Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Disdikpora PPU Dorong Seluruh Guru Berperan Aktif Cegah Tindakan Bullying di Sekolah

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    24 September 2024 pukul 12:03 WITA

    Kantor Disdikpora PPU.(Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Penajam Paser Utara (PPU) mendorong peran aktid seluruh tenaga pendidik atau guru di sekolah untuk proaktif dalam mencegah tindakan Bullying pada kalangan pelajar di sekolah, baik itu secara fisik, verbal dan lainnya.

    Kepala Disdikpora PPU, Andi Singkerru mengatakan guru memiliki peran penting di sekolah sebagai orang tua kedua bagi anak didiknya.

    Di mana guru berperan untuk mengawasi dan memastikan proses belajar mengajar dan perilaku anak didik di lingkungan sekolahnya berjalan aman, nyaman dan kondusif.

    “Walaupun masih ada beberapa sekolah yang belum dipasangi CCTV, untuk kiranya peran tenaga pendidik dapat difungsikan dalam mencegah dan mengawasi perilaku anak didik agar tidak terjadi tindakan Bullying,” ucap Andi, Selasa (24/9/2024).

    Andi mengaku dampak yang ditimbulkan dari aksi Bullying dapat mengakibatkan korban yang mengalami trauma dan takut untuk mengikuti proses pembelajaran di sekolah 

    “Seluruh sekolah di PPU selalu kita minta untuk melaporkan kasus Bullying setiap bulannya dan tak dipungkiri bahwa persoalan ini kerap muncul. Bahkan sempat kita panggil dua kepala sekolah yang berada di Kecamatan Babulu dan Penajam terkait adanya laporan bullying,” ungkap Andi.

    Untuk meminimalisir tindakan Bullying yang kerap terjadi di sekolah, Disdikpora PPU pun mengajak Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang memiliki wewenang dalam mengatur dan bertanggung jawab atas seluruh pelajar di lingkupnya, baik itu di dalam kelas maupun lingkungan sekolah untuk ikut menasihati dan menegur jika diketahui terjadi tindakan bullying yang dilakukan oleh teman sebayanya.

    “Meski saat ini baru 28 Sekolah Laboratorium Pancasila (SLP) yang memiliki Satuan Tugas (Satgas), tetapi OSIS dan ketua kelas yang memiliki peran sebayalah yang bertindak sebagai Satgas itu guna mencegah tindakan bullying, ini bertujuan agar bisa membawa kita pada zona hijau terbebas dari aksi bullying,” ungkap Andi.

    Jumlah SLP yang baru saja diresmikan oleh Kemenko PMK sebanyak 28 SLP yang terdiri dari 14 SD dan 14 SMP.

    “Mudah-mudahan kedepannya, bisa bertambah lagi jumlah SLP dan pastinya bertambah juga jumlah Satgas, jadi bagi kita berharap bahwa semua sekolah tak hanya SLP saja harus memiliki peran yang lebih luas dalam mencegah Bullying,” pungkasnya. (adv)

    (Sf/By)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Disdikpora PPU Dorong Seluruh Guru Berperan Aktif Cegah Tindakan Bullying di Sekolah

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    24 September 2024 pukul 12:03 WITA

    Kantor Disdikpora PPU.(Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Penajam Paser Utara (PPU) mendorong peran aktid seluruh tenaga pendidik atau guru di sekolah untuk proaktif dalam mencegah tindakan Bullying pada kalangan pelajar di sekolah, baik itu secara fisik, verbal dan lainnya.

    Kepala Disdikpora PPU, Andi Singkerru mengatakan guru memiliki peran penting di sekolah sebagai orang tua kedua bagi anak didiknya.

    Di mana guru berperan untuk mengawasi dan memastikan proses belajar mengajar dan perilaku anak didik di lingkungan sekolahnya berjalan aman, nyaman dan kondusif.

    “Walaupun masih ada beberapa sekolah yang belum dipasangi CCTV, untuk kiranya peran tenaga pendidik dapat difungsikan dalam mencegah dan mengawasi perilaku anak didik agar tidak terjadi tindakan Bullying,” ucap Andi, Selasa (24/9/2024).

    Andi mengaku dampak yang ditimbulkan dari aksi Bullying dapat mengakibatkan korban yang mengalami trauma dan takut untuk mengikuti proses pembelajaran di sekolah 

    “Seluruh sekolah di PPU selalu kita minta untuk melaporkan kasus Bullying setiap bulannya dan tak dipungkiri bahwa persoalan ini kerap muncul. Bahkan sempat kita panggil dua kepala sekolah yang berada di Kecamatan Babulu dan Penajam terkait adanya laporan bullying,” ungkap Andi.

    Untuk meminimalisir tindakan Bullying yang kerap terjadi di sekolah, Disdikpora PPU pun mengajak Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang memiliki wewenang dalam mengatur dan bertanggung jawab atas seluruh pelajar di lingkupnya, baik itu di dalam kelas maupun lingkungan sekolah untuk ikut menasihati dan menegur jika diketahui terjadi tindakan bullying yang dilakukan oleh teman sebayanya.

    “Meski saat ini baru 28 Sekolah Laboratorium Pancasila (SLP) yang memiliki Satuan Tugas (Satgas), tetapi OSIS dan ketua kelas yang memiliki peran sebayalah yang bertindak sebagai Satgas itu guna mencegah tindakan bullying, ini bertujuan agar bisa membawa kita pada zona hijau terbebas dari aksi bullying,” ungkap Andi.

    Jumlah SLP yang baru saja diresmikan oleh Kemenko PMK sebanyak 28 SLP yang terdiri dari 14 SD dan 14 SMP.

    “Mudah-mudahan kedepannya, bisa bertambah lagi jumlah SLP dan pastinya bertambah juga jumlah Satgas, jadi bagi kita berharap bahwa semua sekolah tak hanya SLP saja harus memiliki peran yang lebih luas dalam mencegah Bullying,” pungkasnya. (adv)

    (Sf/By)