Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Diskukmperindag PPU Fokus Atur Pedagang dalam Rencana Pemindahan UMKM ke RTH Depan Stadion

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    12 Oktober 2026 pukul 20:18 WITA

    Kawasan RTH yang disiapkan menjadi pusat baru UMKM PPU. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam -Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memastikan fokus utamanya adalah penataan dan pembinaan pelaku UMKM dalam rencana relokasi dari Taman Alun-Alun ke Ruang Terbuka Hijau (RTH) depan Stadion Panglima Sentik.

    Sekretaris Diskukmperindag PPU, Syamsul Adha, mengatakan pembahasan pemindahan masih terus dimatangkan bersama Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) selaku pengelola aset kawasan.

    "Persoalan RTH, pemerintah sudah beberapa kali melakukan rapat, diantaranya mekanisme pemindahan pelaku UMKM di Alun-Alun bergeser ke RTH," kata Syamsul, Senin (12/10/2026).

    Ia menjelaskan, dalam rapat sempat muncul wacana pengelolaan kios dagang di RTH diserahkan kepada Diskukmperindag. Namun pihaknya menegaskan agar pengelolaan aset tetap di Disperkimtan, sementara Diskukmperindag fokus mengurus pelaku usahanya.

    "Itu masih sebatas wacana pada saat rapat. Pendapat Diskukmperindag, sebenarnya Perkim saja yang urus asetnya. Kami tegaskan bahwa pihak kita mengelola pelaku UMKM-nya saja, bukan sekaligus aset yang bakal diserahkan," jelasnya.

    Menurut Syamsul, hal terpenting saat ini adalah memastikan RTH siap dalam kondisi paripurna sebelum 100 persen pedagang dipindahkan. Pasalnya, fasilitas di kawasan tersebut masih dalam tahap pelengkapan.

    "RTH sudah ada tapi belum paripurna. Artinya fasilitas di sana belum settle, belum lengkap. Tapi bertahap, akan 100 persen UMKM pindah ke sana," tuturnya.

    Beberapa fasilitas yang masih perlu dilengkapi antara lain tempat duduk pengunjung, panggung hiburan untuk menarik keramaian, serta penataan landscape agar kawasan lebih nyaman, bersih dan estetis. Diskukmperindag berharap pelengkapan ini segera tuntas agar pedagang yang diatur nantinya bisa berjualan dengan maksimal.

    "Kami sampaikan bagaimana sebenarnya RTH ini bisa menarik minat. Pada saat UMKM pindah ke sana, orang-orang juga berbondong-bondong meramaikan," ujarnya.

    Ke depan, RTH direncanakan dibuka sehari penuh mulai pagi hingga malam, baik hari biasa maupun akhir pekan. Konsep ini diharapkan mampu menarik warga luar daerah yang melintas.

    "Karena targetnya adalah warga Grogot atau Banjar yang melintas, itu diharapkan bisa singgah ke PPU, ke UMKM di RTH," pungkas Syamsul. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Diskukmperindag PPU Fokus Atur Pedagang dalam Rencana Pemindahan UMKM ke RTH Depan Stadion

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    12 Oktober 2026 pukul 20:18 WITA

    Kawasan RTH yang disiapkan menjadi pusat baru UMKM PPU. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam -Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memastikan fokus utamanya adalah penataan dan pembinaan pelaku UMKM dalam rencana relokasi dari Taman Alun-Alun ke Ruang Terbuka Hijau (RTH) depan Stadion Panglima Sentik.

    Sekretaris Diskukmperindag PPU, Syamsul Adha, mengatakan pembahasan pemindahan masih terus dimatangkan bersama Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) selaku pengelola aset kawasan.

    "Persoalan RTH, pemerintah sudah beberapa kali melakukan rapat, diantaranya mekanisme pemindahan pelaku UMKM di Alun-Alun bergeser ke RTH," kata Syamsul, Senin (12/10/2026).

    Ia menjelaskan, dalam rapat sempat muncul wacana pengelolaan kios dagang di RTH diserahkan kepada Diskukmperindag. Namun pihaknya menegaskan agar pengelolaan aset tetap di Disperkimtan, sementara Diskukmperindag fokus mengurus pelaku usahanya.

    "Itu masih sebatas wacana pada saat rapat. Pendapat Diskukmperindag, sebenarnya Perkim saja yang urus asetnya. Kami tegaskan bahwa pihak kita mengelola pelaku UMKM-nya saja, bukan sekaligus aset yang bakal diserahkan," jelasnya.

    Menurut Syamsul, hal terpenting saat ini adalah memastikan RTH siap dalam kondisi paripurna sebelum 100 persen pedagang dipindahkan. Pasalnya, fasilitas di kawasan tersebut masih dalam tahap pelengkapan.

    "RTH sudah ada tapi belum paripurna. Artinya fasilitas di sana belum settle, belum lengkap. Tapi bertahap, akan 100 persen UMKM pindah ke sana," tuturnya.

    Beberapa fasilitas yang masih perlu dilengkapi antara lain tempat duduk pengunjung, panggung hiburan untuk menarik keramaian, serta penataan landscape agar kawasan lebih nyaman, bersih dan estetis. Diskukmperindag berharap pelengkapan ini segera tuntas agar pedagang yang diatur nantinya bisa berjualan dengan maksimal.

    "Kami sampaikan bagaimana sebenarnya RTH ini bisa menarik minat. Pada saat UMKM pindah ke sana, orang-orang juga berbondong-bondong meramaikan," ujarnya.

    Ke depan, RTH direncanakan dibuka sehari penuh mulai pagi hingga malam, baik hari biasa maupun akhir pekan. Konsep ini diharapkan mampu menarik warga luar daerah yang melintas.

    "Karena targetnya adalah warga Grogot atau Banjar yang melintas, itu diharapkan bisa singgah ke PPU, ke UMKM di RTH," pungkas Syamsul. (Adv)

    (Sf/Rs)