Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Buka Bimtek, Pj Bupati PPU Minta Pengelolaan Sampah Dilakukan Secara Komprehensif dan Terpadu

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    18 Oktober 2024 pukul 18:08 WITA

    Pj Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin saat membuka kegiatan Bimtek Pengelolaan Sampah di Hotel Cavinton, Yogyakarta, Kamis (17/10/2024).(Dok : Humas Setkab PPU)

    Penajam - Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Muhammad Zainal Arifin membuka Bimbingan Teknik (Bimtek) Manajemen Pengelolaan Sampah se-Kabupaten PPU 2024 yang dilaksanakan di Hotel Cavinton, Yogyakarta, Kamis (17/10/2014). 

    Zainal Arifin mengatakan semua pihak patut menyadari terkait persoalan sampah. Di mana ini merupakan permasalahan yang tak bisa dilepas dalam kehidupan sehari-hari.

    Sebab, kata dia, terkadang sebagian masyarakat tidak menyadari telah menghasilkan dan memproduksi sampah melalui kegiatan ataupun aktivitas yang dilakukan setiap hari. 

    Untuk menangani permasalahan ini, perlu dilakukan penerapan manajemen pengelolaan sampah dengan cara menanamkan kesadaran kepada masyarakat akan dampak yang ditimbulkan dari menumpuknya sampah. 

    "Pembuangan sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat mengakibatkan masalah besar, maka dengan melalui management pengelolaan sampah dirasa perlu untuk menangani masalah-masalah sampah di lingkungan. Kesadaran secara komunal adalah hal yang penting untuk dilakukan yang dimulai dari kesadaran diri dan strategi dan sistem tersebut harus dibangun sejak dini," ucap Zainal Arifin, Kamis (17/10/2024.

    Ia mengaku inti permasalahan pengelolaan sampah yang ada di Kabupaten PPU dikarenakan minimnya kesadaran warga dalam melakukan pengelolaan sampah dengan benar. Jika sampah yang dihasilkan dari aktivitas masyarakat tidak dikelola dengan baik, maka akan menimbulkan  penumpukan sampah. 
    Bahkan, lanjut dia, masyarakat kerap dirtemui yang masih membuang sampah secara sembarangan, terutama di kawasan terbuka, sehingga masalah pencemaran tanah yang juga berdampak pada saluran air dan tanah itu tidak dapat dihindari.

    “Sebagai contoh, pemilahan sampah sesuai jenis, serta melakukan pengelolaan sampah organik melalui pengomposan menyebabkan masih tingginya angka sampah organik dan anorganik yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buluminung,” bebernya.

    Tak hanya itu, pembakaran sampah juga akan mengakibatkan pencemaran udara, serta pembuangan sampah ke sungai akan mengakibatkan pencemaran air, tersumbatnya saluran air dan banjir.

    Maka untuk mengatasi itu semua, perlu dilakukan pengelolaan sampah secara komprehensif serta terpadu baik dari hulu ke hilir dengan pendekatan ekonomi sirkular oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat, sehingga dapat memberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat dan juga aman bagi lingkungan.

    "Saya ingin mengajak semua pihak yang hadir di tempat ini untuk bersama-sama berpartisipasi dalam mensukseskan program-program yang berhubungan dengan pengolahan dan pemanfaatan sampah. Saya berharap dukungan dari semua pihak beserta seluruh SKPD terkait," pungkasnya. (adv)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Buka Bimtek, Pj Bupati PPU Minta Pengelolaan Sampah Dilakukan Secara Komprehensif dan Terpadu

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    18 Oktober 2024 pukul 18:08 WITA

    Pj Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin saat membuka kegiatan Bimtek Pengelolaan Sampah di Hotel Cavinton, Yogyakarta, Kamis (17/10/2024).(Dok : Humas Setkab PPU)

    Penajam - Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Muhammad Zainal Arifin membuka Bimbingan Teknik (Bimtek) Manajemen Pengelolaan Sampah se-Kabupaten PPU 2024 yang dilaksanakan di Hotel Cavinton, Yogyakarta, Kamis (17/10/2014). 

    Zainal Arifin mengatakan semua pihak patut menyadari terkait persoalan sampah. Di mana ini merupakan permasalahan yang tak bisa dilepas dalam kehidupan sehari-hari.

    Sebab, kata dia, terkadang sebagian masyarakat tidak menyadari telah menghasilkan dan memproduksi sampah melalui kegiatan ataupun aktivitas yang dilakukan setiap hari. 

    Untuk menangani permasalahan ini, perlu dilakukan penerapan manajemen pengelolaan sampah dengan cara menanamkan kesadaran kepada masyarakat akan dampak yang ditimbulkan dari menumpuknya sampah. 

    "Pembuangan sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat mengakibatkan masalah besar, maka dengan melalui management pengelolaan sampah dirasa perlu untuk menangani masalah-masalah sampah di lingkungan. Kesadaran secara komunal adalah hal yang penting untuk dilakukan yang dimulai dari kesadaran diri dan strategi dan sistem tersebut harus dibangun sejak dini," ucap Zainal Arifin, Kamis (17/10/2024.

    Ia mengaku inti permasalahan pengelolaan sampah yang ada di Kabupaten PPU dikarenakan minimnya kesadaran warga dalam melakukan pengelolaan sampah dengan benar. Jika sampah yang dihasilkan dari aktivitas masyarakat tidak dikelola dengan baik, maka akan menimbulkan  penumpukan sampah. 
    Bahkan, lanjut dia, masyarakat kerap dirtemui yang masih membuang sampah secara sembarangan, terutama di kawasan terbuka, sehingga masalah pencemaran tanah yang juga berdampak pada saluran air dan tanah itu tidak dapat dihindari.

    “Sebagai contoh, pemilahan sampah sesuai jenis, serta melakukan pengelolaan sampah organik melalui pengomposan menyebabkan masih tingginya angka sampah organik dan anorganik yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buluminung,” bebernya.

    Tak hanya itu, pembakaran sampah juga akan mengakibatkan pencemaran udara, serta pembuangan sampah ke sungai akan mengakibatkan pencemaran air, tersumbatnya saluran air dan banjir.

    Maka untuk mengatasi itu semua, perlu dilakukan pengelolaan sampah secara komprehensif serta terpadu baik dari hulu ke hilir dengan pendekatan ekonomi sirkular oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat, sehingga dapat memberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat dan juga aman bagi lingkungan.

    "Saya ingin mengajak semua pihak yang hadir di tempat ini untuk bersama-sama berpartisipasi dalam mensukseskan program-program yang berhubungan dengan pengolahan dan pemanfaatan sampah. Saya berharap dukungan dari semua pihak beserta seluruh SKPD terkait," pungkasnya. (adv)