Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Kantor BPBD PPU.(Dok.Ipan)
Penajam - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara (PPU) terus berupaya mengantisipasi risiko bencana alam, terutama di wilayah yang berada dalam zona merah atau bahaya tinggi.
Caranya dengan membentuk dan mengukuhkan 15 Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana) yang tersebar di empat kecamatan se-Kabupaten PPU.
Staf Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD PPU, Candra Rizki Adiwibowo mengatakan ada 15 destana yang sudah dan berada di Desa Api-api, Sumber Sari, Bangun Mulyo, Sesulu, Babulu Laut, Rintik, Sebakung Jaya, Karang Jinawi, Bukit Subur, Telemow, Giripurwa, Kelurahan Sesumpu, Riko, Sepaku dan Salo Loang.
Di mana setiap destana memiliki 30 personel. “Ketika ada potensi banjir yang dikarenakan curah hujan tinggi atau bencana lainnya, kami yang mengetahui itu langsung menginformasikan kepada destana untuk bergerak terlebih dahulu,” ucap Candra, Selasa (8/10/2024).
Kehadiran destana sangatlah penting, terutama saat melakukan penanggulangan terhadap bencana. Mengingat kantor BPBD jauh dari daerah pelosok ataupun tempat yang memiliki indeks bahaya tinggi, sehingga eksistensi destana berperan sebagai perpanjangan tangan pihaknya sembari menunggu bantuan dari BPBD datang ke lokasi bencana.
“Saat bencana yang paling pertama melakukan pertolongan dan penyelamatan penanganan adalah warga yang dibentuk di dalam destana,” ungkap Candra. Untuk alat penunjang, BPBD PPU dan Kaltim telah memberikan bantuan sarana dan prasarana berupa tas siap siaga, sepatu bot dan lainnya.
Bahkan, kata dia, 15 destana tidak hanya sekedar dibentuk saja, tetapi juga dilakukan pembimbingan dan dibekali kemampuan serta keterampilan dengan melalui berbagai pelatihan seperti pelatihan penyelamatan dan lainnya.
BPBD PPU juga membentuk tim di sekolah-sekolah, yakni Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) ada enam di jenjang Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN). Di antaranya SMPN 25 PPU, SMPN 7 PPU, SMPN 4 PPU, SMPN 5 PPU, SMPN 18 PPU dan SMPN 21 PPU.
“SPAB dibentuk sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan dampak bencana di lingkungan sekolah,” tandasnya. (Adv)
(Sf/By)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Kantor BPBD PPU.(Dok.Ipan)
Penajam - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara (PPU) terus berupaya mengantisipasi risiko bencana alam, terutama di wilayah yang berada dalam zona merah atau bahaya tinggi.
Caranya dengan membentuk dan mengukuhkan 15 Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana) yang tersebar di empat kecamatan se-Kabupaten PPU.
Staf Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD PPU, Candra Rizki Adiwibowo mengatakan ada 15 destana yang sudah dan berada di Desa Api-api, Sumber Sari, Bangun Mulyo, Sesulu, Babulu Laut, Rintik, Sebakung Jaya, Karang Jinawi, Bukit Subur, Telemow, Giripurwa, Kelurahan Sesumpu, Riko, Sepaku dan Salo Loang.
Di mana setiap destana memiliki 30 personel. “Ketika ada potensi banjir yang dikarenakan curah hujan tinggi atau bencana lainnya, kami yang mengetahui itu langsung menginformasikan kepada destana untuk bergerak terlebih dahulu,” ucap Candra, Selasa (8/10/2024).
Kehadiran destana sangatlah penting, terutama saat melakukan penanggulangan terhadap bencana. Mengingat kantor BPBD jauh dari daerah pelosok ataupun tempat yang memiliki indeks bahaya tinggi, sehingga eksistensi destana berperan sebagai perpanjangan tangan pihaknya sembari menunggu bantuan dari BPBD datang ke lokasi bencana.
“Saat bencana yang paling pertama melakukan pertolongan dan penyelamatan penanganan adalah warga yang dibentuk di dalam destana,” ungkap Candra. Untuk alat penunjang, BPBD PPU dan Kaltim telah memberikan bantuan sarana dan prasarana berupa tas siap siaga, sepatu bot dan lainnya.
Bahkan, kata dia, 15 destana tidak hanya sekedar dibentuk saja, tetapi juga dilakukan pembimbingan dan dibekali kemampuan serta keterampilan dengan melalui berbagai pelatihan seperti pelatihan penyelamatan dan lainnya.
BPBD PPU juga membentuk tim di sekolah-sekolah, yakni Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) ada enam di jenjang Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN). Di antaranya SMPN 25 PPU, SMPN 7 PPU, SMPN 4 PPU, SMPN 5 PPU, SMPN 18 PPU dan SMPN 21 PPU.
“SPAB dibentuk sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan dampak bencana di lingkungan sekolah,” tandasnya. (Adv)
(Sf/By)