Bupati PPU Targetkan RSUD RAPB Jadi Empat Lantai pada 2030

    Seputarfakta.com - Agus Saputra -

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    25 Juli 2025 01:17 WIB

    Potret RSUD RAPB PPU (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) menargetkan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) menjadi gedung empat lantai hingga tahun 2030.

    Pernyataan itu disampaikan Bupati PPU, Mudyat Noor sebagai upaya pemerintah daerah (pemda) dalam meningkatkan akses layanan kesehatan.

    “Mudah-mudahan sebelum akhir masa jabatan rencana pembangunan rumah sakit empat lantai itu bisa terealisasi. Lagipula pembangunan itu pasti membutuhkan waktu lama, nggak mungkin satu atau dua tahun selesai,” ucap Mudyat, Jumat (25/7/2025).

    Ia mengakui pembangunan infrastruktur layanan kesehatan itu akan menelan pembiayaan yang tidak sedikit. Pemkab PPU pun mengusulkan bantuan pendanaan kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

    “Kita sudah usulkan kepada kemenkes untuk pembangunan rumah sakit empat lantai itu karena butuh biaya besar. Semoga saja dapat direalisasikan  usulan itu,” ungkap Mudyat.

    Ia menilai keberadaan rumah sakit empat lantai, terutama di RSUD RAPB sangat penting untuk meningkatkan layanan kesehatan di PPU. Mengingat keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku yang masih merupakan wilayah administrasi PPU memicu pertumbuhan jumlah penduduk, sehingga pemda berkomitmen meningkatkan kualitas dan layanan kesehatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

    “Kita ini banyak kekurangan fasilitas di rumah sakit, seperti ruang klinik dan lainnya. Jadi yang paling utama bagaimana fasilitas kesehatan bisa dipenuhi sesuai standar. Mudah-mudahan rencana itu segera terealisasi,” tandasnya.

    Sebagai informasi pemda telah menyusun Detail Engineering Design (DED) untuk dokumen perencanaan pembangunan proyek ini sejak 2019 lalu. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Bupati PPU Targetkan RSUD RAPB Jadi Empat Lantai pada 2030

    Seputarfakta.com - Agus Saputra -

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    25 Juli 2025 01:17 WIB

    Potret RSUD RAPB PPU (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) menargetkan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) menjadi gedung empat lantai hingga tahun 2030.

    Pernyataan itu disampaikan Bupati PPU, Mudyat Noor sebagai upaya pemerintah daerah (pemda) dalam meningkatkan akses layanan kesehatan.

    “Mudah-mudahan sebelum akhir masa jabatan rencana pembangunan rumah sakit empat lantai itu bisa terealisasi. Lagipula pembangunan itu pasti membutuhkan waktu lama, nggak mungkin satu atau dua tahun selesai,” ucap Mudyat, Jumat (25/7/2025).

    Ia mengakui pembangunan infrastruktur layanan kesehatan itu akan menelan pembiayaan yang tidak sedikit. Pemkab PPU pun mengusulkan bantuan pendanaan kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

    “Kita sudah usulkan kepada kemenkes untuk pembangunan rumah sakit empat lantai itu karena butuh biaya besar. Semoga saja dapat direalisasikan  usulan itu,” ungkap Mudyat.

    Ia menilai keberadaan rumah sakit empat lantai, terutama di RSUD RAPB sangat penting untuk meningkatkan layanan kesehatan di PPU. Mengingat keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku yang masih merupakan wilayah administrasi PPU memicu pertumbuhan jumlah penduduk, sehingga pemda berkomitmen meningkatkan kualitas dan layanan kesehatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

    “Kita ini banyak kekurangan fasilitas di rumah sakit, seperti ruang klinik dan lainnya. Jadi yang paling utama bagaimana fasilitas kesehatan bisa dipenuhi sesuai standar. Mudah-mudahan rencana itu segera terealisasi,” tandasnya.

    Sebagai informasi pemda telah menyusun Detail Engineering Design (DED) untuk dokumen perencanaan pembangunan proyek ini sejak 2019 lalu. (Adv)

    (Sf/Lo)