Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Diskominfo PPU Bakal Beli 24 CCTV Modern Bertenaga Panel Surya Seharga Total Rp125 juta Pakai Duit APBD Perubahan 2024

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    29 September 2024 pukul 10:20 WITA

    Ilustrasi (freepik)

    Penajam – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Penjam Paser Utara (PPU) kembali menambah jumlah kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV) yang dibekali fitur modern sebanyak 24 titik pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2024 senilai Rp125 juta dan harga per unitnya mencapai Rp5 juta.

    Kepala Diskominfo PPU, Khairudin mengatakan bahwa kamera pengawas yang memiliki fitur modern sudah memiliki internet sendiri. Sebab diperangkatnya sudah dilengkapi dengan sollar sell, di mana perangkat tersebut mampu mengubah energi cahaya matahari menjadi energi Listrik. Ini Bertujuan untuk memperluas area pantau dan meningkatkan pengawasan serta keamanan di wilayahnya.

    “Kami berencana memasang 24 CCTV modern itu di tempat yang benar-benar sangat sulit dijangkau jaringan internet. Setelah melakukan survey lapangan, kami pun akan memasang CCTV modern itu di Perumahan Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), BTN Nenang, Alam Permai, Pintu masuk Gerbang Madani hingga Simpang Silkar dan lainnya,” ucap Khairudin, Minggu (29/9/2024).

    Tak hanya itu, sebelumnya Diskominfo PPU mengalokasikan anggaran senilai Rp200 juta untuk mengadakan 143 CCTV yang masih memerlukan akses jaringan internet dan sudah terpasang di kawasan pemerintahan, pasar, pelayanan kesehatan, lembaga pendidikan, Pelabuhan, terminal dan lainnya.

    “Tujuannya tak lain umntuk mengurangi tindak kriminal di lingkungan masyarakat. Mungkin saja ada seseorang yang muncul niatan ingin melakukan perbuatan yang melanggar aturan hukum, kemudian dia menyadari bahwa ada yang mengawasi maka orang tersebut akan mengurungkan niatnya,” ungkap Khairudin.

    Kata dia, kedepannya jika Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU ingin mengambil akses pengawasan di lingkungan sekolah, maka dirinya pun mempersilahkan hal itu tetapi dia meminta Disdikporase tidaknya harus menyediakan sarana seperti tempat monitor dan fasilitas internet agar dapat mengoperasikan kamera pengawas.

    “Kami telah memasang CCTV di setiap sekolah masing-masing empat CCTV guna memastikan proses belajar-mengajar berjalan aman dan kondusif. Kami pun akan menyerahkan akses pemantauan di sekolah jika Disdikpora menginginkan itu,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Diskominfo PPU Bakal Beli 24 CCTV Modern Bertenaga Panel Surya Seharga Total Rp125 juta Pakai Duit APBD Perubahan 2024

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    29 September 2024 pukul 10:20 WITA

    Ilustrasi (freepik)

    Penajam – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Penjam Paser Utara (PPU) kembali menambah jumlah kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV) yang dibekali fitur modern sebanyak 24 titik pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2024 senilai Rp125 juta dan harga per unitnya mencapai Rp5 juta.

    Kepala Diskominfo PPU, Khairudin mengatakan bahwa kamera pengawas yang memiliki fitur modern sudah memiliki internet sendiri. Sebab diperangkatnya sudah dilengkapi dengan sollar sell, di mana perangkat tersebut mampu mengubah energi cahaya matahari menjadi energi Listrik. Ini Bertujuan untuk memperluas area pantau dan meningkatkan pengawasan serta keamanan di wilayahnya.

    “Kami berencana memasang 24 CCTV modern itu di tempat yang benar-benar sangat sulit dijangkau jaringan internet. Setelah melakukan survey lapangan, kami pun akan memasang CCTV modern itu di Perumahan Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), BTN Nenang, Alam Permai, Pintu masuk Gerbang Madani hingga Simpang Silkar dan lainnya,” ucap Khairudin, Minggu (29/9/2024).

    Tak hanya itu, sebelumnya Diskominfo PPU mengalokasikan anggaran senilai Rp200 juta untuk mengadakan 143 CCTV yang masih memerlukan akses jaringan internet dan sudah terpasang di kawasan pemerintahan, pasar, pelayanan kesehatan, lembaga pendidikan, Pelabuhan, terminal dan lainnya.

    “Tujuannya tak lain umntuk mengurangi tindak kriminal di lingkungan masyarakat. Mungkin saja ada seseorang yang muncul niatan ingin melakukan perbuatan yang melanggar aturan hukum, kemudian dia menyadari bahwa ada yang mengawasi maka orang tersebut akan mengurungkan niatnya,” ungkap Khairudin.

    Kata dia, kedepannya jika Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU ingin mengambil akses pengawasan di lingkungan sekolah, maka dirinya pun mempersilahkan hal itu tetapi dia meminta Disdikporase tidaknya harus menyediakan sarana seperti tempat monitor dan fasilitas internet agar dapat mengoperasikan kamera pengawas.

    “Kami telah memasang CCTV di setiap sekolah masing-masing empat CCTV guna memastikan proses belajar-mengajar berjalan aman dan kondusif. Kami pun akan menyerahkan akses pemantauan di sekolah jika Disdikpora menginginkan itu,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)