Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Kampanye Pencegahan Karhutla, Sekda PPU Ajak Guru Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    30 Juli 2025 pukul 14:32 WITA

    Sekda PPU, Tohar saat menyampaikan kampanye soal pencegahan karhutla (Dok: Humassetkabppu)

    Penajam — Sekretaris Daerah (Sekda) Penajam Paser Utara (PPU), Tohar mengajak seluruh guru PAUD, SD, SMP, hingga SMA sederajat untuk menumbuhkan kepedulian dan kecintaan peserta didik terhadap lingkungan sejak dini.

    Pernyataan itu disampaikan saat membuka kampanye pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Gedung Graha Pemuda, Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Rabu (30/7/2025).

    Tohar menegaskan pentingnya edukasi dini dalam pencegahan karhutla guna meminimalisir potensi bencana yang dapat merugikan lingkungan, masyarakat dan lainnya.

    “Kita kampanyekan pencegahan, bukan kebakarannya. Kita ingin nilai-nilai itu bisa diintegrasikan dalam proses pendidikan sejak dini,” ujar Tohar.

    Ia menilai guru memiliki peran strategis dalam menanamkan kepedulian terhadap lingkungan, sehingga pihaknya merekomendasikan agar pendekatan kampanye lingkungan dapat dilakukan melalui sekolah, bahkan diintegrasikan ke dalam kurikulum dasar.

    “Konsep ini saya rekomendasikan karena para guru punya akses dan metode untuk mentransformasikan nilai kepada siswa. Anak-anak usia dini bisa belajar melalui indera dan kreativitas, seperti menggambar dan mewarnai tentang hutan dan alam,” jelasnya.

    Menurutnya pendekatan ini juga selaras dengan program Adiwiyata yang telah berjalan di sejumlah sekolah. Adiwiyata memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan lingkungan sekolah yang peduli terhadap pelestarian lingkungan.

    “Saya bermimpi kegiatan seperti ini memberi daya dukung terhadap program pendidikan karakter dan cinta lingkungan, agar menjadi langkah konkret membentuk generasi peduli sejak usia emas,” imbuhnya.

    Sementara Kepala UPTD KPHP Telake, Shahar Al Haqq menyampaikan kampanye ini juga bertujuan mengajak seluruh pihak untuk peduli terhadap potensi bencana karhutla.

    “Hutan adalah paru-paru dunia yang kaya akan keanekaragaman hayati. Kelestariannya sangat vital. Edukasi sejak dini sangat penting agar anak-anak memahami bahayanya,” ucap Shahar.

    Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Andi Singkeru turut menyampaikan pentingnya tanggung jawab pendidik dalam mengajarkan kecintaan terhadap lingkungan.

    Ia menekankan karhutla berpotensi terjadi hanya akibat satu kelalaian kecil, sehingga seluruh pihak diharapkan dapat saling bersinergi dalam upaya pencegahan.

    “Jangan buang puntung rokok sembarangan. Di sekolah pun anak-anak perlu dilatih mencintai lingkungan sekitar agar kelak jadi kebiasaan positif,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Kampanye Pencegahan Karhutla, Sekda PPU Ajak Guru Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    30 Juli 2025 pukul 14:32 WITA

    Sekda PPU, Tohar saat menyampaikan kampanye soal pencegahan karhutla (Dok: Humassetkabppu)

    Penajam — Sekretaris Daerah (Sekda) Penajam Paser Utara (PPU), Tohar mengajak seluruh guru PAUD, SD, SMP, hingga SMA sederajat untuk menumbuhkan kepedulian dan kecintaan peserta didik terhadap lingkungan sejak dini.

    Pernyataan itu disampaikan saat membuka kampanye pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Gedung Graha Pemuda, Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, Rabu (30/7/2025).

    Tohar menegaskan pentingnya edukasi dini dalam pencegahan karhutla guna meminimalisir potensi bencana yang dapat merugikan lingkungan, masyarakat dan lainnya.

    “Kita kampanyekan pencegahan, bukan kebakarannya. Kita ingin nilai-nilai itu bisa diintegrasikan dalam proses pendidikan sejak dini,” ujar Tohar.

    Ia menilai guru memiliki peran strategis dalam menanamkan kepedulian terhadap lingkungan, sehingga pihaknya merekomendasikan agar pendekatan kampanye lingkungan dapat dilakukan melalui sekolah, bahkan diintegrasikan ke dalam kurikulum dasar.

    “Konsep ini saya rekomendasikan karena para guru punya akses dan metode untuk mentransformasikan nilai kepada siswa. Anak-anak usia dini bisa belajar melalui indera dan kreativitas, seperti menggambar dan mewarnai tentang hutan dan alam,” jelasnya.

    Menurutnya pendekatan ini juga selaras dengan program Adiwiyata yang telah berjalan di sejumlah sekolah. Adiwiyata memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan lingkungan sekolah yang peduli terhadap pelestarian lingkungan.

    “Saya bermimpi kegiatan seperti ini memberi daya dukung terhadap program pendidikan karakter dan cinta lingkungan, agar menjadi langkah konkret membentuk generasi peduli sejak usia emas,” imbuhnya.

    Sementara Kepala UPTD KPHP Telake, Shahar Al Haqq menyampaikan kampanye ini juga bertujuan mengajak seluruh pihak untuk peduli terhadap potensi bencana karhutla.

    “Hutan adalah paru-paru dunia yang kaya akan keanekaragaman hayati. Kelestariannya sangat vital. Edukasi sejak dini sangat penting agar anak-anak memahami bahayanya,” ucap Shahar.

    Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Andi Singkeru turut menyampaikan pentingnya tanggung jawab pendidik dalam mengajarkan kecintaan terhadap lingkungan.

    Ia menekankan karhutla berpotensi terjadi hanya akibat satu kelalaian kecil, sehingga seluruh pihak diharapkan dapat saling bersinergi dalam upaya pencegahan.

    “Jangan buang puntung rokok sembarangan. Di sekolah pun anak-anak perlu dilatih mencintai lingkungan sekitar agar kelak jadi kebiasaan positif,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)