Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Kepala Distan PPU, Andi Trasodiharto (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Rencana pembangunan Bendung Gerak Sungai Telake yang berada di perbatasan antara Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara (PPU) dan Kecamatan Long Kali, Paser bakal dilaksanakan pada 2026 mendatang.
Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian (Distan) PPU, Andi Trasodiharto yang sempat menerima kabar baik dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) soal rencana pembangunan infrastruktur strategis tersebut.
“Hasil rapat bersama belum lama ini, kita sama-sama berdoa-lah agar pembangunan Bendung Gerak Sungai Telake dapat direalisasikan. Bapak bupati juga telah memberikan dorongan kita kepada pemerintah pusat, insyaallah 2026 mulai dibangun,” ucap Andi, Minggu (10/8/2025).
Berdasarkan analisis yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di lapangan, pembangunan infrastruktur Bendung Gerak Sungai Telake diproyeksikan menelan biaya mencapai Rp1,6 triliun.
Bahkan kehadiran infrastruktur penting itu diprediksi mampu mengaliri lahan seluas 21 ribu Hektare (Ha), sehingga dapat mendorong produksi dan produktivitas pertanian di dua Wilayah, khususnya PPU yang masih mengandalkan tadah hujan karena keterbatasan sistem irigasi.
“Kalau infrastruktur itu hadir, maka bisa membangun dua kabupaten. Di PPU luas lahan persawahannya, terutama di Babulu yang merupakan wilayah sentral pangan ada sekitar 5.800 Ha dan Paser dapat sama-sama memanfaatkan infrastruktur itu untuk menyokong pertanian di wilayahnya,” bebernya.
Ia berharap rencana pembangunan infrastruktur yang masuk dalam salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) ini dapat segera direalisasikan. Mengingat infrastruktur itu sangat membantu para petani dalam memperkuat ketahanan pangan di PPU, terutama Kalimantan Timur (Kaltim) sehingga bisa mempercepat tercapainya program swasembada pangan.
“Kami harap rencana pembangunannya segera dilaksanakan karena sangat membantu petani kita,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Kepala Distan PPU, Andi Trasodiharto (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Rencana pembangunan Bendung Gerak Sungai Telake yang berada di perbatasan antara Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara (PPU) dan Kecamatan Long Kali, Paser bakal dilaksanakan pada 2026 mendatang.
Pernyataan itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian (Distan) PPU, Andi Trasodiharto yang sempat menerima kabar baik dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) soal rencana pembangunan infrastruktur strategis tersebut.
“Hasil rapat bersama belum lama ini, kita sama-sama berdoa-lah agar pembangunan Bendung Gerak Sungai Telake dapat direalisasikan. Bapak bupati juga telah memberikan dorongan kita kepada pemerintah pusat, insyaallah 2026 mulai dibangun,” ucap Andi, Minggu (10/8/2025).
Berdasarkan analisis yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di lapangan, pembangunan infrastruktur Bendung Gerak Sungai Telake diproyeksikan menelan biaya mencapai Rp1,6 triliun.
Bahkan kehadiran infrastruktur penting itu diprediksi mampu mengaliri lahan seluas 21 ribu Hektare (Ha), sehingga dapat mendorong produksi dan produktivitas pertanian di dua Wilayah, khususnya PPU yang masih mengandalkan tadah hujan karena keterbatasan sistem irigasi.
“Kalau infrastruktur itu hadir, maka bisa membangun dua kabupaten. Di PPU luas lahan persawahannya, terutama di Babulu yang merupakan wilayah sentral pangan ada sekitar 5.800 Ha dan Paser dapat sama-sama memanfaatkan infrastruktur itu untuk menyokong pertanian di wilayahnya,” bebernya.
Ia berharap rencana pembangunan infrastruktur yang masuk dalam salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) ini dapat segera direalisasikan. Mengingat infrastruktur itu sangat membantu para petani dalam memperkuat ketahanan pangan di PPU, terutama Kalimantan Timur (Kaltim) sehingga bisa mempercepat tercapainya program swasembada pangan.
“Kami harap rencana pembangunannya segera dilaksanakan karena sangat membantu petani kita,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)