Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    DPMPTSP PPU Terus Genjot Realisasi Investasi, Sudah Capai Rp700 Miliar di Triwulan III

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    16 Oktober 2026 pukul 00:05 WITA

    Kepala DPMPTSP PPU, Amrullah. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Realisasi investasi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus bergerak. Hingga Triwulan III 2026, capaian investasi telah menyentuh angka Rp700 miliar.

    Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) PPU aktif melakukan monitoring dan pendampingan kepada para pelaku usaha untuk memastikan tren positif tersebut terus berlanjut.

    Kepala DPMPTSP PPU, Amrullah, mengatakan pihaknya optimistis capaian akan terus bertambah. Salah satunya dengan mendorong perusahaan agar tertib melaporkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM)  melalui sistem Online Single Submission (OSS).

    "Posisi kita di Triwulan III ini masih sekitar Rp700 miliar, dan kita terus lakukan pendampingan," ujar Amrullah, Kamis (15/10/2026).

    Ia memaparkan tren realisasi yang terus bergerak naik. Pada Triwulan I tercatat Rp136,19 miliar, kemudian meningkat signifikan di Triwulan II menjadi Rp501,69 miliar.

    Menurut dia, investasi di PPU masih sangat dipengaruhi geliat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Pada 2024 lalu, realisasi investasi bahkan melampaui target. Dari target Rp2,5 triliun, capaian berhasil mencapai Rp3,7 triliun berkat masifnya pembangunan IKN.

    Saat itu, penyumbang terbesar berasal dari subsektor listrik, gas, dan air, serta industri kimia dan farmasi. 

    "Pengaruhnya masih di sekitaran IKN. Kita cek di OSS seperti itu," katanya.

    Untuk tahun ini, sektor kesehatan menjadi penyumbang terbesar, yakni dari pembangunan Rumah Sakit Mayapada dan Hermina di kawasan IKN.

    Saat ini, DPMPTSP PPU juga tengah mengawal rencana investasi baru bernilai besar, yakni proyek baja yang masih dalam tahap rekomendasi di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).

    Terkait target Rp3,4 triliun yang ditetapkan DPMPTSP Provinsi Kaltim, Amrullah menyebut pihaknya tetap menerima sebagai perpanjangan tangan kewenangan BKPM. Namun secara internal, DPMPTSP PPU menetapkan target Rp1,6 triliun yang lebih realistis untuk dikawal.

    Amrullah optimistis, jika proyek baja tersebut masuk, capaian investasi akan terdongkrak signifikan.

    "Kalau itu masuk pasti tercapai, karena nilainya besar sekali," tutupnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    DPMPTSP PPU Terus Genjot Realisasi Investasi, Sudah Capai Rp700 Miliar di Triwulan III

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    16 Oktober 2026 pukul 00:05 WITA

    Kepala DPMPTSP PPU, Amrullah. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Realisasi investasi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus bergerak. Hingga Triwulan III 2026, capaian investasi telah menyentuh angka Rp700 miliar.

    Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) PPU aktif melakukan monitoring dan pendampingan kepada para pelaku usaha untuk memastikan tren positif tersebut terus berlanjut.

    Kepala DPMPTSP PPU, Amrullah, mengatakan pihaknya optimistis capaian akan terus bertambah. Salah satunya dengan mendorong perusahaan agar tertib melaporkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM)  melalui sistem Online Single Submission (OSS).

    "Posisi kita di Triwulan III ini masih sekitar Rp700 miliar, dan kita terus lakukan pendampingan," ujar Amrullah, Kamis (15/10/2026).

    Ia memaparkan tren realisasi yang terus bergerak naik. Pada Triwulan I tercatat Rp136,19 miliar, kemudian meningkat signifikan di Triwulan II menjadi Rp501,69 miliar.

    Menurut dia, investasi di PPU masih sangat dipengaruhi geliat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Pada 2024 lalu, realisasi investasi bahkan melampaui target. Dari target Rp2,5 triliun, capaian berhasil mencapai Rp3,7 triliun berkat masifnya pembangunan IKN.

    Saat itu, penyumbang terbesar berasal dari subsektor listrik, gas, dan air, serta industri kimia dan farmasi. 

    "Pengaruhnya masih di sekitaran IKN. Kita cek di OSS seperti itu," katanya.

    Untuk tahun ini, sektor kesehatan menjadi penyumbang terbesar, yakni dari pembangunan Rumah Sakit Mayapada dan Hermina di kawasan IKN.

    Saat ini, DPMPTSP PPU juga tengah mengawal rencana investasi baru bernilai besar, yakni proyek baja yang masih dalam tahap rekomendasi di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).

    Terkait target Rp3,4 triliun yang ditetapkan DPMPTSP Provinsi Kaltim, Amrullah menyebut pihaknya tetap menerima sebagai perpanjangan tangan kewenangan BKPM. Namun secara internal, DPMPTSP PPU menetapkan target Rp1,6 triliun yang lebih realistis untuk dikawal.

    Amrullah optimistis, jika proyek baja tersebut masuk, capaian investasi akan terdongkrak signifikan.

    "Kalau itu masuk pasti tercapai, karena nilainya besar sekali," tutupnya. (Adv)

    (Sf/Rs)