Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Dinkes PPU Gelar Gerakan Aksi Gizi untuk Cegah Anemia dan Stunting Sejak Dini

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    18 Oktober 2024 pukul 13:02 WITA

    Pelaksanaan gerakan aksi gizi di Halaman Kantor Dinkes PPU. (Dok : Ajik)

    Penajam - Dinas Kesehatan (Dinkes) Penajam Paser Utara (PPU) menggelar Gerakan Aksi Gizi untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan kepada pelajar siswa-siswi tentang pentingnya gizi seimbang dan pola hidup sehat di Halaman Kantor Dinkes PPU, Jumat (18/10/2024).

    Kegiatan ini dalam rangkaian Hari Kesehatan Nasional ke-60 yang diikuti ratusan pelajar asal Kecamatan Penajam.

    Kepala Dinkes PPU, Grace Makisurat mengatakan gerakan ini merupakan sebuah langkah dan upaya pemerintah daerah dalam mencegah masalah gizi pada anak usia sekolah, seperti anemia, obesitas dan stunting.

    “Kegiatan ini diawali dengan senam dan makan bersama, kemudian kita berikan pil penambah darah kepada remaja putri,” ucap Grace, Jumat (18/10/2024).

    Pemberian pil penambah darah itu, kata dia, sebagai bentuk pencegahan kurangnya sel darah merah atau biasa disebut anemia. Di mana gejala anemia ini terbilang cukup tinggi pada kelompok usia remaja.

    Menurutnya, pencegahan anemia sejak dini merupakan hal yang paling penting dilakukan. Sebab, jika tidak segera mengambil langkah pencegahan, maka akan berdampak serius pada kesehatan reproduksi pada remaja putri.

    “Jadi upaya kita dalam mencegah anemia sejak dini, yaitu dengan melalui pemberian tablet tambah darah,” ungkap Grace.

    Tak hanya memberikan asupan berupa tablet penambah darah saja, Dinkes PPU juga menyediakan layanan konseling dengan menghadirkan tenaga kesehatan yang ahli di bidangnya.

    Di mana para pelajar diberikan kesempatan untuk berkonsultasi terkait permasalahan kesehatan yang dihadapi maupun diidapnya.

    “Tentunya upaya kita untuk menyukseskan program ini, bukan hanya dari kerja keras dari pihak kita saja, tapi atas kerjasama dengan berbagai pihak lainnya, seperti puskesmas, sekolah, dan lainnya,” jelasnya.

    Dengan program ini, Grace berharap mampu menekan angka anemia pada kelompok usia remaja terutama remaja putri, sekaligus mengurangi angka kematian pada ibu hamil dan bayi.

    “Besar harapan kami, bahwa kegiatan ini tak hanya berdampak di lingkup kecil saja, tetapi  juga bisa menyeluruh sehingga semua masyarakat wilayah PPU mendapatkan manfaat dari program ini,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/By)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Dinkes PPU Gelar Gerakan Aksi Gizi untuk Cegah Anemia dan Stunting Sejak Dini

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    18 Oktober 2024 pukul 13:02 WITA

    Pelaksanaan gerakan aksi gizi di Halaman Kantor Dinkes PPU. (Dok : Ajik)

    Penajam - Dinas Kesehatan (Dinkes) Penajam Paser Utara (PPU) menggelar Gerakan Aksi Gizi untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan kepada pelajar siswa-siswi tentang pentingnya gizi seimbang dan pola hidup sehat di Halaman Kantor Dinkes PPU, Jumat (18/10/2024).

    Kegiatan ini dalam rangkaian Hari Kesehatan Nasional ke-60 yang diikuti ratusan pelajar asal Kecamatan Penajam.

    Kepala Dinkes PPU, Grace Makisurat mengatakan gerakan ini merupakan sebuah langkah dan upaya pemerintah daerah dalam mencegah masalah gizi pada anak usia sekolah, seperti anemia, obesitas dan stunting.

    “Kegiatan ini diawali dengan senam dan makan bersama, kemudian kita berikan pil penambah darah kepada remaja putri,” ucap Grace, Jumat (18/10/2024).

    Pemberian pil penambah darah itu, kata dia, sebagai bentuk pencegahan kurangnya sel darah merah atau biasa disebut anemia. Di mana gejala anemia ini terbilang cukup tinggi pada kelompok usia remaja.

    Menurutnya, pencegahan anemia sejak dini merupakan hal yang paling penting dilakukan. Sebab, jika tidak segera mengambil langkah pencegahan, maka akan berdampak serius pada kesehatan reproduksi pada remaja putri.

    “Jadi upaya kita dalam mencegah anemia sejak dini, yaitu dengan melalui pemberian tablet tambah darah,” ungkap Grace.

    Tak hanya memberikan asupan berupa tablet penambah darah saja, Dinkes PPU juga menyediakan layanan konseling dengan menghadirkan tenaga kesehatan yang ahli di bidangnya.

    Di mana para pelajar diberikan kesempatan untuk berkonsultasi terkait permasalahan kesehatan yang dihadapi maupun diidapnya.

    “Tentunya upaya kita untuk menyukseskan program ini, bukan hanya dari kerja keras dari pihak kita saja, tapi atas kerjasama dengan berbagai pihak lainnya, seperti puskesmas, sekolah, dan lainnya,” jelasnya.

    Dengan program ini, Grace berharap mampu menekan angka anemia pada kelompok usia remaja terutama remaja putri, sekaligus mengurangi angka kematian pada ibu hamil dan bayi.

    “Besar harapan kami, bahwa kegiatan ini tak hanya berdampak di lingkup kecil saja, tetapi  juga bisa menyeluruh sehingga semua masyarakat wilayah PPU mendapatkan manfaat dari program ini,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/By)