Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Kabid Penempatan, Pelatihan dan Transmigrasi Disnakertrans PPU, Eko Djokja.(Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Penajam Paser Utara (PPU) mengumumkan pembukaan perekrutan peserta pelatihan berbasis kompetensi kejuruan administrasi perkantoran dimulai 2-10 Oktober 2024.
Kepala Bidang (Kabid) Penempatan, Pelatihan dan Transmigrasi Disnakertrans PPU, Eko Djokja mengatakan pelatihan berbasis kompetensi ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan kompetensi kerja dan produktivitas pada tingkat keterampilan dan keahlian kepada Sumber Daya Manusia (SDM) di Benuo Taka ini.
“Kami sebenarnya membatasi jumlah peserta yang mengikuti pelatihan ini, di mana kami hanya menyediakan satu kelas yang berisikan minimal 16 hingga 20 orang saja, tetapi jika antusias masyarakat yang mendaftar begitu tinggi, maka kami perlu mendiskusikan lagi, apakah ke depannya akan menambah menjadi dua kelas untuk menyesuaikan atau tidak. Jadi kesimpulannya saat ini belum diketahui pasti berapa kuota yang kami sediakan,” ucap Eko Djokja, Senin (7/10/2024).
Untuk tempat pelatihan dan persyaratannya, kata dia, akan dilaksanakan di Kota Balikpapan. Sedangkan persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon peserta adalah Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) berdomisili PPU sebanyak dua lembar, Ijazah Terkahir SMU dan sederajat dua lembar.
Kemudian, calon pendaftar harus melampirkan pasfoto 3x4 sebanyak dua lembar dengan latar belakang merah. Bagi yang belum bekerja perlu menyertakan AK 1 atau kartu kuning berusia 18 sampai 35 tahun dan kartu BPJS ataupun KIS masa berlakunya masih aktif.
Selain itu, dia mengaku bahwa dari semua persyaratan yang paling wajib dicantumkan yakni memiliki surat keterangan tidak mampu atau miskin dari desa dan kelurahan. Artinya, calon peserta pelatihan telah terdaftar dalam Data Pensasar Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim (P3KE) atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Eko menekan, bahwa pendaftaran tersebut tanpa dipungut biaya sepeserpun alias gratis. Bahkan, akomodasi dan konsumsi selama pelatihan akan ditanggung oleh Disnakertrans PPU.
“Pelatihan ini bebas diikuti oleh siapapun, tetapi harus sesuai dengan persyaratan dan calon peserta dipastikan belum pernah mengikuti program pelatihan selama dua tahun,” ungkapnya.
Terkait informasi waktu pelaksanaan, sebut dia, akan segera menyusul. Untuk berkas pendaftaran, calon peserta diminta untuk mengantar langsung ke Kantor Disnakertrans PPU yang berada di Jalan Propinsi Kilometer 1,5, Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam.
“Berkas pendaftaran yang dilampirkan nantinya, tidak boleh diwakilkan oleh siapapun,” tegas Eko.
Disnakertrans PPU berharap dengan adanya pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi dan keterampilan saja, tetapi juga bisa mengurangi dan menekan bertambah angka Pencari Calon Kerja (Pencaker). Di mana berdasarkan data yang dihimpun oleh pihaknya, tercatat pada Januari hingga Agustus 2024 mencapai 1.845 jiwa.
“Sebelumnya kita telah menggelar job fair pada 25 hingga 26 September 2024 lalu, namun kini kita kembali membuka pelatihan berbasis kompetensi. Ini merupakan langkah pemerintah daerah dalam mengatasi jumlah Pencaker di wilayah PPU,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/By)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Kabid Penempatan, Pelatihan dan Transmigrasi Disnakertrans PPU, Eko Djokja.(Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Penajam Paser Utara (PPU) mengumumkan pembukaan perekrutan peserta pelatihan berbasis kompetensi kejuruan administrasi perkantoran dimulai 2-10 Oktober 2024.
Kepala Bidang (Kabid) Penempatan, Pelatihan dan Transmigrasi Disnakertrans PPU, Eko Djokja mengatakan pelatihan berbasis kompetensi ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan kompetensi kerja dan produktivitas pada tingkat keterampilan dan keahlian kepada Sumber Daya Manusia (SDM) di Benuo Taka ini.
“Kami sebenarnya membatasi jumlah peserta yang mengikuti pelatihan ini, di mana kami hanya menyediakan satu kelas yang berisikan minimal 16 hingga 20 orang saja, tetapi jika antusias masyarakat yang mendaftar begitu tinggi, maka kami perlu mendiskusikan lagi, apakah ke depannya akan menambah menjadi dua kelas untuk menyesuaikan atau tidak. Jadi kesimpulannya saat ini belum diketahui pasti berapa kuota yang kami sediakan,” ucap Eko Djokja, Senin (7/10/2024).
Untuk tempat pelatihan dan persyaratannya, kata dia, akan dilaksanakan di Kota Balikpapan. Sedangkan persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon peserta adalah Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) berdomisili PPU sebanyak dua lembar, Ijazah Terkahir SMU dan sederajat dua lembar.
Kemudian, calon pendaftar harus melampirkan pasfoto 3x4 sebanyak dua lembar dengan latar belakang merah. Bagi yang belum bekerja perlu menyertakan AK 1 atau kartu kuning berusia 18 sampai 35 tahun dan kartu BPJS ataupun KIS masa berlakunya masih aktif.
Selain itu, dia mengaku bahwa dari semua persyaratan yang paling wajib dicantumkan yakni memiliki surat keterangan tidak mampu atau miskin dari desa dan kelurahan. Artinya, calon peserta pelatihan telah terdaftar dalam Data Pensasar Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim (P3KE) atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Eko menekan, bahwa pendaftaran tersebut tanpa dipungut biaya sepeserpun alias gratis. Bahkan, akomodasi dan konsumsi selama pelatihan akan ditanggung oleh Disnakertrans PPU.
“Pelatihan ini bebas diikuti oleh siapapun, tetapi harus sesuai dengan persyaratan dan calon peserta dipastikan belum pernah mengikuti program pelatihan selama dua tahun,” ungkapnya.
Terkait informasi waktu pelaksanaan, sebut dia, akan segera menyusul. Untuk berkas pendaftaran, calon peserta diminta untuk mengantar langsung ke Kantor Disnakertrans PPU yang berada di Jalan Propinsi Kilometer 1,5, Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam.
“Berkas pendaftaran yang dilampirkan nantinya, tidak boleh diwakilkan oleh siapapun,” tegas Eko.
Disnakertrans PPU berharap dengan adanya pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi dan keterampilan saja, tetapi juga bisa mengurangi dan menekan bertambah angka Pencari Calon Kerja (Pencaker). Di mana berdasarkan data yang dihimpun oleh pihaknya, tercatat pada Januari hingga Agustus 2024 mencapai 1.845 jiwa.
“Sebelumnya kita telah menggelar job fair pada 25 hingga 26 September 2024 lalu, namun kini kita kembali membuka pelatihan berbasis kompetensi. Ini merupakan langkah pemerintah daerah dalam mengatasi jumlah Pencaker di wilayah PPU,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/By)