Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Evaluasi Tani Camp, Sekda PPU Dorong Gerakan Tanam Mandiri Tekan Inflasi

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rudianto
    11 Oktober 2026 pukul 13:04 WITA

    Sekretaris Daerah PPU, Tohar. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Tohar, mengevaluasi program Tani Camp yang telah berjalan sejak Agustus 2026, kerja sama dengan Bank Indonesia. 

    Program ini merupakan pilot project ketahanan pangan dengan menyalurkan bibit komoditas cabai, terung, dan tomat kepada kelompok tani, PKK, hingga siswa untuk dibudidayakan secara mandiri di pekarangan rumah.

    Tohar menilai, semangat utama Tani Camp adalah membangun kedaulatan pangan dari lingkup terkecil, yakni rumah tangga.

    "Kalau kebijakan ini menyebar dan ada semangat untuk bergerak mandiri, saya kira ini punya makna besar bagi ketahanan pangan. Paling tidak bisa mengurangi sedikit beban pengeluaran rumah tangga," ujar Tohar, Jumat (9/10/2026).

    Ia berharap gerakan ini tidak berhenti di kelompok tertentu, melainkan bisa didesiminasikan secara luas ke masyarakat. Pasalnya, modal yang dibutuhkan relatif kecil dan teknik budidaya dengan polibag cukup mudah diterapkan.

    "Jika program ini hanya berhenti di PKK saja dan tidak menyebar, berarti ada yang kurang. Menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mendiseminasikan agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas, karena modalnya tidak besar," jelasnya.

    Evaluasi ini menjadi penting mengingat PPU masih sangat bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah, terutama dari Jawa dan Sulawesi.

    "Disebutkan bahwa Balikpapan saja 87 persen komoditas di pasaran didatangkan dari daratan Jawa dan Sulawesi, PPU tak ubahnya sama," kata Tohar 

    Kondisi tersebut berdampak langsung pada harga dan inflasi daerah.

    "Ini menjadi catatan dan tantangan kita. Untuk mendatangkan satu komoditas saja dari luar, kita harus mengeluarkan biaya lebih. Ini berkorelasi langsung dengan inflasi," ucapnya.

    Melalui Tani Camp, Pemkab PPU mencoba menggerakkan kesadaran kolektif untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan. Selain membantu memenuhi kebutuhan dapur, program ini diharapkan menjadi langkah konkret menekan laju inflasi dari sektor pangan. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Evaluasi Tani Camp, Sekda PPU Dorong Gerakan Tanam Mandiri Tekan Inflasi

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rudianto
    11 Oktober 2026 pukul 13:04 WITA

    Sekretaris Daerah PPU, Tohar. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Tohar, mengevaluasi program Tani Camp yang telah berjalan sejak Agustus 2026, kerja sama dengan Bank Indonesia. 

    Program ini merupakan pilot project ketahanan pangan dengan menyalurkan bibit komoditas cabai, terung, dan tomat kepada kelompok tani, PKK, hingga siswa untuk dibudidayakan secara mandiri di pekarangan rumah.

    Tohar menilai, semangat utama Tani Camp adalah membangun kedaulatan pangan dari lingkup terkecil, yakni rumah tangga.

    "Kalau kebijakan ini menyebar dan ada semangat untuk bergerak mandiri, saya kira ini punya makna besar bagi ketahanan pangan. Paling tidak bisa mengurangi sedikit beban pengeluaran rumah tangga," ujar Tohar, Jumat (9/10/2026).

    Ia berharap gerakan ini tidak berhenti di kelompok tertentu, melainkan bisa didesiminasikan secara luas ke masyarakat. Pasalnya, modal yang dibutuhkan relatif kecil dan teknik budidaya dengan polibag cukup mudah diterapkan.

    "Jika program ini hanya berhenti di PKK saja dan tidak menyebar, berarti ada yang kurang. Menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mendiseminasikan agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas, karena modalnya tidak besar," jelasnya.

    Evaluasi ini menjadi penting mengingat PPU masih sangat bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah, terutama dari Jawa dan Sulawesi.

    "Disebutkan bahwa Balikpapan saja 87 persen komoditas di pasaran didatangkan dari daratan Jawa dan Sulawesi, PPU tak ubahnya sama," kata Tohar 

    Kondisi tersebut berdampak langsung pada harga dan inflasi daerah.

    "Ini menjadi catatan dan tantangan kita. Untuk mendatangkan satu komoditas saja dari luar, kita harus mengeluarkan biaya lebih. Ini berkorelasi langsung dengan inflasi," ucapnya.

    Melalui Tani Camp, Pemkab PPU mencoba menggerakkan kesadaran kolektif untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan. Selain membantu memenuhi kebutuhan dapur, program ini diharapkan menjadi langkah konkret menekan laju inflasi dari sektor pangan. (Adv)

    (Sf/Rs)