Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Distan Bakal Kembangkan Demplot Anggur di PPU

    Penulis:Sahrul|Redaktur:Buniyamin
    15 Juni 2024 pukul 18:12 WITA

    Ilustrasi tanaman buah anggur (Foto: Freepik)

    Penajam – Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) berencana melakukan terobosan baru di sektor pertanian dengan mencoba memanfaatkan lahan untuk pengembangan demplot buah anggur.

    Meski PPU tidak identik dengan anggur, tapi Distan berusaha mengembangkan tanaman yang berasal dari eropa untuk dibudidayakan.

    Sebab, anggur dianggap berpotensi tumbuh dan berkembang apabila dibudidayakan dengan cara yang benar.

    “Kami berencana bersama kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) berupaya untuk membuah sebuah demplot tanaman jenis buah anggur,” kata Kepala Distan PPU, Andi Trasodiharto, Sabtu (15/6/2024).

    Buah yang dihasilkan oleh tanaman merambat ini dinilai punya potensi cukup baik karena punya nilai jual yang cukup tinggi dan secara bertahap akan segera direalisasikan Distan PPU.

    Saat ini, pihaknya masih perlu banyak belajar mengenai pengelolaan lahan buah anggur yang memang jarang sekali untuk bisa tumbuh pada kondisi struktur tanah di PPU, sehingga perlu ada perlakuan khusus agar dapat tumbuh dengan baik.

    “Sebenarnya anggur bisa juga ditanam di tempat kita, jadi rencananya kami mau belajar ke Kalimantan Barat (Kalbar), disana juga sudah ada anggur yang bisa dikembangkan,” tuturnya.

    Ke depannya, kata dia, jika upaya ini dapat terealisasi dengan baik, maka dapat berdampak baik terhadap kemajuan sektor pertanian di PPU, nantinya semakin berkembang dan maju, sehingga tak lagi ketergantungan terhadap produk buah dari luar daerah.

    Untuk pengembangan pengelolaan pertanian di PPU, kata dia, sudah cukup dengan yang ditandai banyaknya warga melakukan budidaya dengan teknik media tanam yang lebih simpel dan bisa diterapkan di rumah, seperti hidroponik.

    “Untuk sayur-sayuran ini banyak para petani kita terutama kelompok milenial sudah menggunakan teknik hidroponik dengan tanaman yang diproduksi itu selada, termasuk sudah dipasarkan,” pungkasnya. (adv)

    (Sf/By)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Distan Bakal Kembangkan Demplot Anggur di PPU

    Penulis:Sahrul|Redaktur:Buniyamin
    15 Juni 2024 pukul 18:12 WITA

    Ilustrasi tanaman buah anggur (Foto: Freepik)

    Penajam – Dinas Pertanian (Distan) Penajam Paser Utara (PPU) berencana melakukan terobosan baru di sektor pertanian dengan mencoba memanfaatkan lahan untuk pengembangan demplot buah anggur.

    Meski PPU tidak identik dengan anggur, tapi Distan berusaha mengembangkan tanaman yang berasal dari eropa untuk dibudidayakan.

    Sebab, anggur dianggap berpotensi tumbuh dan berkembang apabila dibudidayakan dengan cara yang benar.

    “Kami berencana bersama kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) berupaya untuk membuah sebuah demplot tanaman jenis buah anggur,” kata Kepala Distan PPU, Andi Trasodiharto, Sabtu (15/6/2024).

    Buah yang dihasilkan oleh tanaman merambat ini dinilai punya potensi cukup baik karena punya nilai jual yang cukup tinggi dan secara bertahap akan segera direalisasikan Distan PPU.

    Saat ini, pihaknya masih perlu banyak belajar mengenai pengelolaan lahan buah anggur yang memang jarang sekali untuk bisa tumbuh pada kondisi struktur tanah di PPU, sehingga perlu ada perlakuan khusus agar dapat tumbuh dengan baik.

    “Sebenarnya anggur bisa juga ditanam di tempat kita, jadi rencananya kami mau belajar ke Kalimantan Barat (Kalbar), disana juga sudah ada anggur yang bisa dikembangkan,” tuturnya.

    Ke depannya, kata dia, jika upaya ini dapat terealisasi dengan baik, maka dapat berdampak baik terhadap kemajuan sektor pertanian di PPU, nantinya semakin berkembang dan maju, sehingga tak lagi ketergantungan terhadap produk buah dari luar daerah.

    Untuk pengembangan pengelolaan pertanian di PPU, kata dia, sudah cukup dengan yang ditandai banyaknya warga melakukan budidaya dengan teknik media tanam yang lebih simpel dan bisa diterapkan di rumah, seperti hidroponik.

    “Untuk sayur-sayuran ini banyak para petani kita terutama kelompok milenial sudah menggunakan teknik hidroponik dengan tanaman yang diproduksi itu selada, termasuk sudah dipasarkan,” pungkasnya. (adv)

    (Sf/By)