Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Kasus Kebakaran di PPU pada Triwulan III Didominasi Karhutla

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    17 September 2024 pukul 17:37 WITA

    Kasi Penanggulangan Kebakaran DPKP PPU, Muhammad Said.(Foto:Agus Saputra/Seputrfakta.com)

    Penajam - Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Penajam Paser Utara (PPU) mencatat kasus kebakaran yang terjadi pada triwulan ketiga atau September 2024 sebanyak 46 perkara.

    Kepala Seksi (Kasi) Penanggulangan Kebakaran DPKP PPU, Muhammad Said mengataku jika angka itu dibandingkan dengan September 2023 lalu, maka kasus kebakaran pada bulan yang sama di tahun ini mengalami penurunan.

    Di mana kasus kebakaran pada triwulan ketiga 2023 mencapai 97 perkara dan sepanjang 2023 ada 169 insiden. “Dari rekap data yang kami catat, ada berbagai jenis kebakaran ditangani, seperti kebakaran di pemukiman, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan kebakaran lainnya,” ucap Said, Selasa (17/9/2024).

    Pada September 2024 ini, jumlah insiden kebakaran yang terjadi di pemukiman sebanyak 22 perkara, Karhutla berjumlah 10 kasus dan kebakaran lainnya ada 14 kasus.

    Jika diambil patokan data kasus kebakaran pada triwulan ketiga 2023 lalu, makakasusnya menurun. Dengan rincian terdapat 20 kasus kebakaran di permukiman, sementara Karhutla 62 perkara dan kebakaran lainnya ada 15 insiden.

    Selain itu, menurut dia kebakaran terbesar yang terjadi di PPU berada di Kelurahan Petung. Di mana pada lokasi itu sudah tiga kali terjadi insiden yang telah menghanguskan puluhan rumah, ruko hingga kios pada 2024 ini.

    Insiden pertama terjadi pada di Ruko Pasar Petung yang menghanguskan sebanyak 19 ruko pada 16 maret 2024 lalu. Kemudian musibah kembali melanda wilayah itu dalam satu malam terjadi kebakaran di dua lokasi yang berbeda, meski masih di Kelurahan Petung pada 31 Juli 2024 yang hanguskan belasan bangunan.

    “Kami mengimbau kepada masyarakat untuk memeriksa kondisi rumah sebelum ditinggal keluar, terutama peralatan rumah tangga yang dapat memicu terjadinya kebakaran seperti instalasi listrik, tabung gas dan lainnya,” ungkap Said.

    Tak hanya itu, rumput kering di pekarangan rumah yang tidak kunjung dibersihkan juga menjadi salah satu pemicu terjadinya kebakaran, mengingat saat ini sudah memasuki musim kemarau maka potensi kebakaran sangat tinggi.

    “Rumput kering di pekarangan rumah jika dibiarkan cukup berbahaya terutama saat cuaca panas ekstrem seperti ini, kemungkinan terjadi kebakaran sangat tinggi, jadi kita minta untuk dibersihkan karena ini menyangkut keselamatan bersama,” jelas Said.

    Untuk penanganan, DPKP PPU mempunyai tujuh posko yang tersebar di empat kecamatan, di antaranya Kecamatan Penajam memiliki tiga posko yang berada di Kelurahan Petung dan Kelurahan Sotek, kemudian satu di Kecamatan Waru dan Kecamatan Babulu. Terakhir terdapat dua posko di Kecamatan Sepaku.

    “Jika masyarakat ingin meminta bantuan bisa menghubungi call center di posko masing-masing agar langsung mendapat penanganan dari petugas kami di tempatnya,” pungkasnya. (adv)

    (Sf/By)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Kasus Kebakaran di PPU pada Triwulan III Didominasi Karhutla

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    17 September 2024 pukul 17:37 WITA

    Kasi Penanggulangan Kebakaran DPKP PPU, Muhammad Said.(Foto:Agus Saputra/Seputrfakta.com)

    Penajam - Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Penajam Paser Utara (PPU) mencatat kasus kebakaran yang terjadi pada triwulan ketiga atau September 2024 sebanyak 46 perkara.

    Kepala Seksi (Kasi) Penanggulangan Kebakaran DPKP PPU, Muhammad Said mengataku jika angka itu dibandingkan dengan September 2023 lalu, maka kasus kebakaran pada bulan yang sama di tahun ini mengalami penurunan.

    Di mana kasus kebakaran pada triwulan ketiga 2023 mencapai 97 perkara dan sepanjang 2023 ada 169 insiden. “Dari rekap data yang kami catat, ada berbagai jenis kebakaran ditangani, seperti kebakaran di pemukiman, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan kebakaran lainnya,” ucap Said, Selasa (17/9/2024).

    Pada September 2024 ini, jumlah insiden kebakaran yang terjadi di pemukiman sebanyak 22 perkara, Karhutla berjumlah 10 kasus dan kebakaran lainnya ada 14 kasus.

    Jika diambil patokan data kasus kebakaran pada triwulan ketiga 2023 lalu, makakasusnya menurun. Dengan rincian terdapat 20 kasus kebakaran di permukiman, sementara Karhutla 62 perkara dan kebakaran lainnya ada 15 insiden.

    Selain itu, menurut dia kebakaran terbesar yang terjadi di PPU berada di Kelurahan Petung. Di mana pada lokasi itu sudah tiga kali terjadi insiden yang telah menghanguskan puluhan rumah, ruko hingga kios pada 2024 ini.

    Insiden pertama terjadi pada di Ruko Pasar Petung yang menghanguskan sebanyak 19 ruko pada 16 maret 2024 lalu. Kemudian musibah kembali melanda wilayah itu dalam satu malam terjadi kebakaran di dua lokasi yang berbeda, meski masih di Kelurahan Petung pada 31 Juli 2024 yang hanguskan belasan bangunan.

    “Kami mengimbau kepada masyarakat untuk memeriksa kondisi rumah sebelum ditinggal keluar, terutama peralatan rumah tangga yang dapat memicu terjadinya kebakaran seperti instalasi listrik, tabung gas dan lainnya,” ungkap Said.

    Tak hanya itu, rumput kering di pekarangan rumah yang tidak kunjung dibersihkan juga menjadi salah satu pemicu terjadinya kebakaran, mengingat saat ini sudah memasuki musim kemarau maka potensi kebakaran sangat tinggi.

    “Rumput kering di pekarangan rumah jika dibiarkan cukup berbahaya terutama saat cuaca panas ekstrem seperti ini, kemungkinan terjadi kebakaran sangat tinggi, jadi kita minta untuk dibersihkan karena ini menyangkut keselamatan bersama,” jelas Said.

    Untuk penanganan, DPKP PPU mempunyai tujuh posko yang tersebar di empat kecamatan, di antaranya Kecamatan Penajam memiliki tiga posko yang berada di Kelurahan Petung dan Kelurahan Sotek, kemudian satu di Kecamatan Waru dan Kecamatan Babulu. Terakhir terdapat dua posko di Kecamatan Sepaku.

    “Jika masyarakat ingin meminta bantuan bisa menghubungi call center di posko masing-masing agar langsung mendapat penanganan dari petugas kami di tempatnya,” pungkasnya. (adv)

    (Sf/By)