Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Penata Kelola Layanan Kesehatan Dinkes PPU, Ponco.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Kesehatan (Dinkes) Penajam Paser Utara (PPU) mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap penularan malaria tanpa gejala.
Penyakit ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles betina pembawa parasit plasmodium dan dinilai berbahaya. Sebab pengidap tidak menunjukkan tanda-tanda terjangkit malaria, seperti mual-mual, muntah-muntah, demam tinggi, menggigil dan lainnya.
Padahal parasit plasmodium yang dibawa nyamuk anopheles betina mengalir di darah pengidap dan berpotensi menular kepada warga di lingkungan sekitar.
“Biasanya warga yang terjangkit malaria terkadang suhu badannya panas tinggi tapi kadang-kadang ada pula malaria yang tanpa gejala dan orang-orang terkadang sering terpapar penyakit ini,” ucap Penata Kelola Layanan Kesehatan Dinkes PPU, Ponco, Selasa (10/6/2025).
Dinkes PPU menyarankan kepada masyarakat, khususnya di wilayah endemis malaria atau kawasan aktif penularan untuk melakukan berbagai langkah pencegahan, seperti menggunakan kelambu berinsektisida saat tidur untuk menghindari gigitan nyamuk anopheles betina yang membawa parasit plasmodium.
Selain itu warga juga diminta untuk menjaga kebersihan di lingkungan sekitar dengan mengosongkan tempat penampungan air agar nyamuk tidak berkembang biak.
Ponco mengaku pihaknya secara aktif menurunkan kader kesehatan untuk melakukan skrining atau pemeriksaan rutin kepada masyarakat, khususnya yang bermukim di kawasan endemis malaria sebagai upaya pencegahan penularan.
“Hasil survei kita di lapangan, Kelurahan Sotek RT 16 yang berbatasan langsung dengan Paser merupakan wilayah endemis malaria, sehingga kita menggencarkan pemeriksaan di kawasan tersebut,” bebernya.
Ponco berharap masyarakat dapat mengikuti arahan dan edukasi yang disampaikan kader kesehatan saat melakukan pemeriksaan secara menyeluruh di kawasan tersebut, guna memastikan PPU terbebas dari penularan malaria, termasuk tanpa gejala. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Penata Kelola Layanan Kesehatan Dinkes PPU, Ponco.(Foto : Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Dinas Kesehatan (Dinkes) Penajam Paser Utara (PPU) mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap penularan malaria tanpa gejala.
Penyakit ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles betina pembawa parasit plasmodium dan dinilai berbahaya. Sebab pengidap tidak menunjukkan tanda-tanda terjangkit malaria, seperti mual-mual, muntah-muntah, demam tinggi, menggigil dan lainnya.
Padahal parasit plasmodium yang dibawa nyamuk anopheles betina mengalir di darah pengidap dan berpotensi menular kepada warga di lingkungan sekitar.
“Biasanya warga yang terjangkit malaria terkadang suhu badannya panas tinggi tapi kadang-kadang ada pula malaria yang tanpa gejala dan orang-orang terkadang sering terpapar penyakit ini,” ucap Penata Kelola Layanan Kesehatan Dinkes PPU, Ponco, Selasa (10/6/2025).
Dinkes PPU menyarankan kepada masyarakat, khususnya di wilayah endemis malaria atau kawasan aktif penularan untuk melakukan berbagai langkah pencegahan, seperti menggunakan kelambu berinsektisida saat tidur untuk menghindari gigitan nyamuk anopheles betina yang membawa parasit plasmodium.
Selain itu warga juga diminta untuk menjaga kebersihan di lingkungan sekitar dengan mengosongkan tempat penampungan air agar nyamuk tidak berkembang biak.
Ponco mengaku pihaknya secara aktif menurunkan kader kesehatan untuk melakukan skrining atau pemeriksaan rutin kepada masyarakat, khususnya yang bermukim di kawasan endemis malaria sebagai upaya pencegahan penularan.
“Hasil survei kita di lapangan, Kelurahan Sotek RT 16 yang berbatasan langsung dengan Paser merupakan wilayah endemis malaria, sehingga kita menggencarkan pemeriksaan di kawasan tersebut,” bebernya.
Ponco berharap masyarakat dapat mengikuti arahan dan edukasi yang disampaikan kader kesehatan saat melakukan pemeriksaan secara menyeluruh di kawasan tersebut, guna memastikan PPU terbebas dari penularan malaria, termasuk tanpa gejala. (Adv)
(Sf/Lo)