Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Kepala Distan PPU, Andi Trasodiharto.(Dok:Ipan)
Penajam - Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) mengajak para Kelompok Tani (Poktan) dan masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong di pekarangan rumah sebagai media budidaya tanaman katuk.
Kepala Distan PPU, Andi Trasodiharto pun menawarkan anggaran senilai Rp50 juta untuk membantu Poktan dalam membudidayakan tanaman katuk. Apalagi tanaman katuk bernilai ekonomis dan memiliki potensi yang menjanjikan di wilayah PPU.
“Tanaman katuk ini cukup banyak diminati untuk dimanfaatkan sebagai bahan pakan hewan ternak, seperti sapi, kambing, ayam dan ikan,” ucap Andi, (23/10/2024).
Selain digunakan untuk bahan pakan hewan ternak, tanaman katuk juga dimanfaatkan untuk kesehatan, tetapi harus diolah dengan baik, sehingga bisa menjadi obat herbal yang berkhasiat dan mampu meredakan sekaligus mengobati berbagai penyakit.
“Salah satu manfaatnya adalah memperlancar ASI saat ibu hamil baru saja melahirkan,” ungkap Andi.
Untuk budidayanya, kata dia, terbilang cukup mudah. Di mana tanaman tersebut hanya perlu ditancapkan di polybag yang berisikan tanah ataupun pekarangan rumah. Meski tanpa perawatan, tanaman ini tetap akan tumbuh dengan baik.
“Saat ini, ada Poktan kami yang baru mulai mengembangkan tanaman katuk di Kecamatan Waru,” imbuhnya.
Distan PPU juga akan bekerjasama dengan dasawisma untuk turut terlibat dalam pembudidayaan tanaman katuk. “Jadi kami berupaya menggerakkan semua lini pertanian, baik itu dari tanaman hortikultura, pangan dan lainnya,” tandasnya.(Adv)
(Sf/By)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Kepala Distan PPU, Andi Trasodiharto.(Dok:Ipan)
Penajam - Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) mengajak para Kelompok Tani (Poktan) dan masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong di pekarangan rumah sebagai media budidaya tanaman katuk.
Kepala Distan PPU, Andi Trasodiharto pun menawarkan anggaran senilai Rp50 juta untuk membantu Poktan dalam membudidayakan tanaman katuk. Apalagi tanaman katuk bernilai ekonomis dan memiliki potensi yang menjanjikan di wilayah PPU.
“Tanaman katuk ini cukup banyak diminati untuk dimanfaatkan sebagai bahan pakan hewan ternak, seperti sapi, kambing, ayam dan ikan,” ucap Andi, (23/10/2024).
Selain digunakan untuk bahan pakan hewan ternak, tanaman katuk juga dimanfaatkan untuk kesehatan, tetapi harus diolah dengan baik, sehingga bisa menjadi obat herbal yang berkhasiat dan mampu meredakan sekaligus mengobati berbagai penyakit.
“Salah satu manfaatnya adalah memperlancar ASI saat ibu hamil baru saja melahirkan,” ungkap Andi.
Untuk budidayanya, kata dia, terbilang cukup mudah. Di mana tanaman tersebut hanya perlu ditancapkan di polybag yang berisikan tanah ataupun pekarangan rumah. Meski tanpa perawatan, tanaman ini tetap akan tumbuh dengan baik.
“Saat ini, ada Poktan kami yang baru mulai mengembangkan tanaman katuk di Kecamatan Waru,” imbuhnya.
Distan PPU juga akan bekerjasama dengan dasawisma untuk turut terlibat dalam pembudidayaan tanaman katuk. “Jadi kami berupaya menggerakkan semua lini pertanian, baik itu dari tanaman hortikultura, pangan dan lainnya,” tandasnya.(Adv)
(Sf/By)