Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Dermaga Speedboat Penajam. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menegaskan tarif normal speedboat rute Penajam-Balikpapan tetap Rp20 ribu per orang.
Kepala Dishub PPU, Agus Dahlan, menjelaskan tarif tersebut berlaku untuk keberangkatan dengan minimal 6 penumpang dan maksimal 10 penumpang. Tarif itu sudah termasuk retribusi daerah.
Agus mengatakan, di lapangan kerap terjadi penyesuaian tarif menjadi Rp30 ribu. Hal itu terjadi jika penumpang meminta berangkat lebih cepat atau mencarter speedboat meski jumlah penumpang belum memenuhi kuota.
Menurutnya, praktik charter tersebut tidak dilarang selama ada kesepakatan bersama antara motoris dan penumpang, bukan karena paksaan.
"Tarif normal sudah ditetapkan Rp20 ribu. Jika penumpang ingin cepat berangkat dan sepakat mencarter, tarif bisa menyesuaikan. Itu diperbolehkan karena atas dasar kesepakatan," ujarnya, Rabu (14/10/2026).
Kondisi serupa juga terjadi pada penyeberangan malam hari. Ketika jumlah penumpang baru 4 orang dari minimal 6 orang, motoris biasanya menawarkan opsi menunggu atau berangkat dengan tarif yang disepakati.
Jika penumpang memilih menunggu hingga kuota terpenuhi, maka tarif tetap Rp20 ribu. Namun jika memilih langsung berangkat, tarif bisa menjadi Rp30 ribu per orang sesuai kesepakatan.
"Selama itu hasil kesepakatan bersama, tidak ada masalah. Yang tidak boleh itu jika ada unsur paksaan," tegasnya.
Di luar persoalan tarif, Dishub PPU menekankan keselamatan pelayaran sebagai prioritas utama. Saat ini, pemerintah tengah mendorong perbaikan dermaga speedboat yang direncanakan melalui APBD Perubahan Provinsi Kalimantan Timur tahun ini.
Agus menilai, dermaga yang layak menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan penumpang saat naik dan turun dari speedboat. Selain infrastruktur dermaga, kelengkapan keselamatan seperti life jacket juga menjadi perhatian serius.
Ia mengimbau seluruh motoris untuk wajib menyediakan life jacket di setiap armada. Pasalnya, ratusan life jacket bantuan pemerintah sebelumnya banyak yang rusak dan hilang, sehingga perlu pengadaan kembali.
"Keselamatan adalah yang utama. Kami imbau motoris tidak memaksakan muatan berlebih dan tetap melengkapi standar keselamatan. Tarif sudah ada aturannya, namun keselamatan tidak bisa ditawar," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Dermaga Speedboat Penajam. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menegaskan tarif normal speedboat rute Penajam-Balikpapan tetap Rp20 ribu per orang.
Kepala Dishub PPU, Agus Dahlan, menjelaskan tarif tersebut berlaku untuk keberangkatan dengan minimal 6 penumpang dan maksimal 10 penumpang. Tarif itu sudah termasuk retribusi daerah.
Agus mengatakan, di lapangan kerap terjadi penyesuaian tarif menjadi Rp30 ribu. Hal itu terjadi jika penumpang meminta berangkat lebih cepat atau mencarter speedboat meski jumlah penumpang belum memenuhi kuota.
Menurutnya, praktik charter tersebut tidak dilarang selama ada kesepakatan bersama antara motoris dan penumpang, bukan karena paksaan.
"Tarif normal sudah ditetapkan Rp20 ribu. Jika penumpang ingin cepat berangkat dan sepakat mencarter, tarif bisa menyesuaikan. Itu diperbolehkan karena atas dasar kesepakatan," ujarnya, Rabu (14/10/2026).
Kondisi serupa juga terjadi pada penyeberangan malam hari. Ketika jumlah penumpang baru 4 orang dari minimal 6 orang, motoris biasanya menawarkan opsi menunggu atau berangkat dengan tarif yang disepakati.
Jika penumpang memilih menunggu hingga kuota terpenuhi, maka tarif tetap Rp20 ribu. Namun jika memilih langsung berangkat, tarif bisa menjadi Rp30 ribu per orang sesuai kesepakatan.
"Selama itu hasil kesepakatan bersama, tidak ada masalah. Yang tidak boleh itu jika ada unsur paksaan," tegasnya.
Di luar persoalan tarif, Dishub PPU menekankan keselamatan pelayaran sebagai prioritas utama. Saat ini, pemerintah tengah mendorong perbaikan dermaga speedboat yang direncanakan melalui APBD Perubahan Provinsi Kalimantan Timur tahun ini.
Agus menilai, dermaga yang layak menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan penumpang saat naik dan turun dari speedboat. Selain infrastruktur dermaga, kelengkapan keselamatan seperti life jacket juga menjadi perhatian serius.
Ia mengimbau seluruh motoris untuk wajib menyediakan life jacket di setiap armada. Pasalnya, ratusan life jacket bantuan pemerintah sebelumnya banyak yang rusak dan hilang, sehingga perlu pengadaan kembali.
"Keselamatan adalah yang utama. Kami imbau motoris tidak memaksakan muatan berlebih dan tetap melengkapi standar keselamatan. Tarif sudah ada aturannya, namun keselamatan tidak bisa ditawar," pungkasnya. (Adv)
(Sf/Rs)