Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) terus berupaya mencegah serangan hama di lahan pertanian, terutama sebelum memasuki pra tanam padi.
Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan mengatakan ada lima hama yang kerap mengganggu tanaman padi di persawahan, di antaranya tikus, wereng, walang sangit, ulat grayak dan hama putih palsu.
“Untuk saat ini yang kita kendalikan adalah hama tikus saja, tetapi saat tanaman sudah memasuki fase generatif dan vegetatif bakal kita laksanakan pengamatan terhadap hama lainnya,” ucap Gunawan, Selasa (5/11/2024).
Pengamatan itu, kata dia, dilakukan oleh petugas Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang tersebar di desa/kelurahan di wilayah PPU.
Setelah melakukan pengamatan, petugas OPT akan menyampaikan hasilnya ke Distan PPU. Tetapi jika ditemukan tingkat kerusakan pada tanaman padi telah diambang batas, maka pihaknya akan mengambil langkah pembasmian dengan melakukan penyemprotan pestisida.
“Jika serangan hama sudah cukup parah terhadap tanaman padi, petugas OPT bakal mengeluarkan surat merah atau rekomendasi ke kita untuk melakukan gerakan pengendalian,” ungkap Gunawan.
Sebelum menggunakan pestisida, Distan PPU berpesan kepada petugas OPT untuk mengambil tindakan preventif atau pencegahan terlebih dahulu. Contoh untuk pengendalian hama tikus dapat dilakukan dengan membersihkan saluran air.
Kemudian, menghilangkan penumpukan jerami di lahan sawah, penggunaan musuh alami seperti burung hantu, orang-orangan sawah dan lainnya.
“Kalau bisa menggunakan Tanaman refugia untuk menarik hama tersebut, sebab tanaman ini merupakan musuh alami bagi hama, sehingga membantu mengendalikan populasi hama tanaman yang dibudidayakan,” jelas Gunawan.
Ia berharap dengan segala upaya yang telah dilakukan ini, mampu meminimalisir terjadinya penurunan terhadap produktivitas padi di PPU, yang merupakan wilayah penyangga lumbung pangan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Pengendalian ini tidak hanya dilakukan saat memasuki musim pra tanam saja, tetapi juga saat memasuki musim panen,” tandasnya. (Adv)
(Sf/By)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) terus berupaya mencegah serangan hama di lahan pertanian, terutama sebelum memasuki pra tanam padi.
Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan mengatakan ada lima hama yang kerap mengganggu tanaman padi di persawahan, di antaranya tikus, wereng, walang sangit, ulat grayak dan hama putih palsu.
“Untuk saat ini yang kita kendalikan adalah hama tikus saja, tetapi saat tanaman sudah memasuki fase generatif dan vegetatif bakal kita laksanakan pengamatan terhadap hama lainnya,” ucap Gunawan, Selasa (5/11/2024).
Pengamatan itu, kata dia, dilakukan oleh petugas Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang tersebar di desa/kelurahan di wilayah PPU.
Setelah melakukan pengamatan, petugas OPT akan menyampaikan hasilnya ke Distan PPU. Tetapi jika ditemukan tingkat kerusakan pada tanaman padi telah diambang batas, maka pihaknya akan mengambil langkah pembasmian dengan melakukan penyemprotan pestisida.
“Jika serangan hama sudah cukup parah terhadap tanaman padi, petugas OPT bakal mengeluarkan surat merah atau rekomendasi ke kita untuk melakukan gerakan pengendalian,” ungkap Gunawan.
Sebelum menggunakan pestisida, Distan PPU berpesan kepada petugas OPT untuk mengambil tindakan preventif atau pencegahan terlebih dahulu. Contoh untuk pengendalian hama tikus dapat dilakukan dengan membersihkan saluran air.
Kemudian, menghilangkan penumpukan jerami di lahan sawah, penggunaan musuh alami seperti burung hantu, orang-orangan sawah dan lainnya.
“Kalau bisa menggunakan Tanaman refugia untuk menarik hama tersebut, sebab tanaman ini merupakan musuh alami bagi hama, sehingga membantu mengendalikan populasi hama tanaman yang dibudidayakan,” jelas Gunawan.
Ia berharap dengan segala upaya yang telah dilakukan ini, mampu meminimalisir terjadinya penurunan terhadap produktivitas padi di PPU, yang merupakan wilayah penyangga lumbung pangan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Pengendalian ini tidak hanya dilakukan saat memasuki musim pra tanam saja, tetapi juga saat memasuki musim panen,” tandasnya. (Adv)
(Sf/By)