Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin (kanan) saat menemui perwakilan Kedutaan Besar Turki di Jakarta.(Dok: Humassetkabppu)
Penajam - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) kembali menawarkan peluang investasi, kali ini ke Kedutaan Besar Turki dan Afrika Selatan.
Sebelumnya di acara Business Cooperation di Jakarta, Pemkab PPU juga telah melakukan penawaran serupa ke Kedutaan Besar Kanada, Selasa (3/6/2025).
“PPU memiliki berbagai sektor potensial untuk dijadikan tempat investasi, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata, industri hingga energi, apalagi wilayah kita ini masuk dalam kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN),” ucap Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin.
Turki menjadi negara pertama yang dijajaki untuk menjalin kerja sama di bidang investasi. Sektor yang ditawarkan antara lain pertanian dan perkebunan, dengan komoditas unggulan seperti padi, kelapa sawit, karet, dan hortikultura.
Saat ini, PPU memiliki lahan baku sawah seluas 7.508 hektare yang siap dikembangkan. Selain itu, sektor perikanan dan kelautan juga menjadi peluang besar, mengingat potensi hasil laut yang melimpah serta prospek pengembangan industri pengolahan hasil laut di wilayah tersebut.
Kemudian kawasan ekowisata kurang lebih seluas 2.398 Ha di empat kecamatan yang menjadi salah satu potensi investasi unggulan karena kondisinya masih asri, alami dan terjaga.
Tidak hanya itu, Pemkab PPU turut menawarkan peluang investasi pada sektor industri yang kawasannya memiliki luas 8.650 Ha dengan 5.942 Ha lahan siap pakai dan telah didukung dengan pelabuhan bongkar muat Buluminung, akses tol Balikpapan–Samarinda dan Bandara VVIP Nusantara yang akan segera beroperasi serta sektor energi terbarukan memiliki tenaga surya dan biomassa.
Sedangkan pertemuan dengan Kedutaan Besar Afrika Selatan, Pemkab PPU menegaskan komitmennya untuk membangun hubungan kemitraan internasional, khususnya dalam investasi di sektor strategis serta kerja sama pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pendidikan.
“Kami berharap pertemuan ini dapat memberikan gambaran nyata mengenai potensi, kesiapan infrastruktur dan peluang kerja sama investasi di berbagai sektor,” harap Waris Muin.
Waris juga secara resmi mengundang Duta Besar Turki dan perwakilan Kedutaan Afrika Selatan untuk berkunjung langsung ke daerah PPU.
"Kami mengundang Yang Mulia Duta Besar Turki dan perwakilan Kedutaan Afrika Selatan untuk dapat berkunjung ke daerah kami. Dengan demikian kedua pihak dapat melihat langsung potensi yang kami miliki dan bersama-sama membahas peluang kerja sama konkret yang dapat direalisasikan," jelas Waris.
Pemkab PPU berharap pertemuan ini menjadi langkah awal menuju hubungan kerja sama yang lebih erat, inklusif dan berkelanjutan antara PPU dengan Turki dan Afrika Selatan, tidak hanya di sektor ekonomi tetapi juga pendidikan, kesehatan, sosial serta budaya.(Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin (kanan) saat menemui perwakilan Kedutaan Besar Turki di Jakarta.(Dok: Humassetkabppu)
Penajam - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) kembali menawarkan peluang investasi, kali ini ke Kedutaan Besar Turki dan Afrika Selatan.
Sebelumnya di acara Business Cooperation di Jakarta, Pemkab PPU juga telah melakukan penawaran serupa ke Kedutaan Besar Kanada, Selasa (3/6/2025).
“PPU memiliki berbagai sektor potensial untuk dijadikan tempat investasi, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata, industri hingga energi, apalagi wilayah kita ini masuk dalam kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN),” ucap Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin.
Turki menjadi negara pertama yang dijajaki untuk menjalin kerja sama di bidang investasi. Sektor yang ditawarkan antara lain pertanian dan perkebunan, dengan komoditas unggulan seperti padi, kelapa sawit, karet, dan hortikultura.
Saat ini, PPU memiliki lahan baku sawah seluas 7.508 hektare yang siap dikembangkan. Selain itu, sektor perikanan dan kelautan juga menjadi peluang besar, mengingat potensi hasil laut yang melimpah serta prospek pengembangan industri pengolahan hasil laut di wilayah tersebut.
Kemudian kawasan ekowisata kurang lebih seluas 2.398 Ha di empat kecamatan yang menjadi salah satu potensi investasi unggulan karena kondisinya masih asri, alami dan terjaga.
Tidak hanya itu, Pemkab PPU turut menawarkan peluang investasi pada sektor industri yang kawasannya memiliki luas 8.650 Ha dengan 5.942 Ha lahan siap pakai dan telah didukung dengan pelabuhan bongkar muat Buluminung, akses tol Balikpapan–Samarinda dan Bandara VVIP Nusantara yang akan segera beroperasi serta sektor energi terbarukan memiliki tenaga surya dan biomassa.
Sedangkan pertemuan dengan Kedutaan Besar Afrika Selatan, Pemkab PPU menegaskan komitmennya untuk membangun hubungan kemitraan internasional, khususnya dalam investasi di sektor strategis serta kerja sama pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pendidikan.
“Kami berharap pertemuan ini dapat memberikan gambaran nyata mengenai potensi, kesiapan infrastruktur dan peluang kerja sama investasi di berbagai sektor,” harap Waris Muin.
Waris juga secara resmi mengundang Duta Besar Turki dan perwakilan Kedutaan Afrika Selatan untuk berkunjung langsung ke daerah PPU.
"Kami mengundang Yang Mulia Duta Besar Turki dan perwakilan Kedutaan Afrika Selatan untuk dapat berkunjung ke daerah kami. Dengan demikian kedua pihak dapat melihat langsung potensi yang kami miliki dan bersama-sama membahas peluang kerja sama konkret yang dapat direalisasikan," jelas Waris.
Pemkab PPU berharap pertemuan ini menjadi langkah awal menuju hubungan kerja sama yang lebih erat, inklusif dan berkelanjutan antara PPU dengan Turki dan Afrika Selatan, tidak hanya di sektor ekonomi tetapi juga pendidikan, kesehatan, sosial serta budaya.(Adv)
(Sf/Lo)