Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Atasi Sampah Lorong Sempit, DLH PPU Butuh Tambahan Motor Roda Tiga Kaisar

    Penulis:Cindy Elysa|Redaktur:Rusdianto
    13 Oktober 2026 pukul 17:55 WITA

    Motor roda tiga DLH PPU layanani pengangkutan sampah rumah tangga. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berupaya meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah rumah tangga, khususnya di kawasan pemukiman padat yang sulit dijangkau armada besar. DLH menilai kebutuhan akan armada motor roda tiga menjadi sangat mendesak.

    Kepala DLH PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro, mengatakan motor roda tiga jenis Kaisar sangat ideal untuk menjangkau lorong-lorong sempit warga yang tidak bisa dilalui truk sampah. Selain lincah, operasionalnya juga lebih efisien.

    "Sebetulnya yang kami butuhkan adalah motor roda tiga Kaisar yang bisa masuk ke lorong-lorong. Selain itu, BBM-nya juga hanya Pertamax, bukan Dexlite, jadi lebih efisien," ujar Kuncoro, Senin (13/10/2026).

    Saat ini, DLH PPU baru mengoperasionalkan sebanyak 10 unit motor roda tiga. Armada tersebut disebar di beberapa titik strategis, di antaranya di wilayah Petung, kawasan Rumah Jabatan Bupati, hingga seputaran kantor DLH PPU.

    Kuncoro menjelaskan, skema pengangkutan dengan motor roda tiga ini tidak langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buluminung. 

    Sampah yang dikumpulkan dari rumah warga akan terlebih dahulu diangkut dan dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) terdekat untuk kemudian diangkut kembali dengan truk besar.

    "Pengangkutannya tidak sampai ke TPA. Sampah yang diangkut dari lorong akan kita buang ke TPS terdekat. Seperti TPS di dekat stadion, itu nanti kita angsur pengangkutannya," jelasnya.

    DLH, kata dia, menata ulang keberadaan TPS agar tidak mengganggu estetika kota. TPS liar yang berada di pinggir jalan terus ditertibkan dan dipusatkan di lokasi resmi.

    Untuk wilayah Penajam, TPS resmi yang masih dioperasionalkan di antaranya berada di belakang RSUD RAPB. Lewat penataan ini, DLH berharap tidak ada lagi tumpukan sampah di pinggir jalan yang merusak pemandangan dan menimbulkan bau.

    "Tidak ada lagi TPS di pinggir jalan maupun TPS liar yang merusak estetika jalan. Kita fokuskan di TPS resmi," tegasnya.

    Menurut Kuncoro, penambahan armada motor roda tiga akan sangat membantu menekan volume sampah yang tertinggal di lingkungan warga. 

    Selama ini, banyak sampah rumah tangga di lorong-lorong yang terlambat terangkut karena keterbatasan akses armada besar.

    "Harapan kami supaya pengelolaan sampah rumah tangga bisa dilakukan secara baik sehingga tercipta lingkungan yang bersih dan nyaman bagi masyarakat," pungkas Kuncoro. (Adv). 

    (Sf/Rs)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Atasi Sampah Lorong Sempit, DLH PPU Butuh Tambahan Motor Roda Tiga Kaisar

    Penulis:Cindy Elysa|Redaktur:Rusdianto
    13 Oktober 2026 pukul 17:55 WITA

    Motor roda tiga DLH PPU layanani pengangkutan sampah rumah tangga. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berupaya meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah rumah tangga, khususnya di kawasan pemukiman padat yang sulit dijangkau armada besar. DLH menilai kebutuhan akan armada motor roda tiga menjadi sangat mendesak.

    Kepala DLH PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro, mengatakan motor roda tiga jenis Kaisar sangat ideal untuk menjangkau lorong-lorong sempit warga yang tidak bisa dilalui truk sampah. Selain lincah, operasionalnya juga lebih efisien.

    "Sebetulnya yang kami butuhkan adalah motor roda tiga Kaisar yang bisa masuk ke lorong-lorong. Selain itu, BBM-nya juga hanya Pertamax, bukan Dexlite, jadi lebih efisien," ujar Kuncoro, Senin (13/10/2026).

    Saat ini, DLH PPU baru mengoperasionalkan sebanyak 10 unit motor roda tiga. Armada tersebut disebar di beberapa titik strategis, di antaranya di wilayah Petung, kawasan Rumah Jabatan Bupati, hingga seputaran kantor DLH PPU.

    Kuncoro menjelaskan, skema pengangkutan dengan motor roda tiga ini tidak langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buluminung. 

    Sampah yang dikumpulkan dari rumah warga akan terlebih dahulu diangkut dan dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) terdekat untuk kemudian diangkut kembali dengan truk besar.

    "Pengangkutannya tidak sampai ke TPA. Sampah yang diangkut dari lorong akan kita buang ke TPS terdekat. Seperti TPS di dekat stadion, itu nanti kita angsur pengangkutannya," jelasnya.

    DLH, kata dia, menata ulang keberadaan TPS agar tidak mengganggu estetika kota. TPS liar yang berada di pinggir jalan terus ditertibkan dan dipusatkan di lokasi resmi.

    Untuk wilayah Penajam, TPS resmi yang masih dioperasionalkan di antaranya berada di belakang RSUD RAPB. Lewat penataan ini, DLH berharap tidak ada lagi tumpukan sampah di pinggir jalan yang merusak pemandangan dan menimbulkan bau.

    "Tidak ada lagi TPS di pinggir jalan maupun TPS liar yang merusak estetika jalan. Kita fokuskan di TPS resmi," tegasnya.

    Menurut Kuncoro, penambahan armada motor roda tiga akan sangat membantu menekan volume sampah yang tertinggal di lingkungan warga. 

    Selama ini, banyak sampah rumah tangga di lorong-lorong yang terlambat terangkut karena keterbatasan akses armada besar.

    "Harapan kami supaya pengelolaan sampah rumah tangga bisa dilakukan secara baik sehingga tercipta lingkungan yang bersih dan nyaman bagi masyarakat," pungkas Kuncoro. (Adv). 

    (Sf/Rs)