Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Kecamatan Babulu Jadi Fokus Utama Perbaikan Akses Jalan di PPU

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    19 September 2024 pukul 19:29 WITA

    Kabid Bina Marga Dinas PUPR PPU, Petriandy Ponganton Pasulu.(Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Penajam Paser Utara (PPU) selalu memperhatikan kondisi ruas jalan di wilayahnya, terutama di Kecamatan Penajam, Waru, Babulu dan Sepaku dengan melakukan survei yang melibatkan beberapa konsultan guna melanjutkan proyek perbaikan.

    Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR PPU, Petriandy Ponganton Pasulu mengaku terdapat satu kecamatan yang menjadi fokus utama perbaikan jalan, yakni Kecamatan Babulu yang berbatasan langsung dengan Desa Bente Tualan, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser.

    Kecamatan tersebut merupakan zona paling berpotensi menjadi kawasan pertanian, sekaligus tempat lumbung pangan Provinsi Kaltim dan menjadi tumpuan pangan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN), sehingga perbaikan dan pembangunan jalan di wilayah tersebut menjadi fokus utama Dinas PUPR PPU.

    “Dengan beralih pusat, pemerintahan di Kaltim khususnya PPU memiliki tanggungjawab sebagai pemasong pangan IKN nanti. Kita harus memperhatikan berbagai aspek, terutama Kecamatan Babulu terdapat beberapa akses jalannya agak susah, sehingga akan kami benahi ke depannya setelah tim survei selesai menilai,” ucap Petriandy, Kamis (19/9/2024).

    Petriandy mengaku DPUPR PPU tidak hanya berfokus pada Kecamatan Babulu saja, tetapi kecamatan lainnya juga mendapat perhatian. Sebab, semenjak ditetapkannya PPU menjadi Ibu Kota Baru Indonesia, tentunya diperlukan akses jalan yang memadai.

    Selain itu, pendataan yang dilakukan oleh tim survei tersebut adalah kondisi fisik jalan, tingkat kerusakan dan kapasitas angkutan kendaraan yang melintas di ruas jalan.

    Pihaknya pun memiliki target saat melakukan survei kondisi jalan, yakni sekitar 300 hingga 400 ruas jalan dengan panjang 1.031 kilometer yang akan dilakukan survei.

    “Kita mensurvei seluruh ruas jalan di PPU sehingga untuk mendapatkan hasilnya pasti memakan waktu lama, terutama Kecamatan Babulu dan Penajam yang memiliki ruas jalan paling panjang,” jelas Petriandy.

    Meski beberapa ruas jalan di empat kecamatan sudah ada yang terbenahi, tetapi ada salah satu akses jalan wilayah yang berada di pesisir Kecamatan Penajam yang menjadi perhatian pihaknya yakni Kelurahan Jenebora.

    “Ada beberapa jalan di Kelurahan Jenebora itu yang belum dapat kita tangani dikarenakan keterbatasan anggaran, maka dari itu pada tahun berikutnya. Kami berencana mengusulkan anggaran untuk perbaikan jalan disana,” pungkasnya. (adv)

    (Sf/By)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Kecamatan Babulu Jadi Fokus Utama Perbaikan Akses Jalan di PPU

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    19 September 2024 pukul 19:29 WITA

    Kabid Bina Marga Dinas PUPR PPU, Petriandy Ponganton Pasulu.(Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Penajam Paser Utara (PPU) selalu memperhatikan kondisi ruas jalan di wilayahnya, terutama di Kecamatan Penajam, Waru, Babulu dan Sepaku dengan melakukan survei yang melibatkan beberapa konsultan guna melanjutkan proyek perbaikan.

    Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR PPU, Petriandy Ponganton Pasulu mengaku terdapat satu kecamatan yang menjadi fokus utama perbaikan jalan, yakni Kecamatan Babulu yang berbatasan langsung dengan Desa Bente Tualan, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser.

    Kecamatan tersebut merupakan zona paling berpotensi menjadi kawasan pertanian, sekaligus tempat lumbung pangan Provinsi Kaltim dan menjadi tumpuan pangan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN), sehingga perbaikan dan pembangunan jalan di wilayah tersebut menjadi fokus utama Dinas PUPR PPU.

    “Dengan beralih pusat, pemerintahan di Kaltim khususnya PPU memiliki tanggungjawab sebagai pemasong pangan IKN nanti. Kita harus memperhatikan berbagai aspek, terutama Kecamatan Babulu terdapat beberapa akses jalannya agak susah, sehingga akan kami benahi ke depannya setelah tim survei selesai menilai,” ucap Petriandy, Kamis (19/9/2024).

    Petriandy mengaku DPUPR PPU tidak hanya berfokus pada Kecamatan Babulu saja, tetapi kecamatan lainnya juga mendapat perhatian. Sebab, semenjak ditetapkannya PPU menjadi Ibu Kota Baru Indonesia, tentunya diperlukan akses jalan yang memadai.

    Selain itu, pendataan yang dilakukan oleh tim survei tersebut adalah kondisi fisik jalan, tingkat kerusakan dan kapasitas angkutan kendaraan yang melintas di ruas jalan.

    Pihaknya pun memiliki target saat melakukan survei kondisi jalan, yakni sekitar 300 hingga 400 ruas jalan dengan panjang 1.031 kilometer yang akan dilakukan survei.

    “Kita mensurvei seluruh ruas jalan di PPU sehingga untuk mendapatkan hasilnya pasti memakan waktu lama, terutama Kecamatan Babulu dan Penajam yang memiliki ruas jalan paling panjang,” jelas Petriandy.

    Meski beberapa ruas jalan di empat kecamatan sudah ada yang terbenahi, tetapi ada salah satu akses jalan wilayah yang berada di pesisir Kecamatan Penajam yang menjadi perhatian pihaknya yakni Kelurahan Jenebora.

    “Ada beberapa jalan di Kelurahan Jenebora itu yang belum dapat kita tangani dikarenakan keterbatasan anggaran, maka dari itu pada tahun berikutnya. Kami berencana mengusulkan anggaran untuk perbaikan jalan disana,” pungkasnya. (adv)

    (Sf/By)