Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara
Kepala Bakesbangpol PPU, Agus Dahlan.(Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Penajam Paser Utara (PPU) menargetkan jumlah partisipasi masyarakat mencapai 80 persen, saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 27 November 2024 mendatang.
Kepala Bakesbangpol PPU, Agus Dahlan mengatakan antusias masyarakat ketika mengikuti pesta demokrasi harus tinggi. Sebab jumlah partisipasi masyarakat dinilai sangat penting dan berdampak pada proses pemilihan terutama dalam menentukan calon yang mampu membawa perubahan di wilayah yang berdampingan langsung dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Harapan dari pemerintah, pastinya jumlah partisipasi masyarakat harus tinggi. Kalau mengacu pada target kita menargetkan 77,5 persen di Pemilihan Umum (Pemilu) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) pada 14 Februari 2024 lalu angka partisipasi masyarakat mencapai 80,4 persen,” ucap Agus, Kamis (26/9/2024).
Agus mengaku target sebelumnya sekitar 77,5 persen itu merupakan target nasional. Tapi karena sudah melampaui batas yang ditetapkan, pihaknya pun pada Pilkada ini menargetkan partisipasi masyarakat minimal 80 persen atau selebihnya.
Untuk mewujudkan itu, Bakesbangpol PPU gencar melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, terutama pemilih pemula yang baru saja menginjak usia 17 tahun atau wajib KTP dengan memberikan pemahaman mengenai calon kepala daerah, program kerja dan proses pemilihan.
“Kami tak hanya menggelar sosialisasi dan edukasi di sekolah saja, tetapi juga ke masyarakat terutama TNI yang baru saja pensiun menandakan bahwa dirinya telah memiliki hak pilih atau berhak memilih,” ungkap Agus.
Pada sosialisasi itu, pihaknya juga menyampaikan tentang larangan memilih calon kepala daerah atas imbalan yang diberikan oleh pihak terkait.
Untuk itu, dirinya mengajak masyarakat untuk menjadi pemilih cerdas yang memilih sesuai hati nurani tanpa tergiur imbalan dan memikirkan masa depan pembangunan daerah, mengingat dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) di PPU.
“Kami harap masyarakat betul-betul bijak dalam menggunakan hak pilihnya karena ini menyangkut masa depan kita bersama dalam menghadapi kehadiran Ibu Kota Baru Indonesia di wilayah ‘Benuo Taka' ini, jadi jangan sampai salah pilih hanya karena mendapat tawaran berupa uang sebab politik uang sangat dilarang,” jelas Agus.
Bakesbangpol PPU bekerjasama dengan Bawaslu untuk memastikan bahwa proses Pilkada nanti tidak sampai terjadi kecurangan yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja. (Adv)
(Sf/By)
Cari disini...
Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

Kepala Bakesbangpol PPU, Agus Dahlan.(Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Penajam Paser Utara (PPU) menargetkan jumlah partisipasi masyarakat mencapai 80 persen, saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 27 November 2024 mendatang.
Kepala Bakesbangpol PPU, Agus Dahlan mengatakan antusias masyarakat ketika mengikuti pesta demokrasi harus tinggi. Sebab jumlah partisipasi masyarakat dinilai sangat penting dan berdampak pada proses pemilihan terutama dalam menentukan calon yang mampu membawa perubahan di wilayah yang berdampingan langsung dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Harapan dari pemerintah, pastinya jumlah partisipasi masyarakat harus tinggi. Kalau mengacu pada target kita menargetkan 77,5 persen di Pemilihan Umum (Pemilu) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) pada 14 Februari 2024 lalu angka partisipasi masyarakat mencapai 80,4 persen,” ucap Agus, Kamis (26/9/2024).
Agus mengaku target sebelumnya sekitar 77,5 persen itu merupakan target nasional. Tapi karena sudah melampaui batas yang ditetapkan, pihaknya pun pada Pilkada ini menargetkan partisipasi masyarakat minimal 80 persen atau selebihnya.
Untuk mewujudkan itu, Bakesbangpol PPU gencar melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, terutama pemilih pemula yang baru saja menginjak usia 17 tahun atau wajib KTP dengan memberikan pemahaman mengenai calon kepala daerah, program kerja dan proses pemilihan.
“Kami tak hanya menggelar sosialisasi dan edukasi di sekolah saja, tetapi juga ke masyarakat terutama TNI yang baru saja pensiun menandakan bahwa dirinya telah memiliki hak pilih atau berhak memilih,” ungkap Agus.
Pada sosialisasi itu, pihaknya juga menyampaikan tentang larangan memilih calon kepala daerah atas imbalan yang diberikan oleh pihak terkait.
Untuk itu, dirinya mengajak masyarakat untuk menjadi pemilih cerdas yang memilih sesuai hati nurani tanpa tergiur imbalan dan memikirkan masa depan pembangunan daerah, mengingat dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) di PPU.
“Kami harap masyarakat betul-betul bijak dalam menggunakan hak pilihnya karena ini menyangkut masa depan kita bersama dalam menghadapi kehadiran Ibu Kota Baru Indonesia di wilayah ‘Benuo Taka' ini, jadi jangan sampai salah pilih hanya karena mendapat tawaran berupa uang sebab politik uang sangat dilarang,” jelas Agus.
Bakesbangpol PPU bekerjasama dengan Bawaslu untuk memastikan bahwa proses Pilkada nanti tidak sampai terjadi kecurangan yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja. (Adv)
(Sf/By)