Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Staf Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD PPU, Candra Rizki Adiwibowo.(Dok.Ipan)
Penajam - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara (PPU) telah memetakan wilayah rawan bencana, seperti cuaca ekstrim, banjir, tanah longsor, serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang tersebar di empat kecamatan.
Staf Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD PPU, Candra Rizki Adiwibowo mengatakan terdapat puluhan titik yang memiliki indeks bahayanya begitu tinggi atau zona merah, sehingga lokasi tersebut sangat berpotensi menimbulkan bencana.
“Berdasarkan indeks yang tercantum pada website Perisai Sidik 112 yang kami buat pada April 2023 lalu ini, didapati berbagai titik berpotensi akan timbul bencana alam dan titik-titik itu tersebar empat kecamatan,” ucap Candra, Selasa (8/10/2024).
Di mana indeks karhutla yang merah berada di tujuh lokasi yang tersebar di empat kecamatan, yakni Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku.
Kemudian Desa Girimukti, Kelurahan Sesumpu dan Petung yang berada di Kecamatan Penajam. Selanjutnya tak jauh dari situ di Kecamatan Waru terdapat satu titik dan wilayah yang ditemukan indeks bahaya tinggi yang paling luas berlokasi di Kecamatan Babulu.
Untuk wilayah rawan tanah longsor, kata dia, berlokasi di Kecamatan Sepaku, tepatnya di perbatasan antara kawasan PPU, Kutai Barat (Kubar) dan Kutai Kartanegara (Kukar).
“Dengan banyaknya titik-titik yang masuk dalam zona merah, kami minta masyarakat tetap waspada, terutama saat ini kondisi cuaca sedang tak menentu” ungkap Candra.
Ia menyebut masyarakat yang ingin mengetahui pasti lokasi-lokasi paling rawan terjadinya bencana cukup mengakses website Perisai Sidik 112 di Google Chrome.
Website tersebut berfungsi menyimpan dan menyajikan titik-titik lokasi kebencanaan yang meliputi titik kejadian bencana, titik infrastruktur penanganan bencana, titik kegiatan mitigasi bencana dan lainnya.
“Website ini dapat diakses secara online oleh siapa saja terutama masyarakat ataupun pengguna tanpa melalui aplikasi khusus, tetapi hanya membutuhkan internet browser dan jaringan internet untuk mengaksesnya,” pungkasnya. (adv)
(Sf/By)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Staf Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD PPU, Candra Rizki Adiwibowo.(Dok.Ipan)
Penajam - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara (PPU) telah memetakan wilayah rawan bencana, seperti cuaca ekstrim, banjir, tanah longsor, serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang tersebar di empat kecamatan.
Staf Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD PPU, Candra Rizki Adiwibowo mengatakan terdapat puluhan titik yang memiliki indeks bahayanya begitu tinggi atau zona merah, sehingga lokasi tersebut sangat berpotensi menimbulkan bencana.
“Berdasarkan indeks yang tercantum pada website Perisai Sidik 112 yang kami buat pada April 2023 lalu ini, didapati berbagai titik berpotensi akan timbul bencana alam dan titik-titik itu tersebar empat kecamatan,” ucap Candra, Selasa (8/10/2024).
Di mana indeks karhutla yang merah berada di tujuh lokasi yang tersebar di empat kecamatan, yakni Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku.
Kemudian Desa Girimukti, Kelurahan Sesumpu dan Petung yang berada di Kecamatan Penajam. Selanjutnya tak jauh dari situ di Kecamatan Waru terdapat satu titik dan wilayah yang ditemukan indeks bahaya tinggi yang paling luas berlokasi di Kecamatan Babulu.
Untuk wilayah rawan tanah longsor, kata dia, berlokasi di Kecamatan Sepaku, tepatnya di perbatasan antara kawasan PPU, Kutai Barat (Kubar) dan Kutai Kartanegara (Kukar).
“Dengan banyaknya titik-titik yang masuk dalam zona merah, kami minta masyarakat tetap waspada, terutama saat ini kondisi cuaca sedang tak menentu” ungkap Candra.
Ia menyebut masyarakat yang ingin mengetahui pasti lokasi-lokasi paling rawan terjadinya bencana cukup mengakses website Perisai Sidik 112 di Google Chrome.
Website tersebut berfungsi menyimpan dan menyajikan titik-titik lokasi kebencanaan yang meliputi titik kejadian bencana, titik infrastruktur penanganan bencana, titik kegiatan mitigasi bencana dan lainnya.
“Website ini dapat diakses secara online oleh siapa saja terutama masyarakat ataupun pengguna tanpa melalui aplikasi khusus, tetapi hanya membutuhkan internet browser dan jaringan internet untuk mengaksesnya,” pungkasnya. (adv)
(Sf/By)