Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Kantor Disdukcapil PPU.(Istimewa)
Penajam - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Penajam Paser Utara (PPU) mencatat sekitar 800 pemilih pemula belum melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el).
Berdasarkan data Disdukcapil PPU, terhitung sejak 2023 hingga awal September 2024 ini, jumlah pemilih pemula di Benuo Taka sebanyak 6.093 orang.
“Hingga kini, pemilih pemula yang baru melakukan perekaman ada sekitar 5.200, jadi masih ada sekitar 800 lagi,” kata Sekretaris Disdukcapil PPU, Mawar, Senin (2/9/2024).
Melihat angka itu, Disdukcapil terus melakukan upaya jemput bola untuk menyelesaikan target dari 800 pemilih pemula yang belum melakukan perekaman KTP-el.
Upaya itu dilakukan agar perekaman dari 800 pemilih pemula tersebut segera terselesaikan sebelum pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 atau sebelum 27 November 2024.
“Kami sedang menggencarkan sosialisasi dan melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah di Kabupaten PPU untuk mengajak pemilih pemula melakukan perekaman,” ungkap Mawar.
Menurut Mawar, ini dilakukan karena pemilih pemula memiliki peran penting dan dibutuhkan untuk berpartisipasi pada Pilkada 2024.
“Pemilih pemula itu Warga Negara Indonesia (WNI) yang baru memasuki usia 17 tahun. Alasan mereka dibutuhkan karena ketika pencoblosan Pilkada, mereka memiliki hak suara untuk memilih salah satu paslon,” jelas Mawar.
Kata Mawar, saat melakukan kunjungan ke semua sekolah di PPU, masih banyak pemilih pemula yang enggan melakukan perekaman. Alasannya sederhana, yakni pemilih pemula yang baru menginjak usia 17 tahun tersebut tidak mau difoto jika menggunakan seragam sekolah.
“Alasan yang sering kita dapati saat melakukan kunjungan sekolah adalah banyak siswa/siswi yang tidak mau difoto. Entah itu karena belum siap ataupun memang tidak ingin, apalagi saat menggunakan seragam sekolah karena mereka maunya berdandan dulu dan harus menggunakan pakaian yang bagus terlebih dahulu,” beber Mawar.
Tercatat di setiap kunjungan, hanya 10 hingga 15 pemilih pemula yang mau melakukan perekaman. Meski begitu, Disdukcapil PPU tetap berupaya melakukan kunjungan agar target 800 pemilih pemula yang belum melakukan perekaman segera rampung.
“Ini menjadi tantangan bagi kami. Tetapi kami optimis bisa menyelesaikan target itu sebelum Pilkada 2024 pada 27 November mendatang,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/By)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Kantor Disdukcapil PPU.(Istimewa)
Penajam - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Penajam Paser Utara (PPU) mencatat sekitar 800 pemilih pemula belum melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el).
Berdasarkan data Disdukcapil PPU, terhitung sejak 2023 hingga awal September 2024 ini, jumlah pemilih pemula di Benuo Taka sebanyak 6.093 orang.
“Hingga kini, pemilih pemula yang baru melakukan perekaman ada sekitar 5.200, jadi masih ada sekitar 800 lagi,” kata Sekretaris Disdukcapil PPU, Mawar, Senin (2/9/2024).
Melihat angka itu, Disdukcapil terus melakukan upaya jemput bola untuk menyelesaikan target dari 800 pemilih pemula yang belum melakukan perekaman KTP-el.
Upaya itu dilakukan agar perekaman dari 800 pemilih pemula tersebut segera terselesaikan sebelum pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 atau sebelum 27 November 2024.
“Kami sedang menggencarkan sosialisasi dan melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah di Kabupaten PPU untuk mengajak pemilih pemula melakukan perekaman,” ungkap Mawar.
Menurut Mawar, ini dilakukan karena pemilih pemula memiliki peran penting dan dibutuhkan untuk berpartisipasi pada Pilkada 2024.
“Pemilih pemula itu Warga Negara Indonesia (WNI) yang baru memasuki usia 17 tahun. Alasan mereka dibutuhkan karena ketika pencoblosan Pilkada, mereka memiliki hak suara untuk memilih salah satu paslon,” jelas Mawar.
Kata Mawar, saat melakukan kunjungan ke semua sekolah di PPU, masih banyak pemilih pemula yang enggan melakukan perekaman. Alasannya sederhana, yakni pemilih pemula yang baru menginjak usia 17 tahun tersebut tidak mau difoto jika menggunakan seragam sekolah.
“Alasan yang sering kita dapati saat melakukan kunjungan sekolah adalah banyak siswa/siswi yang tidak mau difoto. Entah itu karena belum siap ataupun memang tidak ingin, apalagi saat menggunakan seragam sekolah karena mereka maunya berdandan dulu dan harus menggunakan pakaian yang bagus terlebih dahulu,” beber Mawar.
Tercatat di setiap kunjungan, hanya 10 hingga 15 pemilih pemula yang mau melakukan perekaman. Meski begitu, Disdukcapil PPU tetap berupaya melakukan kunjungan agar target 800 pemilih pemula yang belum melakukan perekaman segera rampung.
“Ini menjadi tantangan bagi kami. Tetapi kami optimis bisa menyelesaikan target itu sebelum Pilkada 2024 pada 27 November mendatang,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/By)