Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Bupati PPU Minta Petani Labangka Barat Tingkatkan Produktivitas, Pemda Siap Fasilitasi

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    04 Agustus 2025 pukul 08:47 WITA

    Bupati PPU, Mudyat Noor saat melakukan kunker ke Desa Labangka Barat. (Dok: Humassetkabppu)

    Penajam — Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor menyoroti rendahnya hasil panen padi di Desa Labangka Barat, Kecamatan Babulu saat melakukan kunjungan bersama kelompok tani (poktan) Hidup Baru, Minggu (3/8/2025).

    Hamparan sawah seluas 1 Hektare (Ha) di wilayah tersebut hanya mampu menghasilkan 3-4 ton padi dalam sekali panen. Menurutnya angka itu masih jauh dari hasil panen rata-rata nasional yang mencapai sekitar 5,5 ton. Bahkan daerah lain dapat memproduksi 10-13 ton padi per Ha.

    Mudyat menekankan pentingnya meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pertanian demi kesejahteraan petani. Ia menyatakan pemerintah daerah (pemda) siap memfasilitasi petani melalui pembinaan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan dukungan program strategis untuk mendorong peningkatan produksi padi.

    "Kita ingin para petani tidak hanya sekadar menanam dan dapat capeknya saja. Harus ada peningkatan kualitas bibit, teknik tanam yang lebih modern dan hasil panen yang maksimal," ucapnya.

    Mudyat menyampaikan kini sudah ada pembentukan satuan khusus bernama Batalyon Pembangunan yang beranggotakan 1.300 personel, terdiri dari bidang pertanian, perikanan, kesehatan dan pembangunan lainnya sebagai bentuk komitmen Presiden Prabowo dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

    “Kita punya potensi luar biasa. Tapi kalau tidak mulai sekarang, kapan lagi? Saya ingin desa-desa kita menjadi desa mandiri. Kita juga sudah gandeng akademisi dari UGM, IPB dan Unmul untuk membangun inovasi di sektor pertanian,” ungkapnya.

    Ia juga mengajak masyarakat, terutama generasi muda untuk tidak malu menjadi petani. Mudyat berpendapat bertani adalah pekerjaan yang mulia dan patut dibanggakan karena menyangkut hajat hidup orang banyak.

    Ia juga menegaskan semua persoalan di sektor pertanian harus diselesaikan bersama-sama serta petani diharapkan tidak mudah menyerah dan rutin berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan hingga daerah.

    “Menjadi petani itu pekerjaan luar biasa, kita ini pejuang. Jangan bilang kita tidak punya uang dulu, gali dulu potensinya. Di mana ada niat, di situ pasti ada jalan,” pesannya.

    Kepala Dinas Pertanian (Distan) PPU, Andi Trasodiharto menyampaikan pihaknya telah menerima bantuan irigasi yang masih dalam tahap penyelesaian dari Balai Wilayah Sungai (BWS). 

    Ia juga mengharapkan keberadaan sumur bor di wilayah tersebut dapat menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan air di sektor pertanian.

    “Namun masih banyak yang perlu dibenahi, salah satunya adalah pembangunan jalan usaha tani. Kami telah berkoordinasi dengan beberapa pihak untuk melakukan perbaikan infrastruktur secara bertahap,” terang Andi.

    Ia juga berharap para petani aktif menyampaikan kebutuhan dan kendala yang dihadapi melalui forum-forum resmi seperti Musrenbang agar aspirasi itu dapat diakomodir dan masuk dalam skala prioritas pembangunan daerah. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Bupati PPU Minta Petani Labangka Barat Tingkatkan Produktivitas, Pemda Siap Fasilitasi

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    04 Agustus 2025 pukul 08:47 WITA

    Bupati PPU, Mudyat Noor saat melakukan kunker ke Desa Labangka Barat. (Dok: Humassetkabppu)

    Penajam — Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor menyoroti rendahnya hasil panen padi di Desa Labangka Barat, Kecamatan Babulu saat melakukan kunjungan bersama kelompok tani (poktan) Hidup Baru, Minggu (3/8/2025).

    Hamparan sawah seluas 1 Hektare (Ha) di wilayah tersebut hanya mampu menghasilkan 3-4 ton padi dalam sekali panen. Menurutnya angka itu masih jauh dari hasil panen rata-rata nasional yang mencapai sekitar 5,5 ton. Bahkan daerah lain dapat memproduksi 10-13 ton padi per Ha.

    Mudyat menekankan pentingnya meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pertanian demi kesejahteraan petani. Ia menyatakan pemerintah daerah (pemda) siap memfasilitasi petani melalui pembinaan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan dukungan program strategis untuk mendorong peningkatan produksi padi.

    "Kita ingin para petani tidak hanya sekadar menanam dan dapat capeknya saja. Harus ada peningkatan kualitas bibit, teknik tanam yang lebih modern dan hasil panen yang maksimal," ucapnya.

    Mudyat menyampaikan kini sudah ada pembentukan satuan khusus bernama Batalyon Pembangunan yang beranggotakan 1.300 personel, terdiri dari bidang pertanian, perikanan, kesehatan dan pembangunan lainnya sebagai bentuk komitmen Presiden Prabowo dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

    “Kita punya potensi luar biasa. Tapi kalau tidak mulai sekarang, kapan lagi? Saya ingin desa-desa kita menjadi desa mandiri. Kita juga sudah gandeng akademisi dari UGM, IPB dan Unmul untuk membangun inovasi di sektor pertanian,” ungkapnya.

    Ia juga mengajak masyarakat, terutama generasi muda untuk tidak malu menjadi petani. Mudyat berpendapat bertani adalah pekerjaan yang mulia dan patut dibanggakan karena menyangkut hajat hidup orang banyak.

    Ia juga menegaskan semua persoalan di sektor pertanian harus diselesaikan bersama-sama serta petani diharapkan tidak mudah menyerah dan rutin berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan hingga daerah.

    “Menjadi petani itu pekerjaan luar biasa, kita ini pejuang. Jangan bilang kita tidak punya uang dulu, gali dulu potensinya. Di mana ada niat, di situ pasti ada jalan,” pesannya.

    Kepala Dinas Pertanian (Distan) PPU, Andi Trasodiharto menyampaikan pihaknya telah menerima bantuan irigasi yang masih dalam tahap penyelesaian dari Balai Wilayah Sungai (BWS). 

    Ia juga mengharapkan keberadaan sumur bor di wilayah tersebut dapat menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan air di sektor pertanian.

    “Namun masih banyak yang perlu dibenahi, salah satunya adalah pembangunan jalan usaha tani. Kami telah berkoordinasi dengan beberapa pihak untuk melakukan perbaikan infrastruktur secara bertahap,” terang Andi.

    Ia juga berharap para petani aktif menyampaikan kebutuhan dan kendala yang dihadapi melalui forum-forum resmi seperti Musrenbang agar aspirasi itu dapat diakomodir dan masuk dalam skala prioritas pembangunan daerah. (Adv)

    (Sf/Lo)