Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Bupati Zainal Minta Distan PPU Tingkatkan Hasil Pertanian untuk Ekspor Luar Daerah

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    03 Oktober 2024 pukul 15:24 WITA

    Pj Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin.(Dok.Ipan)

    Penajam - Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Muhammad Zainal Arifin meminta Dinas Pertanian (Distan) untuk meningkatkan hasil produksi pertanian petani, seperti beras, sayur-sayuran, buah-buahan dan lainnya.

    Peningkatan ini bertujuan agar hasil pertanian wilayah yang kerap disapa sebagai Benuo Taka ini tidak hanya sekedar memenuhi kebutuhan pangan masyarakat PPU saja, tetapi mampu menjadi wilayah pengekspor kebutuhan pangan untuk daerah lain.

    “Dahulu sayur-sayuran diimpor ke daerah ini. Jadi saya kira, kita harus meningkatkan terus produksi hasil pertanian agar bisa kita distribusikan untuk wilayah lainnya. Untuk mewujudkan itu, harus diiringi dengan semangat tinggi dan mengembangkan produk-produk hortikultura,” ucap Zainal.

    Menurutnya, PPU memiliki tanah yang sangat subur untuk dijadikan sebagai media tanam, sehingga produk pertanian yang dihasilkan memiliki kualitas yang tak kalah dibandingkan pangan yang diimpor ke wilayah PPU.

    “Jika dilihat dari hasil panennya, maka memungkinkan sekali untuk menjangkau pasar luar,” ungkap Zainal.

    Terlebih, kata dia, Distan PPU dan penyuluh akan mulai menerapkan teknik-teknik bertani yang lebih modern kepada para petani agar mendapatkan hasil pertanian yang lebih maksimal, efisien dan efektif.

    “Dengan diterapkannya pertanian modern, para petani tidak lagi bertani dengan cara konvensional dan keberlanjutannya akan lebih bagus,” jelasnya.

    Kepala Distan PPU, Andi Trasodiharto mengaku telah menunjuk tiga desa di Kecamatan Babulu, yakni Desa Rawa Mulia, Sumber Sari dan Sebakung Jaya yang rencananya akan diimplementasikan metode Smart Farming atau pertanian pintar.

    Tiga desa tersebut dipilih karena potensi pertaniannya begitu tinggi dan memiliki peluang besar untuk pengembangan pertanian berkelanjutan di PPU sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

    “Produksi beras kita selalu surplus setiap tahunnya, bahkan distribusinya sudah ke luar daerah, salah satunya ialah Kalimantan Selatan (Kalsel). Jadi hasil pertanian lainnya juga, kami upaya bisa diekspor hingga luar daerah,” harap Andi. (Adv)

    (Sf/By)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Bupati Zainal Minta Distan PPU Tingkatkan Hasil Pertanian untuk Ekspor Luar Daerah

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    03 Oktober 2024 pukul 15:24 WITA

    Pj Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin.(Dok.Ipan)

    Penajam - Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Muhammad Zainal Arifin meminta Dinas Pertanian (Distan) untuk meningkatkan hasil produksi pertanian petani, seperti beras, sayur-sayuran, buah-buahan dan lainnya.

    Peningkatan ini bertujuan agar hasil pertanian wilayah yang kerap disapa sebagai Benuo Taka ini tidak hanya sekedar memenuhi kebutuhan pangan masyarakat PPU saja, tetapi mampu menjadi wilayah pengekspor kebutuhan pangan untuk daerah lain.

    “Dahulu sayur-sayuran diimpor ke daerah ini. Jadi saya kira, kita harus meningkatkan terus produksi hasil pertanian agar bisa kita distribusikan untuk wilayah lainnya. Untuk mewujudkan itu, harus diiringi dengan semangat tinggi dan mengembangkan produk-produk hortikultura,” ucap Zainal.

    Menurutnya, PPU memiliki tanah yang sangat subur untuk dijadikan sebagai media tanam, sehingga produk pertanian yang dihasilkan memiliki kualitas yang tak kalah dibandingkan pangan yang diimpor ke wilayah PPU.

    “Jika dilihat dari hasil panennya, maka memungkinkan sekali untuk menjangkau pasar luar,” ungkap Zainal.

    Terlebih, kata dia, Distan PPU dan penyuluh akan mulai menerapkan teknik-teknik bertani yang lebih modern kepada para petani agar mendapatkan hasil pertanian yang lebih maksimal, efisien dan efektif.

    “Dengan diterapkannya pertanian modern, para petani tidak lagi bertani dengan cara konvensional dan keberlanjutannya akan lebih bagus,” jelasnya.

    Kepala Distan PPU, Andi Trasodiharto mengaku telah menunjuk tiga desa di Kecamatan Babulu, yakni Desa Rawa Mulia, Sumber Sari dan Sebakung Jaya yang rencananya akan diimplementasikan metode Smart Farming atau pertanian pintar.

    Tiga desa tersebut dipilih karena potensi pertaniannya begitu tinggi dan memiliki peluang besar untuk pengembangan pertanian berkelanjutan di PPU sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

    “Produksi beras kita selalu surplus setiap tahunnya, bahkan distribusinya sudah ke luar daerah, salah satunya ialah Kalimantan Selatan (Kalsel). Jadi hasil pertanian lainnya juga, kami upaya bisa diekspor hingga luar daerah,” harap Andi. (Adv)

    (Sf/By)