Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Kepala Distan PPU, Andi Trasodiharto.(Istimewa)
Penajam - Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) berencana mengembangkan metode Smart Farming atau biasa dikenal sebagai Pertanian Pintar, guna mengonsepkan kepada para petani untuk berorientasi secara pintar dalam mengelola sektor pertanian.
“Smart Farming yang menjadi andalan Kementerian Pertanian. Ketika telah dimulai penerapannya, maka sudah pastikan bakal menjadi sebuah peluang bagi petani, terutama petani penerus yang nantinya akan mendorong pengembangan budidaya di sektor pertanian agar lebih efisien, terukur dan integritas,” ucap Kepala Distan PPU, Andi Trasodiharto, Senin (16/9/2024).
Andi mengaku pihaknya saat ini berfokus dalam pengembangan teknologi Smart Farming yang dapat memantau kondisi kadar PH dan suhu air pada media tanam hidroponik, sekaligus dapat mengontrol suplai nutrisi tanaman.
“Kami berencana menerapkan metode Smart Farming di tiga desa di Kecamatan Babulu, yakni Desa Rawa Mulia, Sumber Sari dan Sebakung Jaya, desa itu yang akan paling utama kita sasar,” ungkap Andi.
Ia menyebut alasan memilih tiga desa tersebut dikarenakan di wilayah itu, potensi pertaniannya begitu tinggi dan memiliki peluang besar untuk pengembangan pertanian berkelanjutan di PPU sebagai Ibu Kota Baru Indonesia.
Bahkan untuk menyelesaikan permasalahan yang kerap dihadapi oleh para petani, terutama dalam meningkatkan hasil produksi dan menyediakan bahan pangan guna menyongsong kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN).
Belum lama ini, Pemerintah Kabupaten PPU menjalin kerja sama dengan pemerintah Korsel dan PT Informasi Geo Sistem untuk melakukan pengembangan teknologi di bidang pertanian, salah satunya adalah Smart Farming.
“Ini adalah salah satu upaya kita dalam memajukan sektor pertanian dengan menggunakan teknologi untuk mendukung kesejahteraan para petani yang selama ini kerap mengalami banyak permasalahan, baik itu pada kondisi tanah pertanian, air dan pupuk,” pungkasnya. (adv)
(Sf/By)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Kepala Distan PPU, Andi Trasodiharto.(Istimewa)
Penajam - Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) berencana mengembangkan metode Smart Farming atau biasa dikenal sebagai Pertanian Pintar, guna mengonsepkan kepada para petani untuk berorientasi secara pintar dalam mengelola sektor pertanian.
“Smart Farming yang menjadi andalan Kementerian Pertanian. Ketika telah dimulai penerapannya, maka sudah pastikan bakal menjadi sebuah peluang bagi petani, terutama petani penerus yang nantinya akan mendorong pengembangan budidaya di sektor pertanian agar lebih efisien, terukur dan integritas,” ucap Kepala Distan PPU, Andi Trasodiharto, Senin (16/9/2024).
Andi mengaku pihaknya saat ini berfokus dalam pengembangan teknologi Smart Farming yang dapat memantau kondisi kadar PH dan suhu air pada media tanam hidroponik, sekaligus dapat mengontrol suplai nutrisi tanaman.
“Kami berencana menerapkan metode Smart Farming di tiga desa di Kecamatan Babulu, yakni Desa Rawa Mulia, Sumber Sari dan Sebakung Jaya, desa itu yang akan paling utama kita sasar,” ungkap Andi.
Ia menyebut alasan memilih tiga desa tersebut dikarenakan di wilayah itu, potensi pertaniannya begitu tinggi dan memiliki peluang besar untuk pengembangan pertanian berkelanjutan di PPU sebagai Ibu Kota Baru Indonesia.
Bahkan untuk menyelesaikan permasalahan yang kerap dihadapi oleh para petani, terutama dalam meningkatkan hasil produksi dan menyediakan bahan pangan guna menyongsong kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN).
Belum lama ini, Pemerintah Kabupaten PPU menjalin kerja sama dengan pemerintah Korsel dan PT Informasi Geo Sistem untuk melakukan pengembangan teknologi di bidang pertanian, salah satunya adalah Smart Farming.
“Ini adalah salah satu upaya kita dalam memajukan sektor pertanian dengan menggunakan teknologi untuk mendukung kesejahteraan para petani yang selama ini kerap mengalami banyak permasalahan, baik itu pada kondisi tanah pertanian, air dan pupuk,” pungkasnya. (adv)
(Sf/By)