Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Kepala Distan PPU, Andi Trasodiharto (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Proyek pembangunan empat sumur bor irigasi di Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara (PPU) kini dipercepat dan masuk dalam tahap finalisasi.
Pembangunan infrastruktur strategis itu merupakan proyek bantuan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan Timur (Kaltim) untuk PPU.
Kepala Dinas Pertanian PPU, Andi Trasodiharto mengatakan kehadiran sumur bor irigasi sangat penting untuk mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan pertanian.
Keberadaannya dinilai mampu mengatasi permasalahan ketersediaan air, terutama saat musim kemarau tiba, sebab infrastruktur itu dapat menampung air untuk jangka panjang serta berfungsi mengairi lahan pertanian.
“Sumur bor irigasi itu nanti pada saat musim kemarau tiba, terutama ketika air sulit untuk didapatkan, infrastruktur itu mampu menjawab permasalahan tersebut,” ucap Andi, Rabu (20/8/2025).
“Proyek itu saat ini telah masuk dalam proses penggalian atau pengeboran. Bahkan di Desa Labangka Barat, air sudah keluar sendiri, sehingga pengerjaannya hampir dinyatakan selesai,” tambahnya.
Progres pembangunan empat unit infrastruktur penting itu diharapkan tidak mengalami kendala, baik dari segi teknis maupun pembiayaan.
Harapan ini disampaikan agar masyarakat, khususnya para petani di Kecamatan Babulu dapat memanfaatkan infrastruktur tersebut untuk mendukung sektor pertaniannya, sehingga permasalahan kesulitan dalam mendapatkan air, terutama saat musim kering bisa teratasi.
“Nanti air-air dari sumur bor irigasi itu akan menjadi penyeimbang bagi petani dalam menghadapi kesulitan mendapatkan air untuk lahan pertaniannya,” tandasnya.(Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Kepala Distan PPU, Andi Trasodiharto (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Proyek pembangunan empat sumur bor irigasi di Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara (PPU) kini dipercepat dan masuk dalam tahap finalisasi.
Pembangunan infrastruktur strategis itu merupakan proyek bantuan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan Timur (Kaltim) untuk PPU.
Kepala Dinas Pertanian PPU, Andi Trasodiharto mengatakan kehadiran sumur bor irigasi sangat penting untuk mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan pertanian.
Keberadaannya dinilai mampu mengatasi permasalahan ketersediaan air, terutama saat musim kemarau tiba, sebab infrastruktur itu dapat menampung air untuk jangka panjang serta berfungsi mengairi lahan pertanian.
“Sumur bor irigasi itu nanti pada saat musim kemarau tiba, terutama ketika air sulit untuk didapatkan, infrastruktur itu mampu menjawab permasalahan tersebut,” ucap Andi, Rabu (20/8/2025).
“Proyek itu saat ini telah masuk dalam proses penggalian atau pengeboran. Bahkan di Desa Labangka Barat, air sudah keluar sendiri, sehingga pengerjaannya hampir dinyatakan selesai,” tambahnya.
Progres pembangunan empat unit infrastruktur penting itu diharapkan tidak mengalami kendala, baik dari segi teknis maupun pembiayaan.
Harapan ini disampaikan agar masyarakat, khususnya para petani di Kecamatan Babulu dapat memanfaatkan infrastruktur tersebut untuk mendukung sektor pertaniannya, sehingga permasalahan kesulitan dalam mendapatkan air, terutama saat musim kering bisa teratasi.
“Nanti air-air dari sumur bor irigasi itu akan menjadi penyeimbang bagi petani dalam menghadapi kesulitan mendapatkan air untuk lahan pertaniannya,” tandasnya.(Adv)
(Sf/Lo)