Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Dukung Swasembada Pangan, Distan PPU Gelar Panen Padi Berkualitas Unggul di Desa Sesulu

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    13 Maret 2025 pukul 16:38 WITA

    Distan PPU bersama BSIP Kaltim menggelar panen padi jenis Inpari 43 di Desa Sesulu, Kecamatan Waru, Kamis (13/3/2025).(Istimewa)

    Penajam - Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) bersama Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar gerakan panen padi jenis Inpari 43 dengan melibatkan Kelompok Tani (Poktan) Sipatuo, Desa Sesulu, Kecamatan Waru, Kamis (13/3/2025).

    Gerakan panen ini dilakukan dalam rangka mendukung swasembada pangan di Kabupaten PPU, sekaligus merupakan motivasi dan apresiasi pemerintah daerah kepada petani, khususnya Poktan Sipatuo.

    Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan mengatakan Poktan Sipatuo mampu menangkarkan benih varietas Inpari 43 yang merupakan padi berkualitas unggul, sehingga benihnya pun dijadikan sebagai sumber benih penjenis bagi petani di sekitar.

    "Ini dilakukan setelah melalui mekanisme sertifikasi benih oleh Balai Pengawasan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan Provinsi Kaltim," ucap Gunawan.

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait hasil ubinan, kata dia, tiga petak ubinan mampu menghasilkan 11,9 Kg atau setara dengan gabah kering panen 6,3 ton per Hektare (Ha).

    “Jadi, kami mengapresiasi kepada seluruh rekan-rekan Penyuluh Pertanian Lapangan ( PPL) dan petugas Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) se-Kecamatan Waru yang telah mendampingi pelaksanaan ini hingga panen," ungkapnya.

    "Ke depannya, program tersebut dapat terus ditingkatkan dan keberhasilan ini bisa diterapkan di Kecamatan Babulu sebagai sentra padi terluas di PPU," sambungnya.

    Dirinya berharap program tersebut harus tetap dilaksanakan dan ditingkatkan agar betul-betul menjadi mandiri benih setiap saat bagi petani di PPU. 

    "Keberhasilan ini bisa dilakukan oleh kelompok tani lainnya agar dapat meningkatkan produksi serta menerapkan pola tanam pindah yang betul-betul sangat signifikan dalam meningkatkan produksi. Ini selaras dengan astacita presiden dalam rangka meningkatkan produksi padi untuk swasembada pangan," tandasnya. (Adv)

    (Sf/By)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Dukung Swasembada Pangan, Distan PPU Gelar Panen Padi Berkualitas Unggul di Desa Sesulu

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    13 Maret 2025 pukul 16:38 WITA

    Distan PPU bersama BSIP Kaltim menggelar panen padi jenis Inpari 43 di Desa Sesulu, Kecamatan Waru, Kamis (13/3/2025).(Istimewa)

    Penajam - Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) bersama Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar gerakan panen padi jenis Inpari 43 dengan melibatkan Kelompok Tani (Poktan) Sipatuo, Desa Sesulu, Kecamatan Waru, Kamis (13/3/2025).

    Gerakan panen ini dilakukan dalam rangka mendukung swasembada pangan di Kabupaten PPU, sekaligus merupakan motivasi dan apresiasi pemerintah daerah kepada petani, khususnya Poktan Sipatuo.

    Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan mengatakan Poktan Sipatuo mampu menangkarkan benih varietas Inpari 43 yang merupakan padi berkualitas unggul, sehingga benihnya pun dijadikan sebagai sumber benih penjenis bagi petani di sekitar.

    "Ini dilakukan setelah melalui mekanisme sertifikasi benih oleh Balai Pengawasan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan Provinsi Kaltim," ucap Gunawan.

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait hasil ubinan, kata dia, tiga petak ubinan mampu menghasilkan 11,9 Kg atau setara dengan gabah kering panen 6,3 ton per Hektare (Ha).

    “Jadi, kami mengapresiasi kepada seluruh rekan-rekan Penyuluh Pertanian Lapangan ( PPL) dan petugas Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) se-Kecamatan Waru yang telah mendampingi pelaksanaan ini hingga panen," ungkapnya.

    "Ke depannya, program tersebut dapat terus ditingkatkan dan keberhasilan ini bisa diterapkan di Kecamatan Babulu sebagai sentra padi terluas di PPU," sambungnya.

    Dirinya berharap program tersebut harus tetap dilaksanakan dan ditingkatkan agar betul-betul menjadi mandiri benih setiap saat bagi petani di PPU. 

    "Keberhasilan ini bisa dilakukan oleh kelompok tani lainnya agar dapat meningkatkan produksi serta menerapkan pola tanam pindah yang betul-betul sangat signifikan dalam meningkatkan produksi. Ini selaras dengan astacita presiden dalam rangka meningkatkan produksi padi untuk swasembada pangan," tandasnya. (Adv)

    (Sf/By)