Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Angka Pengangguran di PPU Turun, Bukti Nyata Pemerintah Hadir untuk Masyarakat

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    07 Maret 2025 pukul 20:58 WITA

    Kabid Penempatan, Pelatihan dan Transmigrasi Disnakertrans PPU, Eko Yulianto.(Istimewa)

    Penajam - Jumlah pengangguran di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dalam setahun terakhir menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) PPU, angka pengangguran pada 2024 lalu berjumlah 1.912 orang. 

    Jika dibandingkan dengan 2023 lalu, maka angka tersebut mengalami penurunan sebanyak 216 orang dari total keseluruhan pengangguran terbuka yang berjumlah 2.128 orang pada tahun itu.

    Faktor utama yang membuat angka pengangguran terbuka di PPU mengalami penurunan yang signifikan adalah adanya peran dari pemerintah daerah yang terus berupaya untuk membantu masyarakat mendapatkan sebuah pekerjaan.

    Disnakertrans PPU melakukan berbagai upaya untuk memastikan angka pengangguran tidak bertambah, langkah-langkahnya adalah menggelar pelatihan berbasis kompetensi dengan menyediakan berbagai kejuruan untuk membekali calon pekerja sebelum memasuki dunia kerja.

    Setidaknya, calon pekerja memiliki keahlian dasar dan menguasai suatu bidang agar kesempatan untuk bekerja lebih besar.

    “Kita rutin melaksanakan pelatihan berbasis kompetensi setiap tahunnya untuk memastikan bahwa mereka (calon pekerja) siap bekerja,” ucap Kabid Penempatan, Pelatihan dan Transmigrasi Disnakertrans PPU, Eko Yulianto, Jumat (7/3/2025).

    Disnakertrans PPU juga rutin menggelar job fair atau bursa kerja yang memberikan Pencari Kerja (Pencaker) sebuah peluang untuk bertemu langsung dengan perusahaan yang tengah membuka lowongan pekerjaan atau membutuhkan tenaga kerja.

    “Jumlah serapan job fair kita 2024 kemarin hanya 204 orang dan penempatan tenaga kerja ada 303 orang,” ungkapnya.

    Eko membeberkan alasan mengapa angka pengangguran di PPU masih tergolong banyak dikarenakan tingginya jumlah pendatang yang ingin mengadu nasib di tanah Benuo Taka ini, terutama dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku yang juga menjadi pemicu, sehingga kesempatan pencaker lokal pun semakin mengecil.

    Disnakertrans PPU pun berkomitmen akan terus menggelar pelatihan untuk memastikan pencaker lokal memiliki daya saing dengan pencaker luar daerah.

    ”Meski anggaran kita untuk pelatihan dipangkas sebanyak 75 persen jadi Rp2,5 miliar, tapi kita tetap memaksimalkan anggaran tersebut untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah kita,” tandasnya.(Adv)

    (Sf/By)

    Diskominfo Kabupaten Penajam Paser Utara

    Angka Pengangguran di PPU Turun, Bukti Nyata Pemerintah Hadir untuk Masyarakat

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    07 Maret 2025 pukul 20:58 WITA

    Kabid Penempatan, Pelatihan dan Transmigrasi Disnakertrans PPU, Eko Yulianto.(Istimewa)

    Penajam - Jumlah pengangguran di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dalam setahun terakhir menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) PPU, angka pengangguran pada 2024 lalu berjumlah 1.912 orang. 

    Jika dibandingkan dengan 2023 lalu, maka angka tersebut mengalami penurunan sebanyak 216 orang dari total keseluruhan pengangguran terbuka yang berjumlah 2.128 orang pada tahun itu.

    Faktor utama yang membuat angka pengangguran terbuka di PPU mengalami penurunan yang signifikan adalah adanya peran dari pemerintah daerah yang terus berupaya untuk membantu masyarakat mendapatkan sebuah pekerjaan.

    Disnakertrans PPU melakukan berbagai upaya untuk memastikan angka pengangguran tidak bertambah, langkah-langkahnya adalah menggelar pelatihan berbasis kompetensi dengan menyediakan berbagai kejuruan untuk membekali calon pekerja sebelum memasuki dunia kerja.

    Setidaknya, calon pekerja memiliki keahlian dasar dan menguasai suatu bidang agar kesempatan untuk bekerja lebih besar.

    “Kita rutin melaksanakan pelatihan berbasis kompetensi setiap tahunnya untuk memastikan bahwa mereka (calon pekerja) siap bekerja,” ucap Kabid Penempatan, Pelatihan dan Transmigrasi Disnakertrans PPU, Eko Yulianto, Jumat (7/3/2025).

    Disnakertrans PPU juga rutin menggelar job fair atau bursa kerja yang memberikan Pencari Kerja (Pencaker) sebuah peluang untuk bertemu langsung dengan perusahaan yang tengah membuka lowongan pekerjaan atau membutuhkan tenaga kerja.

    “Jumlah serapan job fair kita 2024 kemarin hanya 204 orang dan penempatan tenaga kerja ada 303 orang,” ungkapnya.

    Eko membeberkan alasan mengapa angka pengangguran di PPU masih tergolong banyak dikarenakan tingginya jumlah pendatang yang ingin mengadu nasib di tanah Benuo Taka ini, terutama dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku yang juga menjadi pemicu, sehingga kesempatan pencaker lokal pun semakin mengecil.

    Disnakertrans PPU pun berkomitmen akan terus menggelar pelatihan untuk memastikan pencaker lokal memiliki daya saing dengan pencaker luar daerah.

    ”Meski anggaran kita untuk pelatihan dipangkas sebanyak 75 persen jadi Rp2,5 miliar, tapi kita tetap memaksimalkan anggaran tersebut untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah kita,” tandasnya.(Adv)

    (Sf/By)