Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Ciptakan Wirausaha dan Lapangan Kerja Baru, Diskukmperindag PPU Gelar Pelatihan Membatik di Babulu

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    29 Oktober 2024 pukul 18:39 WITA

    Pelatihan membatik yang digelar oleh DisKUKMPerindag PPU di Gedung Serbaguna Desa Sumber Sari, Kecamatan Babulu. 28-30 Oktober 2024. (Dok : DisKUKMPerindag)

    Penajam – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DisKUKMPerindag) Penajam Paser Utara (PPU) berupaya menciptakan wirausaha dan lapangan pekerjaan baru dengan menggelar pelatihan membatik di Gedung Serbaguna Desa Sumber Sari, Kecamatan Babulu, 28-30 Oktober 2024.

    Kepala Bidang (Kabid) Pendistribusian DisKUKMPerindag PPU, Syamsul Adha mengatakan pelatihan itu diikuti 25 peserta yang merupakan masyarakat umum. 
    Saat pelatihan, para peserta diajarkan terkait teknik dasar dalam membatik, seperti teknik tulis, cap, celup ikat dan lainnya.

    “Saat ini kita hanya mengenalkan teknik dasar saja dan untuk kedepannya bakal kita tingkatkan pembelajarannya, supaya mereka perlahan-lahan menguasai semua teknik dalam membatik,” ucap Syamsul, Selasa (29/10/2024).

    Untuk motifnya, kata dia, sebanyak 25 peserta itu dilatih untuk membuat batik dengan motif rusa dan lainnya.

    Pengambilan motif ini, bertujuan untuk memperkenalkan daerah PPU ke wilayah lain. 

    Menurutnya, dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku, merupakan sebuah berkah dan kesempatan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produknya.

    Sebab seiring berjalannya waktu, dampak dari pembangunan dan rencana pemindahan Ibu Kota Indonesia ke wilayah administrasi PPU akan meningkatkan pertumbuhan jumlah penduduk atau populasi.

    “Kesempatan inilah yang patut kita manfaatkan, di mana para pendatang dari luar berkunjung ke wilayah kita dan pasti akan membeli produk di wilayah PPU untuk dijadikan sebagai oleh-oleh, sebelum balik ke tempat asalnya,” ungkap Syamsul.

    DisKUKMPerindag PPU selalu rutin menggelar berbagai pelatihan setiap tahunnya, mulai dari pelatihan cara mendesain dan mengemas kemasan yang mampu menarik konsumen.

    Kemudian, pelatihan pemanfaatan tempurung kelapa untuk dijadikan produk kerajinan. Bahkan ada pelatihan cara mengolah kelapa menjadi minyak.

    “Selain berupaya untuk membuka wirausaha baru dan menciptakan lapangan pekerjaan, pelatihan ini diharapkan mampu untuk menanggulangi angka kemiskinan di wilayah PPU,” tandasnya. (adv)

    (Sf/By)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Ciptakan Wirausaha dan Lapangan Kerja Baru, Diskukmperindag PPU Gelar Pelatihan Membatik di Babulu

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    29 Oktober 2024 pukul 18:39 WITA

    Pelatihan membatik yang digelar oleh DisKUKMPerindag PPU di Gedung Serbaguna Desa Sumber Sari, Kecamatan Babulu. 28-30 Oktober 2024. (Dok : DisKUKMPerindag)

    Penajam – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DisKUKMPerindag) Penajam Paser Utara (PPU) berupaya menciptakan wirausaha dan lapangan pekerjaan baru dengan menggelar pelatihan membatik di Gedung Serbaguna Desa Sumber Sari, Kecamatan Babulu, 28-30 Oktober 2024.

    Kepala Bidang (Kabid) Pendistribusian DisKUKMPerindag PPU, Syamsul Adha mengatakan pelatihan itu diikuti 25 peserta yang merupakan masyarakat umum. 
    Saat pelatihan, para peserta diajarkan terkait teknik dasar dalam membatik, seperti teknik tulis, cap, celup ikat dan lainnya.

    “Saat ini kita hanya mengenalkan teknik dasar saja dan untuk kedepannya bakal kita tingkatkan pembelajarannya, supaya mereka perlahan-lahan menguasai semua teknik dalam membatik,” ucap Syamsul, Selasa (29/10/2024).

    Untuk motifnya, kata dia, sebanyak 25 peserta itu dilatih untuk membuat batik dengan motif rusa dan lainnya.

    Pengambilan motif ini, bertujuan untuk memperkenalkan daerah PPU ke wilayah lain. 

    Menurutnya, dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku, merupakan sebuah berkah dan kesempatan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produknya.

    Sebab seiring berjalannya waktu, dampak dari pembangunan dan rencana pemindahan Ibu Kota Indonesia ke wilayah administrasi PPU akan meningkatkan pertumbuhan jumlah penduduk atau populasi.

    “Kesempatan inilah yang patut kita manfaatkan, di mana para pendatang dari luar berkunjung ke wilayah kita dan pasti akan membeli produk di wilayah PPU untuk dijadikan sebagai oleh-oleh, sebelum balik ke tempat asalnya,” ungkap Syamsul.

    DisKUKMPerindag PPU selalu rutin menggelar berbagai pelatihan setiap tahunnya, mulai dari pelatihan cara mendesain dan mengemas kemasan yang mampu menarik konsumen.

    Kemudian, pelatihan pemanfaatan tempurung kelapa untuk dijadikan produk kerajinan. Bahkan ada pelatihan cara mengolah kelapa menjadi minyak.

    “Selain berupaya untuk membuka wirausaha baru dan menciptakan lapangan pekerjaan, pelatihan ini diharapkan mampu untuk menanggulangi angka kemiskinan di wilayah PPU,” tandasnya. (adv)

    (Sf/By)