Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Distan PPU Gelar Studi Tiru ke Poktan Sleman untuk Kembangkan Pertanian Padi Organik

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:BUNIYAMIN
    25 Oktober 2024 pukul 11:15 WITA

    Distan PPU Lakukan Studi Tiru ke Yogyakarta, Kamis (24/10/2024). (Dok:Subur)

    Penajam - Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) melakukan studi tiru terap pengembangan tanaman padi organik di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Kamis (24/10/2024).

    Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten PPU, Supardi mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk mendukung peningkatan produktivitas lahan pertanian. Dengan melalui perbaikan kesuburan tanah, serta kebijakan hilirisasi produksi pertanian pada komoditas padi di wilayah PPU.

    "Pembelajaran ini dilaksanakan di lokasi Kelompok Tani (Poktan) Mekar, Kelurahan Ngaliyan, Kecamatan Ngemplak, Sleman selama empat hari, 23-26 Oktober, diikuti lima Penyuluh Pertanian Langsung (PPL) dan 25 petani PPU, serta pendampingan salah satunya Anggota DPRD PPU yang membidangi pertanian, Sujiati,” ucap Supardi.

    Poktan Mekar, kata dia, merupakan Poktan yang sudah berhasil mengembangkan pertanian padi organik. Diawali dengan penetapan kawasan budidaya sehat dengan produk beras organik yang sudah tersertifikasi. 

    Ini juga terlihat dari kegiatan yang telah dihasilkan, baik dari teknis budidaya, pengendalian hama penyakit, pemasaran hasil pertanian yang telah berjalan hingga kelompok yang memiliki syarat prestasi regional maupun nasional.

    Selain itu, Poktan Mekar juga telah berhasil mengolah kotoran hewan menjadi pupuk organik sebagai bahan utama kebutuhan kelompok. Bahkan sisa produknya, bisa dipasarkan hingga ke luar daerah. 

    "Keberhasilan ini tak lepas dari komitmen kelompok dalam kolaborasi membangun kerjasama yang solid serta semangat gotong royong dan kebersamaan dalam mencapai impian kelompok," jelasnya. 

    Dia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga bagian dari komitmen Distan  PPU untuk meningkatkan kapasitas wawasan para petani dan petugas PPL dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan. 

    “Supaya bisa meningkatan produksi dan produktivitas pertanian harus melalui perbaikan kesuburan tanah terlebih dahulu, agar dapat diperoleh referensi dalam setiap langkah kebijakan untuk mendukung pengelolaan pertanian organik di Benuo Taka,” imbuhnya.

    Supardi berharap melalui studi pembelajaran tersebut seluruh peserta dapat mengadopsi ilmu yang telah dibagikan dan bisa menerapkan sebagai bekal dalam pengelolaan budidaya yang produktif di kabupaten PPU. 

    "Kami berharap melalui kegiatan studi tiru ini akan memberikan bekal ilmu bagi para penyuluh maupun petani kita dalam mendukung kemajuan pertanian di PPU," tandasnya. (adv)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Distan PPU Gelar Studi Tiru ke Poktan Sleman untuk Kembangkan Pertanian Padi Organik

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:BUNIYAMIN
    25 Oktober 2024 pukul 11:15 WITA

    Distan PPU Lakukan Studi Tiru ke Yogyakarta, Kamis (24/10/2024). (Dok:Subur)

    Penajam - Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) melakukan studi tiru terap pengembangan tanaman padi organik di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Kamis (24/10/2024).

    Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten PPU, Supardi mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk mendukung peningkatan produktivitas lahan pertanian. Dengan melalui perbaikan kesuburan tanah, serta kebijakan hilirisasi produksi pertanian pada komoditas padi di wilayah PPU.

    "Pembelajaran ini dilaksanakan di lokasi Kelompok Tani (Poktan) Mekar, Kelurahan Ngaliyan, Kecamatan Ngemplak, Sleman selama empat hari, 23-26 Oktober, diikuti lima Penyuluh Pertanian Langsung (PPL) dan 25 petani PPU, serta pendampingan salah satunya Anggota DPRD PPU yang membidangi pertanian, Sujiati,” ucap Supardi.

    Poktan Mekar, kata dia, merupakan Poktan yang sudah berhasil mengembangkan pertanian padi organik. Diawali dengan penetapan kawasan budidaya sehat dengan produk beras organik yang sudah tersertifikasi. 

    Ini juga terlihat dari kegiatan yang telah dihasilkan, baik dari teknis budidaya, pengendalian hama penyakit, pemasaran hasil pertanian yang telah berjalan hingga kelompok yang memiliki syarat prestasi regional maupun nasional.

    Selain itu, Poktan Mekar juga telah berhasil mengolah kotoran hewan menjadi pupuk organik sebagai bahan utama kebutuhan kelompok. Bahkan sisa produknya, bisa dipasarkan hingga ke luar daerah. 

    "Keberhasilan ini tak lepas dari komitmen kelompok dalam kolaborasi membangun kerjasama yang solid serta semangat gotong royong dan kebersamaan dalam mencapai impian kelompok," jelasnya. 

    Dia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga bagian dari komitmen Distan  PPU untuk meningkatkan kapasitas wawasan para petani dan petugas PPL dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan. 

    “Supaya bisa meningkatan produksi dan produktivitas pertanian harus melalui perbaikan kesuburan tanah terlebih dahulu, agar dapat diperoleh referensi dalam setiap langkah kebijakan untuk mendukung pengelolaan pertanian organik di Benuo Taka,” imbuhnya.

    Supardi berharap melalui studi pembelajaran tersebut seluruh peserta dapat mengadopsi ilmu yang telah dibagikan dan bisa menerapkan sebagai bekal dalam pengelolaan budidaya yang produktif di kabupaten PPU. 

    "Kami berharap melalui kegiatan studi tiru ini akan memberikan bekal ilmu bagi para penyuluh maupun petani kita dalam mendukung kemajuan pertanian di PPU," tandasnya. (adv)