Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Pj Bupati PPU Muhammad Zainal Arifin (Tengah), Ketua DPRD PPU, Raup Muin (Kiri) dan Pihak PT SMI (Kanan). (Dok:Ardhy)
Penajam – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) berniat melakukan peminjaman finansial dalam bentuk uang ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) guna membiayai pembangunan infrastruktur di wilayah Benuo Taka.
Penjabat (Pj) Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin mengatakan persoalan ini telah dibahas di rapat koordinasi (Rakor) bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU, Raup Muin dan jajaran dari PT SMI.
Di mana pada Rakor tersebut membahas skema pembiayaan pembangunan daerah melalui pinjaman kepada PT SMI. “Kita tadi berdiskusi bersama dan pak Raup memberikan kita arahan kepada kita agar program-program prioritas kita bisa berjalan baik, melalui peminjaman keuangan kepada PT SMI untuk membiayai keberlqangsungan program kita, bahkan Pak Raup mengamanatkan agar selalu memperhatikan efektivitas pelaksanaan program, sehingga program-program yang dijalankan tersebut dapat betul-betul bisa dirasakan masyarakat,” ucap Zainal Arifin, Selasa (22/10/2024).
Pinjaman ini, kata dia, merupakan salah satu alternatif yang dilakukan daerah untuk mendukung terwujudnya pembangunan, khususnya wilayah PPU yang masih memerlukan pendanaan untuk menjalankan program Pembangunan infrastruktur.
Pendanaan yang bersumber dari peminjaman kepada PT SMI itu, bakal digunakan untuk tiga program paling prioritas yang bergerak di sektor Kesehatan, water security dan Pelabuhan.
“Kehadiran PT SMI menjadi alternatif pembiayaan melalui pinjaman yang diharapkan mampu menjadi suporting untuk pendanaan bagi kegiatan-kegiatan yang sifatnya prioritas. Untuk sekarang ini baru tiga, termasuk penambahan wilayah Pelabuhan,” ungkap Zainal Arifin.
Sebelumnya, Pemkab PPU pernah melakukan peminjam kepada PT SMI pada2017 lalu dan saat ini pinajaman itu masih tersisa Rp62 miliar dan baru akan berahkir pada 2026 mendatang.
“Pemkab PPU hingga kini masih terikat pinjaman dan selama ini Pemkab PPU selalu mencicil hutang tersebut kepada PT SMI, serta sesuai dengan perjanjian akan terlunaskan pada 2026 mendatang,” jelasnya.
Rauf Muin menyampaikan, bahwa Kabupaten PPU memiliki wilayah yang sangat luas, tetapi penduduk nya masih kurang. Maka dari itu pembiayaan dalam kegiatan pembangunan membutuhkan pendanaan yang lebih besar.
Ia menilai sejumlah pembangunan di wilayah PPU yang telah menggunakan dana dari hasil pinjaman PT SMI beberapa tahun lalu hingga kini, pemanfaatannya belum maksimal. Salah satunya pembangunan Coastal Road yang belum bisa dimanfaatkan dengan baik di PPU.
“Terkait pinjaman pada prinsipnya kami tidak masalah dan meyakinkan jika itu untuk kebaikan PPU pastilah saya setuju. Namun sayang rasanya biaya yang begitu besar jika peruntukannya tidak tepat. Sebab dalam membangun konsep perencanaannya harus jelas,” tandasnya. (Adv)
(Sf/By)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Pj Bupati PPU Muhammad Zainal Arifin (Tengah), Ketua DPRD PPU, Raup Muin (Kiri) dan Pihak PT SMI (Kanan). (Dok:Ardhy)
Penajam – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) berniat melakukan peminjaman finansial dalam bentuk uang ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) guna membiayai pembangunan infrastruktur di wilayah Benuo Taka.
Penjabat (Pj) Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin mengatakan persoalan ini telah dibahas di rapat koordinasi (Rakor) bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU, Raup Muin dan jajaran dari PT SMI.
Di mana pada Rakor tersebut membahas skema pembiayaan pembangunan daerah melalui pinjaman kepada PT SMI. “Kita tadi berdiskusi bersama dan pak Raup memberikan kita arahan kepada kita agar program-program prioritas kita bisa berjalan baik, melalui peminjaman keuangan kepada PT SMI untuk membiayai keberlqangsungan program kita, bahkan Pak Raup mengamanatkan agar selalu memperhatikan efektivitas pelaksanaan program, sehingga program-program yang dijalankan tersebut dapat betul-betul bisa dirasakan masyarakat,” ucap Zainal Arifin, Selasa (22/10/2024).
Pinjaman ini, kata dia, merupakan salah satu alternatif yang dilakukan daerah untuk mendukung terwujudnya pembangunan, khususnya wilayah PPU yang masih memerlukan pendanaan untuk menjalankan program Pembangunan infrastruktur.
Pendanaan yang bersumber dari peminjaman kepada PT SMI itu, bakal digunakan untuk tiga program paling prioritas yang bergerak di sektor Kesehatan, water security dan Pelabuhan.
“Kehadiran PT SMI menjadi alternatif pembiayaan melalui pinjaman yang diharapkan mampu menjadi suporting untuk pendanaan bagi kegiatan-kegiatan yang sifatnya prioritas. Untuk sekarang ini baru tiga, termasuk penambahan wilayah Pelabuhan,” ungkap Zainal Arifin.
Sebelumnya, Pemkab PPU pernah melakukan peminjam kepada PT SMI pada2017 lalu dan saat ini pinajaman itu masih tersisa Rp62 miliar dan baru akan berahkir pada 2026 mendatang.
“Pemkab PPU hingga kini masih terikat pinjaman dan selama ini Pemkab PPU selalu mencicil hutang tersebut kepada PT SMI, serta sesuai dengan perjanjian akan terlunaskan pada 2026 mendatang,” jelasnya.
Rauf Muin menyampaikan, bahwa Kabupaten PPU memiliki wilayah yang sangat luas, tetapi penduduk nya masih kurang. Maka dari itu pembiayaan dalam kegiatan pembangunan membutuhkan pendanaan yang lebih besar.
Ia menilai sejumlah pembangunan di wilayah PPU yang telah menggunakan dana dari hasil pinjaman PT SMI beberapa tahun lalu hingga kini, pemanfaatannya belum maksimal. Salah satunya pembangunan Coastal Road yang belum bisa dimanfaatkan dengan baik di PPU.
“Terkait pinjaman pada prinsipnya kami tidak masalah dan meyakinkan jika itu untuk kebaikan PPU pastilah saya setuju. Namun sayang rasanya biaya yang begitu besar jika peruntukannya tidak tepat. Sebab dalam membangun konsep perencanaannya harus jelas,” tandasnya. (Adv)
(Sf/By)