Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Dorong Kemandirian Ekonomi, PPU dan UGM Luncurkan Program Sekolah Inovasi Desa

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    29 Juli 2025 pukul 15:15 WITA

    Jajaran Pemkab PPU bersama UGM saat meluncur Program Sekolah Inovasi Desa (Dok: Humassetkabppu)

    Penajam - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) resmi meluncurkan Program Sekolah Inovasi Desa (SID) dalam sosialisasi di aula lantai III Sekretariat Kabupaten (Setkab), Senin (28/7/2025).

    Bupati PPU, Mudyat Noor menekankan pentingnya inovasi desa sebagai upaya untuk mendorong kemandirian ekonomi di era kekinian. 

    "Desa bukan lagi pinggiran, melainkan episentrum kemajuan bangsa. Setiap desa di PPU menyimpan potensi unggul, baik sumber daya alam, kearifan lokal maupun semangat gotong royong masyarakatnya. Tapi potensi itu harus diolah menjadi nilai tambah konkret melalui inovasi dan tata kelola kelembagaan yang modern," ucapnya.

    SID yang digagas Pemkab PPU bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) ini hadir sebagai jawaban atas tantangan rendahnya kapasitas inovasi di tingkat desa. 

    Program ini bukan sekadar pelatihan, tapi pendampingan sistematis untuk mewujudkan “Satu Desa Satu Inovasi” yang terintegrasi dengan Koperasi Merah Putih dan BUMDes.

    Mudyat menyebut tiga alasan penting SID menjadi program strategis bagi PPU. Pertama, memperkuat kelembagaan lokal. Kedua, membangun kepemimpinan kolaboratif. Ketiga, mendorong inovasi berbasis potensi lokal.

    Ia menekankan PPU menghadapi tantangan nyata, seperti keterbatasan kapasitas SDM dalam mengelola kelembagaan ekonomi desa, minimnya akses teknologi dan pasar, serta potensi sumber daya lokal yang belum tergarap optimal. 

    Melalui SID, tantangan ini akan dijawab dengan pendampingan langsung oleh ahli UGM, kurikulum berbasis proyek yang aplikatif serta jejaring kolaborasi antardesa bersama pemangku kepentingan nasional.

    "Ini momentum emas untuk mentransformasi desa kita dari konsumtif menjadi produktif, dari tradisional menjadi inovatif,” serunya.

    Mudyat mengajak seluruh kades di PPU untuk segera berperan aktif desanya dalam program SID, memanfaatkan pendampingan UGM, mengintegrasikan rencana inovasi ke dalam RPJMDes, serta menyinergikan Koperasi Merah Putih dan BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa.

    Sementara Ketua Program Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan Sekolah Pascasarjana UGM, Prof Dr Agus Heruanto Hadna menyatakan program SID yang digagas bersama Pemkab PPU ini merupakan wujud komitmen UGM dalam mendukung pembangunan desa yang inovatif dan berkelanjutan di Indonesia. 

    “Kami akan memberikan pendampingan intensif kepada desa-desa peserta agar dapat menghasilkan inovasi unggulan yang benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

    Sementara Ketua Prodi Magister Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan Sekolah Pascasarjana UGM, Prof Dr Ir Ahmad Maryudi menambahkan kurikulum SID dirancang secara komprehensif, mulai dari penguatan kapasitas kepemimpinan transformasional, manajemen inovasi, tata kelola kelembagaan ekonomi desa, hingga proses inkubasi dan implementasi inovasi yang terintegrasi dengan Koperasi Merah Putih dan BUMDes.

    “Kami optimistis program ini dapat melahirkan pemimpin dan inovator desa yang tangguh di PPU,” bebernya.

    Acara sosialisasi ini merupakan tonggak awal pelaksanaan Program SID di PPU yang akan dilaksanakan selama satu tahun ke depan dengan pendampingan intensif dari tim ahli UGM.

    Melalui pendekatan blended learning, SID bertujuan menghasilkan inovasi unggulan desa yang terintegrasi dengan Koperasi Merah Putih dan BUMDes, memperkuat kapasitas kepemimpinan dan kelembagaan desa serta mendorong terciptanya usaha ekonomi produktif yang dikelola secara profesional.

    "Ini adalah investasi strategis untuk membangun kemandirian dan daya saing desa. Kami berharap program ini dapat melahirkan pemimpin dan inovator desa yang tangguh, serta menghasilkan inovasi-inovasi lokal yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa di PPU,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Dorong Kemandirian Ekonomi, PPU dan UGM Luncurkan Program Sekolah Inovasi Desa

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    29 Juli 2025 pukul 15:15 WITA

    Jajaran Pemkab PPU bersama UGM saat meluncur Program Sekolah Inovasi Desa (Dok: Humassetkabppu)

    Penajam - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) resmi meluncurkan Program Sekolah Inovasi Desa (SID) dalam sosialisasi di aula lantai III Sekretariat Kabupaten (Setkab), Senin (28/7/2025).

    Bupati PPU, Mudyat Noor menekankan pentingnya inovasi desa sebagai upaya untuk mendorong kemandirian ekonomi di era kekinian. 

    "Desa bukan lagi pinggiran, melainkan episentrum kemajuan bangsa. Setiap desa di PPU menyimpan potensi unggul, baik sumber daya alam, kearifan lokal maupun semangat gotong royong masyarakatnya. Tapi potensi itu harus diolah menjadi nilai tambah konkret melalui inovasi dan tata kelola kelembagaan yang modern," ucapnya.

    SID yang digagas Pemkab PPU bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) ini hadir sebagai jawaban atas tantangan rendahnya kapasitas inovasi di tingkat desa. 

    Program ini bukan sekadar pelatihan, tapi pendampingan sistematis untuk mewujudkan “Satu Desa Satu Inovasi” yang terintegrasi dengan Koperasi Merah Putih dan BUMDes.

    Mudyat menyebut tiga alasan penting SID menjadi program strategis bagi PPU. Pertama, memperkuat kelembagaan lokal. Kedua, membangun kepemimpinan kolaboratif. Ketiga, mendorong inovasi berbasis potensi lokal.

    Ia menekankan PPU menghadapi tantangan nyata, seperti keterbatasan kapasitas SDM dalam mengelola kelembagaan ekonomi desa, minimnya akses teknologi dan pasar, serta potensi sumber daya lokal yang belum tergarap optimal. 

    Melalui SID, tantangan ini akan dijawab dengan pendampingan langsung oleh ahli UGM, kurikulum berbasis proyek yang aplikatif serta jejaring kolaborasi antardesa bersama pemangku kepentingan nasional.

    "Ini momentum emas untuk mentransformasi desa kita dari konsumtif menjadi produktif, dari tradisional menjadi inovatif,” serunya.

    Mudyat mengajak seluruh kades di PPU untuk segera berperan aktif desanya dalam program SID, memanfaatkan pendampingan UGM, mengintegrasikan rencana inovasi ke dalam RPJMDes, serta menyinergikan Koperasi Merah Putih dan BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa.

    Sementara Ketua Program Doktor Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan Sekolah Pascasarjana UGM, Prof Dr Agus Heruanto Hadna menyatakan program SID yang digagas bersama Pemkab PPU ini merupakan wujud komitmen UGM dalam mendukung pembangunan desa yang inovatif dan berkelanjutan di Indonesia. 

    “Kami akan memberikan pendampingan intensif kepada desa-desa peserta agar dapat menghasilkan inovasi unggulan yang benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

    Sementara Ketua Prodi Magister Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan Sekolah Pascasarjana UGM, Prof Dr Ir Ahmad Maryudi menambahkan kurikulum SID dirancang secara komprehensif, mulai dari penguatan kapasitas kepemimpinan transformasional, manajemen inovasi, tata kelola kelembagaan ekonomi desa, hingga proses inkubasi dan implementasi inovasi yang terintegrasi dengan Koperasi Merah Putih dan BUMDes.

    “Kami optimistis program ini dapat melahirkan pemimpin dan inovator desa yang tangguh di PPU,” bebernya.

    Acara sosialisasi ini merupakan tonggak awal pelaksanaan Program SID di PPU yang akan dilaksanakan selama satu tahun ke depan dengan pendampingan intensif dari tim ahli UGM.

    Melalui pendekatan blended learning, SID bertujuan menghasilkan inovasi unggulan desa yang terintegrasi dengan Koperasi Merah Putih dan BUMDes, memperkuat kapasitas kepemimpinan dan kelembagaan desa serta mendorong terciptanya usaha ekonomi produktif yang dikelola secara profesional.

    "Ini adalah investasi strategis untuk membangun kemandirian dan daya saing desa. Kami berharap program ini dapat melahirkan pemimpin dan inovator desa yang tangguh, serta menghasilkan inovasi-inovasi lokal yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa di PPU,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)