Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Dinas PUPR PPU Bakal Gelar Pelatihan di Oktober 2024, Target 475 Pekerja Miliki SKK Konstruksi

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    20 September 2024 pukul 11:49 WITA

    Kabid Bidang Konstruksi (Bikon) Dinas PUPR PPU, Muhammad Saing dan Fungsional Bikon Dinas PUPR PPU, Jessay Sarbarita Siregar.(Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Penajam Paser Utara (PPU) menargetkan 475 pekerja mendapatkan Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) Konstruksi pada 2024 ini.

    Fungsional Bidang Konstruksi (Bikon) Dinas PUPR PPU, Jessay Sarbarita Siregar mengaku meski Bikon ini baru saja dibentuk pada awal 2024, tetapi sejak dapat kucuran anggaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) senilai Rp2,5 miliar, berbagai pelatihan pun rutin digelar, seperti pelatihan pada 4-6 Maret, 12-14 Juni dan 26-28 Agustus 2024.

    Dari 366 tenaga terampil yang mengikuti berbagai pelatihan tersebut, hanya 338 tenaga terampil yang dinyatakan kompeten dan telah mendapatkan SKK Konstruksi.

    “Terkadang beberapa pekerja itu sangat awam terhadap sertifikat kompetensi seperti SKK Konstruksi, padahal sertifikat itu sangat penting bagi mereka. Sebab dapat membantu memastikan bahwa mereka memiliki keterampilan dan pengetahuan di bidangnya,” ucap Jessay, Jumat (20/9/2024).

    Tak hanya itu, SKK Konstruksi juga memberikan peluang karir  bagi pekerja yang ingin berkesempatan bekerja di perusahaan maupun di Ibu Kota Nusantara (IKN).

    Bahkan, sertifikasi itu diakui secara nasional dan dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang diakreditasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

    “Jadi bagi para pekerja yang sudah memiliki Sertifikasi SKK Konstruksi dipastikan mereka telah memenuhi persyaratan hukum atau kebijakan tertentu,” ungkap Jessay.

    Menurutnya, para pekerja diwajibkan memiliki Sertifikasi SKK Konstruksi Undang-undang (UU) 2/2017 tentang Jasa Konstruksi yang memberikan mandat bahwa setiap tenaga kerja yang bekerja di Bidang Jasa Konstruksi wajib memiliki SKK Konstruksi. 

    Selain membekali para pekerja dengan sertifikasi, pihaknya juga berupaya meningkatkan kompetensi SDM PPU melalui pelatihan yang rutin digelar.

    Jessay mengaku pada September atau Oktober 2024 ini, Dinas PUPR PPU akan kembali melaksanakan pelatihan dengan kuota 110 peserta untuk tukang bangunan jenjang satu sebanyak 35 peserta, juru ukur atau Surveyor jenjang tiga ada 22 peserta, juru gambar bangunan gedung jenjang empat berjumlah 23 peserta dan Quantity Surveyor utama jenjang enam sebanyak 30 peserta.

    “Bagi yang ingin mendaftar untuk mendapatkan sertifikasi dan pelatihan hanya perlu memenuhi persyaratan seperti KTP, pas foto dan Ijazah. Kemudian teman-teman bisa mengunjungi akun sosmed resmi kami di Instagram @Bikon_ppu untuk melihat ataupun mengetahui update selanjutnya,” tutur Jessay.

    Ia pun menjelaskan tentang jenjang SKK Konstruksi dimulai dari satu sampai sembilan jenjang. Di mana tenaga kerja konstruksi dapat dibedakan berdasar level yang sudah distandarisasikan berdasarkan UU dan peraturan.

    “Jenjang inilah yang akan menyesuaikan kebutuhan perusahaan berdasarkan kualifikasi dan klasifikasinya. Untuk jenjang satu sampai tiga itu kategori operator, empat sampai enam itu kategori teknisi atau analis dan tujuh sampai sembilan itu kategori tenaga ahli. Tetapi kami sendiri di Pemkab PPU berwenang melaksanakan tenaga konstruksi terampil yang jenjang satu sampai enam, sedangkan kualifikasi tenaga ahli seperti jenjang tujuh dan sembilan dilaksanakan oleh Pemprov Kaltim,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/By)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Dinas PUPR PPU Bakal Gelar Pelatihan di Oktober 2024, Target 475 Pekerja Miliki SKK Konstruksi

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    20 September 2024 pukul 11:49 WITA

    Kabid Bidang Konstruksi (Bikon) Dinas PUPR PPU, Muhammad Saing dan Fungsional Bikon Dinas PUPR PPU, Jessay Sarbarita Siregar.(Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Penajam Paser Utara (PPU) menargetkan 475 pekerja mendapatkan Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) Konstruksi pada 2024 ini.

    Fungsional Bidang Konstruksi (Bikon) Dinas PUPR PPU, Jessay Sarbarita Siregar mengaku meski Bikon ini baru saja dibentuk pada awal 2024, tetapi sejak dapat kucuran anggaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) senilai Rp2,5 miliar, berbagai pelatihan pun rutin digelar, seperti pelatihan pada 4-6 Maret, 12-14 Juni dan 26-28 Agustus 2024.

    Dari 366 tenaga terampil yang mengikuti berbagai pelatihan tersebut, hanya 338 tenaga terampil yang dinyatakan kompeten dan telah mendapatkan SKK Konstruksi.

    “Terkadang beberapa pekerja itu sangat awam terhadap sertifikat kompetensi seperti SKK Konstruksi, padahal sertifikat itu sangat penting bagi mereka. Sebab dapat membantu memastikan bahwa mereka memiliki keterampilan dan pengetahuan di bidangnya,” ucap Jessay, Jumat (20/9/2024).

    Tak hanya itu, SKK Konstruksi juga memberikan peluang karir  bagi pekerja yang ingin berkesempatan bekerja di perusahaan maupun di Ibu Kota Nusantara (IKN).

    Bahkan, sertifikasi itu diakui secara nasional dan dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang diakreditasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

    “Jadi bagi para pekerja yang sudah memiliki Sertifikasi SKK Konstruksi dipastikan mereka telah memenuhi persyaratan hukum atau kebijakan tertentu,” ungkap Jessay.

    Menurutnya, para pekerja diwajibkan memiliki Sertifikasi SKK Konstruksi Undang-undang (UU) 2/2017 tentang Jasa Konstruksi yang memberikan mandat bahwa setiap tenaga kerja yang bekerja di Bidang Jasa Konstruksi wajib memiliki SKK Konstruksi. 

    Selain membekali para pekerja dengan sertifikasi, pihaknya juga berupaya meningkatkan kompetensi SDM PPU melalui pelatihan yang rutin digelar.

    Jessay mengaku pada September atau Oktober 2024 ini, Dinas PUPR PPU akan kembali melaksanakan pelatihan dengan kuota 110 peserta untuk tukang bangunan jenjang satu sebanyak 35 peserta, juru ukur atau Surveyor jenjang tiga ada 22 peserta, juru gambar bangunan gedung jenjang empat berjumlah 23 peserta dan Quantity Surveyor utama jenjang enam sebanyak 30 peserta.

    “Bagi yang ingin mendaftar untuk mendapatkan sertifikasi dan pelatihan hanya perlu memenuhi persyaratan seperti KTP, pas foto dan Ijazah. Kemudian teman-teman bisa mengunjungi akun sosmed resmi kami di Instagram @Bikon_ppu untuk melihat ataupun mengetahui update selanjutnya,” tutur Jessay.

    Ia pun menjelaskan tentang jenjang SKK Konstruksi dimulai dari satu sampai sembilan jenjang. Di mana tenaga kerja konstruksi dapat dibedakan berdasar level yang sudah distandarisasikan berdasarkan UU dan peraturan.

    “Jenjang inilah yang akan menyesuaikan kebutuhan perusahaan berdasarkan kualifikasi dan klasifikasinya. Untuk jenjang satu sampai tiga itu kategori operator, empat sampai enam itu kategori teknisi atau analis dan tujuh sampai sembilan itu kategori tenaga ahli. Tetapi kami sendiri di Pemkab PPU berwenang melaksanakan tenaga konstruksi terampil yang jenjang satu sampai enam, sedangkan kualifikasi tenaga ahli seperti jenjang tujuh dan sembilan dilaksanakan oleh Pemprov Kaltim,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/By)