Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Dinkes PPU Terima Bantuan 60.000 Kelambu dari Kemenkes untuk Cegah Penularan Malaria

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    30 September 2024 pukul 15:28 WITA

    Kantor Dinkes PPU.(Dok.Rahmat)

    Penajam - Dinas Kesehatan (Dinkes) Penajam Paser Utara (PPU) menerima bantuan berupa 60.000 kelambu dari Kementrian Kesehatan pada September 2024 ini. 

    Kepala Dinkes PPU, dr Jansje Grace Makisurat mengatakan bantuan tersebut akan didistribusikan kepada kelompok-kelompok yang berpotensi terkena penyakit malaria seperti pembalak liar dan ibu hamil di kawasan Kecamatan Sepaku dan sekitarnya.

    “Penularan malaria terhadap ibu hamil menjadi perhatian kami karena dikhawatirkan pertumbuhan pada bayi tidak baik saat masih berada di dalam kandungan,” ucap Grace Makisurat, Senin (30/9/2024).

    Pendistribusian bantuan ini merupakan langkah dan upaya pemerintah dalam mencegah penularan penyakit malaria yang kini mulai timbul kembali ke permukaan. Sebab, banyaknya para pendatang dari luar daerah seperti Sulawesi, Nusa Tenggara Timur dan Papua yang berniat mengadu nasib semenjak ditetapkannya Ibu Kota Nusantara (IKN).

     “Untuk di wilayah Kecamatan Sepaku, kami selalu menjaga pasien malaria agar tidak tergigit oleh nyamuk anopheles. Di mana nantinya dapat menyebabkan pasien tersebut terkena malaria Plasmodium Vivax yang disebabkan oleh gigitan nyamuk betina yang terinfeksi parasit dan umumnya menyerang manusia, sehingga pendistribusian kelambu akan ditujukan ke sana terlebih dahulu agar pasien yang tidak menderita malaria dipastikan tidak tertular,” ungkap Grace Makisurat.

    Untuk memastikan nyamuk itu tidak ada di Kecamatan Sepaku, Dinkes meletakkan Briket Larvasida di genangan-genangan air guna mencegah perkembangbiakan dan membunuh jentik-jentik.

    Kemudian untuk membasmi nyamuk dewasa, langkah yang mereka ambil adalah fogging atau pengasapan di beberapa tempat yang berpotensi menjadi habitat perkembangbiakan nyamuk.

    “Kami terus gencar menekan penularan malaria dengan cara mengurangi populasi nyamuk melalui kegiatan fogging sekaligus meletakkan Briket Larvasida di beberapa titik yang tergenang air,” jelas Grace Makisurat.

    Selain itu, Kelurahan Sotek yang berjarak sekitar 50 Kilometer dari IKN menjadi perhatian Dinkes PP karena di kawasan tersebut penularan malaria sangat rentan terjadi.

    Maka dari itu, pihaknya berupaya memerangi penyebaran penyakit malaria agar kasusnya tidak sampai di wilayah IKN yang merupakan Ibu Kota Baru Indonesia. (Adv)

    (Sf/By)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Dinkes PPU Terima Bantuan 60.000 Kelambu dari Kemenkes untuk Cegah Penularan Malaria

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    30 September 2024 pukul 15:28 WITA

    Kantor Dinkes PPU.(Dok.Rahmat)

    Penajam - Dinas Kesehatan (Dinkes) Penajam Paser Utara (PPU) menerima bantuan berupa 60.000 kelambu dari Kementrian Kesehatan pada September 2024 ini. 

    Kepala Dinkes PPU, dr Jansje Grace Makisurat mengatakan bantuan tersebut akan didistribusikan kepada kelompok-kelompok yang berpotensi terkena penyakit malaria seperti pembalak liar dan ibu hamil di kawasan Kecamatan Sepaku dan sekitarnya.

    “Penularan malaria terhadap ibu hamil menjadi perhatian kami karena dikhawatirkan pertumbuhan pada bayi tidak baik saat masih berada di dalam kandungan,” ucap Grace Makisurat, Senin (30/9/2024).

    Pendistribusian bantuan ini merupakan langkah dan upaya pemerintah dalam mencegah penularan penyakit malaria yang kini mulai timbul kembali ke permukaan. Sebab, banyaknya para pendatang dari luar daerah seperti Sulawesi, Nusa Tenggara Timur dan Papua yang berniat mengadu nasib semenjak ditetapkannya Ibu Kota Nusantara (IKN).

     “Untuk di wilayah Kecamatan Sepaku, kami selalu menjaga pasien malaria agar tidak tergigit oleh nyamuk anopheles. Di mana nantinya dapat menyebabkan pasien tersebut terkena malaria Plasmodium Vivax yang disebabkan oleh gigitan nyamuk betina yang terinfeksi parasit dan umumnya menyerang manusia, sehingga pendistribusian kelambu akan ditujukan ke sana terlebih dahulu agar pasien yang tidak menderita malaria dipastikan tidak tertular,” ungkap Grace Makisurat.

    Untuk memastikan nyamuk itu tidak ada di Kecamatan Sepaku, Dinkes meletakkan Briket Larvasida di genangan-genangan air guna mencegah perkembangbiakan dan membunuh jentik-jentik.

    Kemudian untuk membasmi nyamuk dewasa, langkah yang mereka ambil adalah fogging atau pengasapan di beberapa tempat yang berpotensi menjadi habitat perkembangbiakan nyamuk.

    “Kami terus gencar menekan penularan malaria dengan cara mengurangi populasi nyamuk melalui kegiatan fogging sekaligus meletakkan Briket Larvasida di beberapa titik yang tergenang air,” jelas Grace Makisurat.

    Selain itu, Kelurahan Sotek yang berjarak sekitar 50 Kilometer dari IKN menjadi perhatian Dinkes PP karena di kawasan tersebut penularan malaria sangat rentan terjadi.

    Maka dari itu, pihaknya berupaya memerangi penyebaran penyakit malaria agar kasusnya tidak sampai di wilayah IKN yang merupakan Ibu Kota Baru Indonesia. (Adv)

    (Sf/By)