Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Gubernur Kaltim Ingin PPU Sejajar dengan Daerah Maju

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:BUNIYAMIN
    14 Maret 2025 pukul 11:27 WITA

    Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud (Kanan). Wabup Kaltim, Seno Aji (Tengah). Bupati PPU, Mudyat Noor (Kiri). (Istimewa)

    Penajam - Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang baru saja menginjak usia 23 tahun pada 10 Maret 2025 lalu digadang-gadang sebagai wajah Indonesia yang baru karena berdampingan langsung dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku.

    Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud berambisi untuk mendorong proses akselerasi pembangunan di daerah PPU agar lebih berkembang pesat dibandingkan daerah-daerah lain.

    “IKN berada di PPU, jadi sudah selayaknya daerah PPU segera berakselerasi dan bahkan bisa setara dengan Singapura karena ada IKN di PPU, sehingga wajah Indonesia berada di PPU,” ucap Rudy di Ramadan Fest Masjid Agung Al-Ikhlas, Kamis (13/3/2025).

    Menurutnya, kehadiran IKN dan proyek-proyek strategis milik nasional seperti bandara Very Very Important Person (VVIP) di Kelurahan Gersik dan Jembatan Pulau Balang di Kelurahan Pantai Lango, Kecamatan Penajam yang merupakan salah satu akses penghubung antara PPU dan Balikpapan berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

    “Dengan terbukanya Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan wilayah Balikpapan, tentu akan membuat daerah PPU semakin berlari kencang, sama halnya seperti bandara VVIP IKN yang semakin membuat daerah PPU berpeluang besar untuk berkembang pesat,” ungkapnya.

    Rudy berkomitmen akan mengubah Pelabuhan Penajam yang menjadi wajah baru guna menarik perhatian dan ramah bagi para wisatawan untuk berkunjung di daerah yang disebut sebagai gerbang IKN ini.

    Untuk mewujudkan rencana itu, Rudy pun mengajak seluruh elemen masyarakat di Kaltim, khususnya warga PPU untuk berperan aktif dalam membangun daerah.

    "Pembangunan yang ada di PPU bukan hanya tugas salah satu pihak saja, tapi juga merupakan tugas kita bersama," tegasnya. (Adv)

    (Sf/By)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Gubernur Kaltim Ingin PPU Sejajar dengan Daerah Maju

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:BUNIYAMIN
    14 Maret 2025 pukul 11:27 WITA

    Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud (Kanan). Wabup Kaltim, Seno Aji (Tengah). Bupati PPU, Mudyat Noor (Kiri). (Istimewa)

    Penajam - Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang baru saja menginjak usia 23 tahun pada 10 Maret 2025 lalu digadang-gadang sebagai wajah Indonesia yang baru karena berdampingan langsung dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku.

    Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud berambisi untuk mendorong proses akselerasi pembangunan di daerah PPU agar lebih berkembang pesat dibandingkan daerah-daerah lain.

    “IKN berada di PPU, jadi sudah selayaknya daerah PPU segera berakselerasi dan bahkan bisa setara dengan Singapura karena ada IKN di PPU, sehingga wajah Indonesia berada di PPU,” ucap Rudy di Ramadan Fest Masjid Agung Al-Ikhlas, Kamis (13/3/2025).

    Menurutnya, kehadiran IKN dan proyek-proyek strategis milik nasional seperti bandara Very Very Important Person (VVIP) di Kelurahan Gersik dan Jembatan Pulau Balang di Kelurahan Pantai Lango, Kecamatan Penajam yang merupakan salah satu akses penghubung antara PPU dan Balikpapan berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

    “Dengan terbukanya Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan wilayah Balikpapan, tentu akan membuat daerah PPU semakin berlari kencang, sama halnya seperti bandara VVIP IKN yang semakin membuat daerah PPU berpeluang besar untuk berkembang pesat,” ungkapnya.

    Rudy berkomitmen akan mengubah Pelabuhan Penajam yang menjadi wajah baru guna menarik perhatian dan ramah bagi para wisatawan untuk berkunjung di daerah yang disebut sebagai gerbang IKN ini.

    Untuk mewujudkan rencana itu, Rudy pun mengajak seluruh elemen masyarakat di Kaltim, khususnya warga PPU untuk berperan aktif dalam membangun daerah.

    "Pembangunan yang ada di PPU bukan hanya tugas salah satu pihak saja, tapi juga merupakan tugas kita bersama," tegasnya. (Adv)

    (Sf/By)