Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Presiden RI, Joko Widodo telah meresmikan Mayapada Hospital Nusantara, bertempat di Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Penajam Kabupaten PPU.(Dok.OIKN)
Penajam - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Mayapada Hospital Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Jumat (11/10/2024).
Mayapada Hospital merupakan rumah sakit milik salah satu orang terkaya di Indonesia, yaitu Dato Sri Tahir selaku pendiri dari Mayapada Group (SRAJ).
Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan batu prasasti yang dilakukan Presiden Jokowi di Halaman Mayapada Hospital Nusantara.
Jokowi mengatakan layanan di Mayapada Hospital Nusantara sudah berstandar internasional karena telah bekerjasama dengan Apollo Hospital yang merupakan perusahaan swasta terbesar di India.
Menurutnya, kehadiran rumah sakit ini bisa menjawab kekhawatiran para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ingin dimutasikan ke IKN. Sebab sebelumnya mereka selalu menanyakan terkait fasilitas kesehatan di wilayah tersebut.
“Para ASN di pusat selalu menanyakan saat mereka dipindah tugaskan ke IKN dan ketika anak-anaknya sakit, apakah ada fasilitas kesehatan yang dapat menampung dan memberikan pelayanan yang memiliki kualitas terbaik?, Sekarang saya jawab ada yaitu rumah sakit mayapada,” tegas Jokowi.
Chairman sekaligus CEO Mayapada Healthcare Group, Jonathan Tahir menyampaikan rasa syukurnya atas peresmian ini. Di mana Mayapada Hospital tersebut merupakan rumah sakit ketujuh dan pertama di luar pulau Jawa.
“Meski saya telah berjanji akan membuka rumah sakit yang memiliki luas 1,1 hektar ini pada Agustus 2024 lalu, tetapi kami mampu membuka dengan kurun waktu tidak sampai setahun,” ucap Jonathan Tahir.
Mayapada Hospital Nusantara memiliki 200 tempat tidur dan tenaga medis sekitar 200 lebih, sehingga diharapkan mampu memberikan pelayanan yang terbaik untuk seluruh masyarakat.
“Salah satu rumah sakit kita ada yang bahkan telah meraih akreditasi Joint Commision International (JCI) yang bisa dijadikan sebagai tolak ukur,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/By)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Presiden RI, Joko Widodo telah meresmikan Mayapada Hospital Nusantara, bertempat di Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Penajam Kabupaten PPU.(Dok.OIKN)
Penajam - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Mayapada Hospital Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Jumat (11/10/2024).
Mayapada Hospital merupakan rumah sakit milik salah satu orang terkaya di Indonesia, yaitu Dato Sri Tahir selaku pendiri dari Mayapada Group (SRAJ).
Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan batu prasasti yang dilakukan Presiden Jokowi di Halaman Mayapada Hospital Nusantara.
Jokowi mengatakan layanan di Mayapada Hospital Nusantara sudah berstandar internasional karena telah bekerjasama dengan Apollo Hospital yang merupakan perusahaan swasta terbesar di India.
Menurutnya, kehadiran rumah sakit ini bisa menjawab kekhawatiran para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ingin dimutasikan ke IKN. Sebab sebelumnya mereka selalu menanyakan terkait fasilitas kesehatan di wilayah tersebut.
“Para ASN di pusat selalu menanyakan saat mereka dipindah tugaskan ke IKN dan ketika anak-anaknya sakit, apakah ada fasilitas kesehatan yang dapat menampung dan memberikan pelayanan yang memiliki kualitas terbaik?, Sekarang saya jawab ada yaitu rumah sakit mayapada,” tegas Jokowi.
Chairman sekaligus CEO Mayapada Healthcare Group, Jonathan Tahir menyampaikan rasa syukurnya atas peresmian ini. Di mana Mayapada Hospital tersebut merupakan rumah sakit ketujuh dan pertama di luar pulau Jawa.
“Meski saya telah berjanji akan membuka rumah sakit yang memiliki luas 1,1 hektar ini pada Agustus 2024 lalu, tetapi kami mampu membuka dengan kurun waktu tidak sampai setahun,” ucap Jonathan Tahir.
Mayapada Hospital Nusantara memiliki 200 tempat tidur dan tenaga medis sekitar 200 lebih, sehingga diharapkan mampu memberikan pelayanan yang terbaik untuk seluruh masyarakat.
“Salah satu rumah sakit kita ada yang bahkan telah meraih akreditasi Joint Commision International (JCI) yang bisa dijadikan sebagai tolak ukur,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/By)