Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Dorong UMKM PPU Naik Kelas, Toko Kelontong Dianjurkan Pakai QRIS

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    16 Mei 2025 pukul 19:55 WITA

    Ilustrasi barcode Qris.(Dok:Freepik)

    Penajam - Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) Penajam Paser Utara (PPU) mengimbau seluruh toko kelontong di wilayahnya untuk mulai menerapkan sistem pembayaran non-tunai dengan memasang barcode QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

    Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung percepatan digitalisasi ekonomi di daerah, sekaligus memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi sehari-hari.

    Kehadiran QRIS bertujuan agar proses pembayaran menjadi lebih cepat, praktis, dan aman, sehingga dapat meningkatkan kenyamanan konsumen. Mengingat saat ini sebagian besar masyarakat sudah mulai beralih dari penggunaan uang fisik ke sistem pembayaran digital, mengikuti perkembangan teknologi dan zaman yang semakin maju.

    “Kami mengharapkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di PPU dapat naik kelas dengan mengikuti tren digitalisasi ini. Salah satu caranya adalah dengan beralih ke pembayaran digital seperti QRIS,” ucap Kabid Koperasi dan UMKM Diskukmperindag PPU, Nurlianti, pada Jumat (16/5/2025).

    Nurlianti menjelaskan bahwa Diskukmperindag akan terus melaksanakan berbagai sosialisasi dan pelatihan terkait pemanfaatan teknologi digital kepada seluruh pelaku UMKM, termasuk toko kelontong agar mereka semakin familiar dan mampu memanfaatkan teknologi dengan baik.

    Imbauan ini tidak hanya ditujukan kepada pemilik toko kelontong saja, tapi juga semua pelaku UMKM untuk mulai menerapkan QRIS di tempat dagangannya.

    Selain memudahkan pembeli yang tidak membawa uang tunai, penggunaan QRIS juga membantu pelaku UMKM dalam mencatat hasil penjualan secara lebih mudah dan akurat. Data transaksi akan langsung tercatat otomatis melalui notifikasi yang muncul dari aplikasi dompet digital yang digunakan.

    “Kami sangat berharap pelaku UMKM di daerah ini dapat semakin maju dan mengikuti perkembangan teknologi serta zaman. Apalagi pembayaran melalui QRIS ini lebih simpel, efisien dan aman dibandingkan cara konvensional,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Dorong UMKM PPU Naik Kelas, Toko Kelontong Dianjurkan Pakai QRIS

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    16 Mei 2025 pukul 19:55 WITA

    Ilustrasi barcode Qris.(Dok:Freepik)

    Penajam - Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) Penajam Paser Utara (PPU) mengimbau seluruh toko kelontong di wilayahnya untuk mulai menerapkan sistem pembayaran non-tunai dengan memasang barcode QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

    Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung percepatan digitalisasi ekonomi di daerah, sekaligus memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi sehari-hari.

    Kehadiran QRIS bertujuan agar proses pembayaran menjadi lebih cepat, praktis, dan aman, sehingga dapat meningkatkan kenyamanan konsumen. Mengingat saat ini sebagian besar masyarakat sudah mulai beralih dari penggunaan uang fisik ke sistem pembayaran digital, mengikuti perkembangan teknologi dan zaman yang semakin maju.

    “Kami mengharapkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di PPU dapat naik kelas dengan mengikuti tren digitalisasi ini. Salah satu caranya adalah dengan beralih ke pembayaran digital seperti QRIS,” ucap Kabid Koperasi dan UMKM Diskukmperindag PPU, Nurlianti, pada Jumat (16/5/2025).

    Nurlianti menjelaskan bahwa Diskukmperindag akan terus melaksanakan berbagai sosialisasi dan pelatihan terkait pemanfaatan teknologi digital kepada seluruh pelaku UMKM, termasuk toko kelontong agar mereka semakin familiar dan mampu memanfaatkan teknologi dengan baik.

    Imbauan ini tidak hanya ditujukan kepada pemilik toko kelontong saja, tapi juga semua pelaku UMKM untuk mulai menerapkan QRIS di tempat dagangannya.

    Selain memudahkan pembeli yang tidak membawa uang tunai, penggunaan QRIS juga membantu pelaku UMKM dalam mencatat hasil penjualan secara lebih mudah dan akurat. Data transaksi akan langsung tercatat otomatis melalui notifikasi yang muncul dari aplikasi dompet digital yang digunakan.

    “Kami sangat berharap pelaku UMKM di daerah ini dapat semakin maju dan mengikuti perkembangan teknologi serta zaman. Apalagi pembayaran melalui QRIS ini lebih simpel, efisien dan aman dibandingkan cara konvensional,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)