Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Harga Cabai di PPU Makin Pedas, Naik 2 Kali Lipat

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    13 Maret 2025 pukul 12:00 WITA

    Ilustrasi cabai.(Pixabay)

    Penajam - Harga cabai di pasaran mulai melambung tinggi, salah satunya Pasar Induk Penajam, Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang harganya menyentuh Rp110 ribu per Kilogram (Kg).

    Angka tersebut naik dua kali lipat dibanding harga aslinya yang hanya berkisar Rp50 ribu sampai Rp65 ribu per Kg.

    Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Diskukmperindag PPU, Marlina mengatakan lonjakan ini disebabkan kondisi cuaca saat ini sedang tidak menentu, sehingga membuat beberapa lahan pertanian cabai terancam gagal panen.

    “Kondisi cuaca saat ini lebih condong hujan. Dengan kondisi cuaca seperti itu, tentu mempengaruhi hasil panen para petani karena cabai-cabainya membusuk sebelum dipanen,” ucap Marlina, Kamis (13/3/2025).

    Tingginya permintaan konsumen, terutama menjelang perayaan Idulfitri 1446 H menjadi salah satu faktor mengapa harga cabai di pasaran bisa melonjak tinggi.

    Meski lonjakan harga ini tidak bisa dibendung, Diskukmperindag PPU berusaha semaksimal mungkin untuk menstabilkan harga Barang Kebutuhan Pokok (Bapok). 

    “Kita rutin melakukan monitoring ke sejumlah pasar tradisional untuk mendata pergerakan harga Bapok dan memantau ketersediaan barang. Kemarin, kita berhasil menurunkan harga cabai menjadi Rp110 ribu dari Rp120 ribu,” ungkapnya.

    Diskukmperindag PPU lantas berkoordinasi dengan wilayah yang sedang surplus cabai untuk menyuplai pasokannya guna menurunkan lonjakan harga di pasaran.

    “Kita melakukan koordinasi antar daerah dan menggelar gerakan menanam cabai di pekarangan rumah sebagai solusi untuk menghadapi permasalahan lonjakan harga ini,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/By)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Harga Cabai di PPU Makin Pedas, Naik 2 Kali Lipat

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    13 Maret 2025 pukul 12:00 WITA

    Ilustrasi cabai.(Pixabay)

    Penajam - Harga cabai di pasaran mulai melambung tinggi, salah satunya Pasar Induk Penajam, Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang harganya menyentuh Rp110 ribu per Kilogram (Kg).

    Angka tersebut naik dua kali lipat dibanding harga aslinya yang hanya berkisar Rp50 ribu sampai Rp65 ribu per Kg.

    Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Diskukmperindag PPU, Marlina mengatakan lonjakan ini disebabkan kondisi cuaca saat ini sedang tidak menentu, sehingga membuat beberapa lahan pertanian cabai terancam gagal panen.

    “Kondisi cuaca saat ini lebih condong hujan. Dengan kondisi cuaca seperti itu, tentu mempengaruhi hasil panen para petani karena cabai-cabainya membusuk sebelum dipanen,” ucap Marlina, Kamis (13/3/2025).

    Tingginya permintaan konsumen, terutama menjelang perayaan Idulfitri 1446 H menjadi salah satu faktor mengapa harga cabai di pasaran bisa melonjak tinggi.

    Meski lonjakan harga ini tidak bisa dibendung, Diskukmperindag PPU berusaha semaksimal mungkin untuk menstabilkan harga Barang Kebutuhan Pokok (Bapok). 

    “Kita rutin melakukan monitoring ke sejumlah pasar tradisional untuk mendata pergerakan harga Bapok dan memantau ketersediaan barang. Kemarin, kita berhasil menurunkan harga cabai menjadi Rp110 ribu dari Rp120 ribu,” ungkapnya.

    Diskukmperindag PPU lantas berkoordinasi dengan wilayah yang sedang surplus cabai untuk menyuplai pasokannya guna menurunkan lonjakan harga di pasaran.

    “Kita melakukan koordinasi antar daerah dan menggelar gerakan menanam cabai di pekarangan rumah sebagai solusi untuk menghadapi permasalahan lonjakan harga ini,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/By)