Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Kantor Distan PPU (Muhammad Sahrul/Seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) mengaku saat ini penyuluh pertanian masih kesulitan untuk mengetahui kualitas tanah karena keterbatasaan alat pengukurnya.
Kepala Distan PPU, Andi Trasodiharto mengatakan memang syogianya para penyuluh pertanian minimal memiliki alat pH meter tanah yang bisa digunakan ketika mengukur kualitas tanah di lahan pertanian masyarakat.
Dengan begitu, jika diketahui kualitas tanahnya dapat menjadi dasar para penyuluh pertanian untuk mengambil langkah-langkah perlakuan yang tepat.
Dirinya menginkan agar para penyuluh pertanian di PPU dapat segera dilengkapi alat-alat penunjang yang dapat diandalkan untuk membantu para petani mengelola lahan pertanian.
“Kami masih memperjuangkan agar para penyuluh pertanian seluruhnya punya alat pengukur kualitas tanah, jadi itu yang menjadi dasar untuk disampaikan ke petani,” kata Andi, Kamis (6/6/2024).
Andi memastikan pihaknya bakal mengusulkan ketersediaan alat tersebut di tahun mendatang yang diberikan kepada 67 penyuluh pertanian di PPU, sebagai langkah mendorong kemajuan sektor pertanian.
Upaya ini dikatakannya telah direspon baik oleh pemerintah daerah agar keseluruhan alat-alat yang dianggap penting dapat diberikan oleh penyuluh pertanian.
“Alhamdulillah pemerintah daerah menyambut baik terkait itu, mudah-mudahan secepatnya kita akan dibekali alat itu,” terangnya.
Mengenai peralatan penunjang lainnya untuk penyuluh pertanian, kata Andi, juga sudah dilengkapi seperti kendaraan operasional, laptop, dan alat komunikasi yang dapat digunakan untuk kebutuhan pekerjaan di lapangan.
Sebagaimana fungsinya alat-alat tersebut nantinya dipergunakan untuk keperluan penyuluh pertanian, sementara saat ini hanya perlu dilengkapi berbagai alat-alat lainnya yang memadai, sehingga para petani dapat terbantu untuk mengolah lahan pertanian dengan lebih baik yang turut berdampak terhadap kualitas produksi pertanian.
“Untuk kendaraannya sudah ada, kemudian laptop dan alat komunikasi juga sudah ada,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Kantor Distan PPU (Muhammad Sahrul/Seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) mengaku saat ini penyuluh pertanian masih kesulitan untuk mengetahui kualitas tanah karena keterbatasaan alat pengukurnya.
Kepala Distan PPU, Andi Trasodiharto mengatakan memang syogianya para penyuluh pertanian minimal memiliki alat pH meter tanah yang bisa digunakan ketika mengukur kualitas tanah di lahan pertanian masyarakat.
Dengan begitu, jika diketahui kualitas tanahnya dapat menjadi dasar para penyuluh pertanian untuk mengambil langkah-langkah perlakuan yang tepat.
Dirinya menginkan agar para penyuluh pertanian di PPU dapat segera dilengkapi alat-alat penunjang yang dapat diandalkan untuk membantu para petani mengelola lahan pertanian.
“Kami masih memperjuangkan agar para penyuluh pertanian seluruhnya punya alat pengukur kualitas tanah, jadi itu yang menjadi dasar untuk disampaikan ke petani,” kata Andi, Kamis (6/6/2024).
Andi memastikan pihaknya bakal mengusulkan ketersediaan alat tersebut di tahun mendatang yang diberikan kepada 67 penyuluh pertanian di PPU, sebagai langkah mendorong kemajuan sektor pertanian.
Upaya ini dikatakannya telah direspon baik oleh pemerintah daerah agar keseluruhan alat-alat yang dianggap penting dapat diberikan oleh penyuluh pertanian.
“Alhamdulillah pemerintah daerah menyambut baik terkait itu, mudah-mudahan secepatnya kita akan dibekali alat itu,” terangnya.
Mengenai peralatan penunjang lainnya untuk penyuluh pertanian, kata Andi, juga sudah dilengkapi seperti kendaraan operasional, laptop, dan alat komunikasi yang dapat digunakan untuk kebutuhan pekerjaan di lapangan.
Sebagaimana fungsinya alat-alat tersebut nantinya dipergunakan untuk keperluan penyuluh pertanian, sementara saat ini hanya perlu dilengkapi berbagai alat-alat lainnya yang memadai, sehingga para petani dapat terbantu untuk mengolah lahan pertanian dengan lebih baik yang turut berdampak terhadap kualitas produksi pertanian.
“Untuk kendaraannya sudah ada, kemudian laptop dan alat komunikasi juga sudah ada,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)