Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Kepala DLH PPU, Safwana.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Penajam Paser Utara (PPU) berencana membentuk tiga bank sampah baru setiap tahunnya.
Pembentukan bank sampah ini merupakan salah satu komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan pengelolaan dan mengurangi volume sampah yang diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Buluminung, Kecamatan Penajam yang diperkirakan terancam penuh dalam 1,5 tahun mendatang.
“Saya nilai kehadiran bank sampah sangat efektif dalam mengurangi volume sampah yang diangkut ke TPA Buluminung, karena sampah-sampah itu dipilah antara yang bisa didaur ulang dan tidak,” ucap Kepala DLH PPU, Safwana, Selasa (22/4/2025).
Safwana mengaku telah membentuk sekitar 200 bank sampah di empat kecamatan, yaitu Penajam, Babulu, Waru dan Sepaku.
Rencananya, pembentukan bank sampah ditarget hingga tingkat RT dan RW dengan tujuan untuk memberdayakan masyarakat secara luas.
Sampah-sampah yang telah dipilah, seperti kaleng, botol dan sampah daur ulang lainnya memiliki nilai ekonomis dan dapat menambah penghasilan bagi masyarakat.
“Botol-botol minuman dan kaleng bekas memiliki nilai jual karena bisa didaur ulang. Jadi kami mengajak masyarakat untuk memilah sampah-sampahnya karena bisa dijual ke bank sampah atau pengepul lainnya,” tandasnya.(Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Kepala DLH PPU, Safwana.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Penajam Paser Utara (PPU) berencana membentuk tiga bank sampah baru setiap tahunnya.
Pembentukan bank sampah ini merupakan salah satu komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan pengelolaan dan mengurangi volume sampah yang diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Buluminung, Kecamatan Penajam yang diperkirakan terancam penuh dalam 1,5 tahun mendatang.
“Saya nilai kehadiran bank sampah sangat efektif dalam mengurangi volume sampah yang diangkut ke TPA Buluminung, karena sampah-sampah itu dipilah antara yang bisa didaur ulang dan tidak,” ucap Kepala DLH PPU, Safwana, Selasa (22/4/2025).
Safwana mengaku telah membentuk sekitar 200 bank sampah di empat kecamatan, yaitu Penajam, Babulu, Waru dan Sepaku.
Rencananya, pembentukan bank sampah ditarget hingga tingkat RT dan RW dengan tujuan untuk memberdayakan masyarakat secara luas.
Sampah-sampah yang telah dipilah, seperti kaleng, botol dan sampah daur ulang lainnya memiliki nilai ekonomis dan dapat menambah penghasilan bagi masyarakat.
“Botol-botol minuman dan kaleng bekas memiliki nilai jual karena bisa didaur ulang. Jadi kami mengajak masyarakat untuk memilah sampah-sampahnya karena bisa dijual ke bank sampah atau pengepul lainnya,” tandasnya.(Adv)
(Sf/Lo)