Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Ilustrasi TNI yang dilibatkan dalam sektor pertanian.(Freepik)
Penajam – Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) berencana melibatkan personel TNI dalam berbagai kegiatan konstruksi di sektor pertanian.
Mereka berencana membangun tanggul, penggalian sedimen, pembersihan parit dan lainnya. Keterlibatan personel TNI dalam sektor pertanian ini sesuai dengan instruksi pemerintah pusat yang ingin program swasembada pangan segera terwujud.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan mengatakan para personel TNI akan dilibatkan dalam pembangunan infrastruktur irigasi yang bertujuan untuk mendekatkan sumber air baku ke lahan pertanian.
“Apabila kita ada irigasi, maka para petani tidak perlu lagi mengharapkan Bendung Gerak Telake di perbatasan antara PPU dan Paser sebagai sumber air baku utama untuk pertanian. Jadi karena proyek pembangunan Bendung Gerak Telake belum juga direalisasikan hingga saat ini, maka bagaimana pun kita harus mandiri,” ucap Gunawan, Senin (7/4/2025).
Selain terlibat dalam pembangunan sumber air untuk pertanian, personel TNI juga akan dilibatkan dalam pengoptimalan lahan tidur seluas 5.896 Hektare (Ha) di tiga kecamatan dan 15 desa.
Mereka akan dibekali sejumlah uang senilai Rp4,5 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) sebagai biaya operasional.
“Jadi setiap satu Ha lahan tidur yang akan digarap bakal mendapatkan Rp4,5 juta untuk ongkos pengerjaannya. Mungkin digunakan untuk membeli peralatan dan kebutuhan lainnya,” ungkap Gunawan.
Rencananya, pengoptimalan lahan tidur akan dimulai dari Kecamatan Babulu terlebih dahulu, terutama Desa Rawa Mulia yang lahan tidurnya diperkirakan seluas 580 Ha. (Adv)
(Sf/By)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Ilustrasi TNI yang dilibatkan dalam sektor pertanian.(Freepik)
Penajam – Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) berencana melibatkan personel TNI dalam berbagai kegiatan konstruksi di sektor pertanian.
Mereka berencana membangun tanggul, penggalian sedimen, pembersihan parit dan lainnya. Keterlibatan personel TNI dalam sektor pertanian ini sesuai dengan instruksi pemerintah pusat yang ingin program swasembada pangan segera terwujud.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan mengatakan para personel TNI akan dilibatkan dalam pembangunan infrastruktur irigasi yang bertujuan untuk mendekatkan sumber air baku ke lahan pertanian.
“Apabila kita ada irigasi, maka para petani tidak perlu lagi mengharapkan Bendung Gerak Telake di perbatasan antara PPU dan Paser sebagai sumber air baku utama untuk pertanian. Jadi karena proyek pembangunan Bendung Gerak Telake belum juga direalisasikan hingga saat ini, maka bagaimana pun kita harus mandiri,” ucap Gunawan, Senin (7/4/2025).
Selain terlibat dalam pembangunan sumber air untuk pertanian, personel TNI juga akan dilibatkan dalam pengoptimalan lahan tidur seluas 5.896 Hektare (Ha) di tiga kecamatan dan 15 desa.
Mereka akan dibekali sejumlah uang senilai Rp4,5 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) sebagai biaya operasional.
“Jadi setiap satu Ha lahan tidur yang akan digarap bakal mendapatkan Rp4,5 juta untuk ongkos pengerjaannya. Mungkin digunakan untuk membeli peralatan dan kebutuhan lainnya,” ungkap Gunawan.
Rencananya, pengoptimalan lahan tidur akan dimulai dari Kecamatan Babulu terlebih dahulu, terutama Desa Rawa Mulia yang lahan tidurnya diperkirakan seluas 580 Ha. (Adv)
(Sf/By)