertanian harus mampu menjawab kebutuhan pangan di IKN,” ucap Zainal Arifin, saat membuka kegiatan, Kamis (26/9/2024).

    Zainal Arifin menyebut dalam kondisi ini, tentunya para pelaku usaha tani membutuhkan supporting atau dukungan dari berbagai pihak agar mampu berkompetisi dengan lingkungan dan kondisi yang baru.

    Namun, kondisi ini juga dapat dijadikan peluang bagi para pelaku usaha tani itu sendiri. “Melihat besarnya peluang pasar dari berbagai jenis komoditi akan memberikan peluang yang sangat luas terhadap penyerapan produksi hasil pertaniannya,” ungkap Zainal Arifin.

    Zainal Arifin mengaku berdasarkan data yang dihimpun Dinas Pertanian (Distan) PPU, luas lahan sawah yang fungsional luasnya mencapai 9.020,26 Hektare (Ha) dari total luasan lahan basah sekitar 12.445 Ha.

    Di mana produktivitas panen baru mencapai 3,33 ton per Ha dan memiliki potensi untuk ditingkatkan menjadi 4,5 hingga 5 ton per Ha Ketika musim panen.

    “Tak heran apabila wilayah PPU, khususnya Kecamatan Babulu dijadikan sentra lumbung pangan padi di Kaltim dan tidak menutup kemungkinan menjadi penyuplai kebutuhan IKN nantinya,” jelas Zainal Arifin.

    Namun perlu digaris bawahi bahwa ketersediaan air menjadi permasalahan bagi pertanian. Untuk itu, Mimbar Sarasehan ini menjadi salah satu Brainstorming (curahan pendapat) untuk mencari solusi dari berbagai permasalahan yang kerap dihadapi oleh pelaku-pelaku usaha tani.

    Mimbar Sarasehan ini dapat menemukan solusi bersama untuk memberikan ruang dan iklim yang lebih baik terhadap pembangunan.

    Ia pun mengajak berbagai kelembagaan pertanian seperti KTNA dan Poktan, serta lembaga-lembaga petani lainnya untuk ikut berperan menjadi garda terdepan dalam pembangunan pertanian di wilayah PPU.

    “Kami mengimbau kepada KTNA dan pelaku usaha tani serta stakeholder terkait untuk dapat lebih kreatif lagi dalam menerapkan teknologi budidaya pertanian yang efisien dan ramah lingkungan sehingga hasil produksi dapat memberikan nilai ekonomis yang lebih baik dan menguntungkan,” bebernya.

    Kegiatan Mimbar Sarasehan KTNA ini secara tidak langsung akan memberikan kontribusi besar memajukan sektor pertanian dalam arti luas, guna menunjang terwujudnya kedaulatan pangan. (adv)

    (Sf/By)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Kehadiran IKN di PPU Jadi Tantangan dan Peluang Bagi Pelaku Usaha Tani

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    26 September 2024 pukul 15:05 WITA

    Pj Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin saat membuka kegiatan Mimbar Sarasehan KLTA di Aula Lantai satu Kantor Bupati PPU, Kamis (26/9/2024). (Dok.Kasim)

    Penajam - Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Muhammad Zainal Arifin menyebut kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi tantangan serius, sekaligus peluang bagi pelaku usaha tani di Benuo Taka ini.

    Untuk itu, dia pun resmi membuka kegiatan Mimbar Sarasehan Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) dengan mengusung tema ‘Memantapkan Penguatan Potensi dan Posisi Tawar Komoditi Lokal untuk Mewujudkan Kemandirian Pangan Berkelanjutan Menuju PPU sebagai Lumbung Pangan IKN’ yang digelar di aula lantai satu kantor Bupati PPU.

    “Sebagai wilayah serambi Nusantara atau beranda depan IKN, wilayah PPU harus  berbenah lebih cepat lagi terutama di sektor pertanian. Sebab, akselerasi peningkatan produktivitas sektor pertanian harus mampu menjawab kebutuhan pangan di IKN,” ucap Zainal Arifin, saat membuka kegiatan, Kamis (26/9/2024).

    Zainal Arifin menyebut dalam kondisi ini, tentunya para pelaku usaha tani membutuhkan supporting atau dukungan dari berbagai pihak agar mampu berkompetisi dengan lingkungan dan kondisi yang baru.

    Namun, kondisi ini juga dapat dijadikan peluang bagi para pelaku usaha tani itu sendiri. “Melihat besarnya peluang pasar dari berbagai jenis komoditi akan memberikan peluang yang sangat luas terhadap penyerapan produksi hasil pertaniannya,” ungkap Zainal Arifin.

    Zainal Arifin mengaku berdasarkan data yang dihimpun Dinas Pertanian (Distan) PPU, luas lahan sawah yang fungsional luasnya mencapai 9.020,26 Hektare (Ha) dari total luasan lahan basah sekitar 12.445 Ha.

    Di mana produktivitas panen baru mencapai 3,33 ton per Ha dan memiliki potensi untuk ditingkatkan menjadi 4,5 hingga 5 ton per Ha Ketika musim panen.

    “Tak heran apabila wilayah PPU, khususnya Kecamatan Babulu dijadikan sentra lumbung pangan padi di Kaltim dan tidak menutup kemungkinan menjadi penyuplai kebutuhan IKN nantinya,” jelas Zainal Arifin.

    Namun perlu digaris bawahi bahwa ketersediaan air menjadi permasalahan bagi pertanian. Untuk itu, Mimbar Sarasehan ini menjadi salah satu Brainstorming (curahan pendapat) untuk mencari solusi dari berbagai permasalahan yang kerap dihadapi oleh pelaku-pelaku usaha tani.

    Mimbar Sarasehan ini dapat menemukan solusi bersama untuk memberikan ruang dan iklim yang lebih baik terhadap pembangunan.

    Ia pun mengajak berbagai kelembagaan pertanian seperti KTNA dan Poktan, serta lembaga-lembaga petani lainnya untuk ikut berperan menjadi garda terdepan dalam pembangunan pertanian di wilayah PPU.

    “Kami mengimbau kepada KTNA dan pelaku usaha tani serta stakeholder terkait untuk dapat lebih kreatif lagi dalam menerapkan teknologi budidaya pertanian yang efisien dan ramah lingkungan sehingga hasil produksi dapat memberikan nilai ekonomis yang lebih baik dan menguntungkan,” bebernya.

    Kegiatan Mimbar Sarasehan KTNA ini secara tidak langsung akan memberikan kontribusi besar memajukan sektor pertanian dalam arti luas, guna menunjang terwujudnya kedaulatan pangan. (adv)

    (Sf/By)